Bank Mandiri Segera Terbitkan Surat Utang Rp40 Triliun

Oleh : Herry Barus | Selasa, 08 Januari 2019 - 07:00 WIB

Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (Foto Rizki Meirino)
Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (Foto Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Bank Mandiri Persero Tbk berencana menerbitkan beragam instrumen utang dengan nilai maksimal Rp40 triliun pada 2019 di tengah rencana agresif perseroan untuk memacu pertumbuhan kredit, termasuk kredit valuta asing.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan di Jakarta, Senin (7/1/2019) mengatakan perseroan ingin turut mengakselerasi pertumbuhan kredit valas. Maka itu, perseroan pada tahun ini mencantumkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk menerbitkan instrumen utang berdenominasi dolar AS senilai dua miliar dolar AS.

"Dana ini bisa melalui penerbitan obligasi, sertifikat deposito (Negoitable Certificate Deposit/NCD), Surat Utang Jangka Menengah (MTN) dan pinjaman bilateral," ujar Panji.

Sedangkan untuk pendanaan berdenominasi rupiah, kata Panji, Mandiri akan menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) atau pinjaman bilateral dengan nilai Rp10 triliun.

"Jadi kombinasi tahun ini total keseluruhan Rp40 triliun untuk 2019 saja," kata Panji.

Di luar pendanaan non-konvensional itu, Mandiri juga menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga pada 2019 dapat mencapai 10 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo seperti dilansir Antara mengatakan kondisi likuiditas masih menjadi tantangan yang dihadapi perbankan Indonesia. Likuiditas pada 2018 cukup menantang karena DPK tumbuh hanya delapan persen (yoy).

Mandiri juga ingin menggenjot kredit valas pada tahun ini. Maka itu, penerbitan surat utang berdenominasi valas dirasa perlu untuk memenuhi kebutuhan pendanaan kredit valas.

"Memang pendanaan dalam negeri itu tidak stabil. Kalau  andalkan kepada giro valas dalam negeri memang murah, tapi sangat fluktuatif, jadi kadang naik kadang turun. Oleh karena itu kita akan lakukan lebih banyak pendanaan jangka panjang," kata Kartika.

Perseroan membidik pertumbuhan kredit di 12-13 persen (yoy) pada 2019 ini.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MRT Jakarta

Senin, 25 Maret 2019 - 12:35 WIB

Kadin: MRT Mampu Dorong Produktivitas Pekerja Dan Untungkan Dunia Usaha

Moda angkutan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mulai beroperasi pada akhir Maret 2019. Kehadiran transportasi massal ini diperkirakan mampu mendorong produktivitas para pekerja dan menguntungkan…

Capres Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 25 Maret 2019 - 11:53 WIB

Capres Prabowo Subianto: Torang Samua Basudara

Calon Presiden Prabowo Subianto mengawali kampanye terbuka di Kota Manado, Sulawesi Utara. Dalam pidatonya di depan ribuan warga Manado, Prabowo menyatakan pentingnya persatuan dan jangan sampai…

Dealer baru Piaggio Indonesia

Senin, 25 Maret 2019 - 11:26 WIB

Piaggio Indonesia Perluas Jaringan Diler Baru di Wilayah Tangerang dan Selatan Jakarta

PT Piaggio Indonesia berkolaborasi dengan PT Anugerah Sinergi Pratama membuka diler pertama di tahun 2019 guna memperluas jaringan untuk memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik bagi pelanggan…

Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro

Senin, 25 Maret 2019 - 11:20 WIB

Terjaring OTT, Kekayaan Direktur Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro Capai Rp 14,6 Milyar

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Minggu (24/3/2019) melaporkan harta kekayaan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro Rp 14.638.045.481.

BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 25 Maret 2019 - 11:17 WIB

BMKG: Equinox, Fenomena Biasa, Masyarakat Dihimbau Tenang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan adanya fenomena Equinox yang menyebabkan peningkatan suhu ekstrem berakibat sun stroke dan…