Tumbuhkan Minat Berkesenian Kemendikbud Gelar Tari Anak Indonesia 2018

Oleh : Amazon Dalimunthe | Kamis, 04 Oktober 2018 - 12:00 WIB

Peserta Sulawesi Utara mengawali Gelar Tari Anak 2018 di Istana Anak-anak TMII
Peserta Sulawesi Utara mengawali Gelar Tari Anak 2018 di Istana Anak-anak TMII

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Perkembangan tehnologi yang semakin deras mau tidak mau bakal menggerus minat anak-anak terhadap kesenian. Mereka akan terpaku dengan segala kecanggihan tehnologi yang memudahkan tapi tidak memberi sentuhan pada rasa.  Menghadapai hal yang demikian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Festival Seni Pertunjukan Anak 2018. Yang salah satunya adalah mengadakan Gelar tari Anak Indnesia 2018 yang berlangsung di Istana Anak-Anak TMII, dari tanggal 3 hingga 5 oktober besok.

Menurut Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan, problem pengembangan kebudayaan di Indonesia salah satunya adalah rasa memiliki. Banyak pemeirntah daerah yang menganggap bahwa pengembangan dan pelestarian kebudayaan menjadi pekerjaan dan tanggungjawab pemerintah pusat.  “Jadi ada daerah yang beranggapan bahwa kebudayaan, berkesenian adalah proyek pemerintah pusat. padahal kebudayaan juga tanggungjawab dan milik pemerintah  daerah,” kata Restu di sela Kegiatan Gelar Tari Anak Indonesia 2018 yang berlangsung di TMII, Jaktim, Rabu (3/10).

Restu menambahkan  bahwa kebudayaan dan kesenian adalah wadah yang strategis untuk menanamkan karakter kebangsaan bagi anak-anak. Karena dalam budaya dan berseni, anak diajarkan tentang nilai-nilai toleransi, percaya diri, kerjasama, gotong royong dan menghormati perbedaan. “Saya ambil contoh saat memainkan musik, pemainnya tidak melihat latar belakang agamanya, sukunya.Kolaborasi antar pemain yang berbeda akan menghasilkan musik yang indah,” jelas Restu.

Menjawab pertanyaan wartawan soal apakah pendidikan kesenian patut dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan di sekolah dasar, restu mengatakan tidak perlu. Sebab saat ini kurikulum pendidikan sudah cukup padat dan anak-anak sudah direpotkan dengan bawaan tas yang berat.

“Dengan tidak menjadi bagian dari kurikulum pendidikan, anak-anak dengan bakat kesenian yang menonjol bisa mempelajarinya melalui wadah lainnya diluar lembaga sekolah. Anak bisa belajar melalui sanggar-sanggar kesenian yang ada. Di sini mereka akan bersosialisasi dengan anak-anak lain ang berbeda sekolah. Dari sini kerukunan dan kebersamaan bisa diciptakan,’lanjutnya

Kegiatan Gelar Tari Anak Indonesia 2018, tanggal 2-6 Oktober, di Istana Anak-anak Indonesia, TMII yang diikuti 27 komunitas terpilih mewakili provinsi. Mereka dipilihan melalui panggilan terbuka (open Call) yakni mengirimkan video karya tari anak-anak. Lantas para pengamat yang terdiri dari para  praktisi tari, memilih satu untuk tiap provinsi.  Maka diperolehlah 27 komunitas yang mewakili provinsi,

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana “Festival Seni Pertunjukan 2018”, Edi Irawan, menyampaikan, apresiasi seni untuk anak ini, melibatkan masyarakat luas berbasis komunitas. Didukung sistem data dengan sistem penyelenggaraan festival yang lebih baik. Ekspresi seni, baik sebagai manifestasi personal maupun realisasi nilai kolektif, adalah bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat kesenian. Hal ini menunjukkan bahwa kreasi seni secara dinamis selalu melakukan penyesuaian dan transformasi pengalaman individu di tengah perubahan sosial.

“Ekspresi seni itu harus diinkulturasikan sejak dini, sejak masa anak-anak. Maka untuk itulah dua dari tiga Festival Seni Pertunjukan ini, yaitu Gelar Tari Anak Indonesia dan Konser Karawitan Anak Indonesia, dikhususkan sebagai usaha membangun jatidiri dan karakter bangsa sejak masa anak anak,” kata Edy. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…

PT Sri Rejeki Isman Tbk

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:48 WIB

Depresiasi Rupiah Kerek Penjualan Ekspor Sri Rejeki Isman

Kondisi tersebut membuat manajemen SRIL berkeinginan untuk meningkatkan porsi ekspor berkisar 56% hingga 58% sampai akhir tahun 2018.

Produk Minuman PT Delta Djakarta (ist)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:12 WIB

Dampak Depresiasi Rupiah, Delta Djakarta Berupaya Kendalikan Biaya Produksi

Produsen minuman beralkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) berupaya untuk menjaga biaya produksi. Pasalnya, bahan baku pembuatan minuman ini masih mengandalkan impor, seperti malt. Sementara,…

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Mentan Amran Kerja Sama Pengembangan Rain Water Harvesting System

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjalin kerja sama dengan pemerintahan Taiwan untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia.

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Tingkatkan Branding, GMF AeroAsia Jalin Kemitraan Strategis Dengan Perusahaan MRO Asal Eropa

Kolaborasi ini dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem kualitas serta kapabilitas GMF serta untuk memperkuat posisi AFI KLM E & M di Asia.