Commonwealth Bank Luncurkan Aplikasi CommBank SmartWealth Dengan FiturRobo Advisory

Oleh : Hariyanto | Kamis, 17 Januari 2019 - 17:11 WIB

Commonwealth Bank Luncurkan Aplikasi CommBank SmartWealth
Commonwealth Bank Luncurkan Aplikasi CommBank SmartWealth

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Dalam membantu nasabah mengantisipasi dampak dari perubahan kondisi ekonomi khususnya kondisi pasar dan mengoptimalkan investasi, Bank Commonwealth mengeluarkan inovasi terbarunya dengan meluncurkan aplikasi CommBank SmartWealth yang merupakan aplikasi yang berfokus pada solusi wealth management secara komprehensif yang dilengkapi dengan fitur robo-advisory yang memberikan rekomendasi alokasi aset investasiuntuk membantu mengoptimalkan investasi nasabah sesuai dengan profil risiko.

CEO Schroders Indonesia, Michael Tjoajadi menjelaskan perekonomian global di tahun 2018 cukup bergejolak dan penuh ketidakpastian, kondisi tersebut diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2019.

Sepanjang tahun 2018, kondisi perekonomian global banyak mempengaruhi pasar Indonesia antara lain sentimen negatif akibat isu perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta pelemahan rupiah, yang membuat Bank Indonesia (BI) turut menaikkan suku bunga acuannya. Meski demikian, Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonominya tetap positif.

“Di tahun 2019, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap positif didukung oleh pemulihan daya beli domestik. Pasar modal Indonesia pun mulai bergairah di mana para investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia. Namun, kita harus tetap waspada dengan kondisi ekonomi global yang dapat berimbas pada kondisi pasar domestik,” tutur Michael.

Sementara itu, Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan, setelah pasar Indonesia pada 2018 terimbas negatif oleh sentimen global, seperti kenaikan suku bunga acuan AS dan friksi perang dagang antara AS dan Tiongkok.

"Pada tahun 2019 diperkirakan kondisinya akan lebih baik, didukung oleh sikap The Fed yang melunak dalam menaikkan suku bunga secara agresif pada tahun ini dan harapan membaiknya hubungan perdagangan antara AS dan Tiongkok setelah pertemuan di G20. Namun, tantangan yang akan dihadapi adalah kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi setiap negara termasuk Indonesia," katanya.

Ivan menjelaskan, di tengah kondisi pasar yang fluktuatif dan sejalan dengan misi Bank Commonwealth untuk menjadi pemimpin pasar dalam menyediakan solusi keuangan digital untuk nasabah Retail dan SME, Bank Commonwealth meluncurkan aplikasi CommBank SmartWealth yang memudahkan nasabah memonitor pertumbuhan seluruhportofolio produk wealth management yang mencakup produk investasi seperti reksadana dan obligasi (bonds), asuransi (bancassurance), dan tabungan serta deposito kapan saja dan di mana saja.

"CommBank SmartWealth juga memberikan notifikasi berita perkembangan pasar domestik dan global secarareguler dan fitur messaging untuk berkomunikasi dengan relationship manager," lanjutnya.

Keunikan dari aplikasi yang baru saja memecahkan dua rekor MURI sebagai Aplikasi Digital Perbankan Pertama dengan Layanan Robo Advisory dan Aplikasi Digital Perbankan Pertama yang Mengintegrasikan Informasi Kepemilikan Produk Wealth Management secara Menyeluruh ini adalah fiturrobo-advisory yang memberikan rekomendasi alokasi aset investasi untuk membantu mengoptimalkan investasi nasabah sesuai dengan profil risikonya.

“Dengan fitur robo-advisory ini, nasabah dapat memantau portofolio mereka dan dapat mengoptimalkan investasi dengan cara yang sederhana (simple), cerdas (smart), dan terintegrasi (integrated), di mana saja dan kapan saja. Dengan teknologi ini Nasabah benar – benar mendapatkan fleksibilitas tinggi dalam mengoptimalkan portofolio investasi mereka di waktu dan tempat yang nyaman bagi Nasabah,” tutup Ivan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Foto Ilustrasi Pabrik Rokok

Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:00 WIB

5,98 Juta Tenaga Kerja Bergabung di Industri Hasil Tembakau

Industri Hasil Tembakau (IHT) menyerap 5,98 juta tenaga kerja, yang terdiri atas 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi, serta sisanya 1,7 juta pekerja di sektor perkebunan.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, (Foto: Fadli/Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 06:00 WIB

Rp5 Miliar Disiapkan Pemprov Papua untuk Korban Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan bantuan uang sebesar Rp5 miliar untuk membantu penanganan korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

Tersangka Korupsi (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 04:50 WIB

KPK Benarkan Amankan Direktur Krakatau Steel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sebanyak empat orang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berhubungan dengan salah satu Direktur Krakatau Steel.

Kingston Partner Gathering, Kamis (21/3/2019)

Jumat, 22 Maret 2019 - 23:00 WIB

Perkuat Pasar, Kingston Miliki Puluhan Mitra Reseller di Indonesia

Kingston Technology, salah satu pemimpin dunia dalam solusi produk dan teknologi penyimpanan memori, secara bersama-sama dengan para mitra penjualan mengumumkan program mitra resmi di Indonesia.

Suasana diskusi yang bertajuk “Kasus Privatisasi JICT Jilid II (2015-2039), Kemana Pemerintah dan KPK” yang digelar Serikat Pekerja (SP) JICT di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Kamis (21/03/2019) petang.

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:49 WIB

Pakar Hukum UGM: Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan Hutchison Ports Tetap Sah

Oce Madril, pakar Tindak Pidana Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM), menilai perjanjian perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison…