Kreatifood, Ajang Bekraf Perkenalkan Kuliner Unggulan Indonesia

Oleh : Irvan AF | Rabu, 07 Desember 2016 - 17:00 WIB

Ilustrasi kuliner Indonesia. (Lynn Gail/Getty Images)
Ilustrasi kuliner Indonesia. (Lynn Gail/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Badan Ekonomi Kreatif Indonesia menyelenggarakan Kreatifood 2016 pada 10-11 Desember 2016 di Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, sebagai ajang untuk memperkenalkan berbagai macam kuliner khas Indonesia kepada masyarakat.

"Kuliner Indonesia memiliki ciri khas dan potensi yang sangat luar biasa sehingga sudah saatnya tidak saja dikenal di dalam negeri tapi juga ke luar negeri," kata Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Ricky Persik kepada pers di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Dikatakan, kuliner Indonesia saat ini menjadi industri kreatif yang berkembang pesat dan tidak terlepas dari perkembangan pariwisata nasional yang juga tumbuh dengan pesat.

Kegiatan makan-makan sambil jalan-jalan, katanya, saat ini sudah menjadi daya tarik tersendiri untuk dunia pariwisata di Indonesia, mengingat setiap ada lokasi wisata pasti di sana juga pasti ada karakter kulinet tersendiri, "Ini yang menjadikan kuliner sebagai pendorng ekonomi yang kuat bagi masyarakat," katanya.

Bekraf, katanya, mendukung penuh upaya sektor kuliner untuk bisa makin dikenal di kancah internasional. Selain menyediakan fasilitas seperti pelatihan bisnis, akses permodalan, dan pendampingan pendirian usaha, juga berpartyisipasi aktif mempromosikan kuliner Indonesia yang sangat beragam untuk terus menjangkau di dalam dan luar negeri.

Direktur Pemasaran Dalam Negeri Bekraf Sappe Sirait, mengatakan dalam ajang Kreatifood akan ada setidaknya 60 booth yang menyajikan berbagai jenis masakan khas Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauku.

Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan ajang bagi pelaku kuliner dan juru masak untuk lebih memperkenalkan berbagai jenis kuliner Indonesia ke masyarakat secara terbuka.

Sejumlah kuliner yang akan digelar dalam ajang itu antara lain berbagai jenis soto dari berbagai daerah, sate padang Ajo Ramon, nasi uduk Kampung Melayu, nasi goreng kambing Kebon Sirih, serta demo masak yang dilakukan oleh juru masak Chandra Yudasswara dan Zulkarnain Dahlan.

Salah satu keunikan acara ini adalah penataan peserta berdasarkan jenis masakan dan pada kesempatan kali ini akan membawa Kampung Soto sebagai tema utama yang akan menjadi bahan kompetisi kuliner.

Bekraf berharap acara ini bisa membuka kesempatan dan mendorong pengusaha kuliner Indonesia untuk berkembang baik dari segi kuantitas maupun kualitas, dari segmen terkecil hingga nama yang telah hadir di pasar dunia.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 08.00-21.00 WIB itu, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk bahkan disediakan ratusan "tester" mangkok makanan yang bisa dicicipi secara gratis oleh pendukung.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.