Pemerintah Republik Ceko Berminat Investasi di NYIA

Oleh : Herry Barus | Jumat, 21 September 2018 - 10:00 WIB

New Yogyakarta International/ NYIA (Foto Dok Industry.co.id)
New Yogyakarta International/ NYIA (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta- Pemerintah Republik Ceko melakukan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Proyek Kereta Api Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo.

Penjajakan itu dilakukan Presiden Senat Parlemen Republik Ceko Milan Stech serta Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Ivan Hotec bersama sejumlah delegasi dengan menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedong Pracimosono, Kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (19/9/2018)

"Ini memungkinkan ada kerja sama misalnya Republik Ceko dengan PT KAI untuk membangun rel kereta api dari Airport (NYIA) ke Stasiun Tugu atau dari Yogyakarta ke Borobudur," kata Sultan seusai menemui delegasi dari Republik Ceko.

Setelah pertemuan itu, sejumlah delegasi dari kalangan pengusaha Republik Ceko yang tergabung dalam Czech Chamber Of Commerce, serta sejumlah perwakilan perbankan Ceko menindaklanjuti penjajakan itu dengan menggelar pertemuan bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY, PT Kerera Api Indonesia (KAI) dan PT Angkasa Pura (AP) 1.

Ketua Kadin DIY GKR Mangkubumi seperti dilansir Antara menyebutkan dalam penjajakan itu ada tiga prioritas yang akan dikerjasamakan. Selain proyek Kereta Bandara NYIA, ada pula rencana kerja sama pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, serta pengembangan manajemen rumah sakit di RSUP Sardjito dan RS yang akan dibangun di kawasan bandara baru.

"Kalau kerja sama proyek kereta, Republik Ceko memang punya pabrik kereta yang bagus. Nanti PT KAI yang tahu kira-kira apa saja yang bisa dikerjasamakan," kata putri Sultan ini.

Sementara itu Vice President Czech Chamber Of Commerce, Michal Srefl mengatakan pihaknya ingin memiliki andil dalam sejumlah proyek besar di Yogyakarta. Ia mengklaim Ceko memiliki sejumlah pabrik yang memadai untuk memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan infrastruktur.

Seperti Proyek Kerata Api yang menghubungkan ke Bandara NYIA, menurut Michal, pihaknya bisa menyuplai berbagai kebutuhan untuk elektrifikasi kereta, hingga desain pembangunan konstruksi rail kereta dengan harga yang kompetitif.

"Meskipun Republik Ceko termasuk daerah Eropa Timur, tetapi kita bisa bersaing soal harga-harga. Harganya bisa lebih murah," kata Michal.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Budi Wibowo mengatakan Republik Ceko dikenal memiliki kemampuan cukup maju dalam industri perkeretapian termasuk di dalamnya industri gerbong. "Sebagai uji coba awal adalah pembangunan jalur kereta api dari Bandara baru di Kulon Progo ke Stasiun Tugu Yogyakarta," kata dia.

Pembangunan jalur kereta api dari Yogyakarta ke Bandara baru, menurut dia, perannya sangat vital. Karena selain untuk memperlancar mobilitas penumpang, jalur tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan untuk mengangkut pasir besi hasil eksploitasi dari PT JMI di Kulon Progo.

Menurut Budi, dalam waktu dekat, pihak Republik Ceko akan segera mengirimkam tenaga ahli untuk melakukan pengecekan di lapangan.

"Kami berharap agar jalur kereta bandara baru ini segera terealisasi," kata dia.

Deputi Executive Vice President (EVP) Daop VI PT KAI, Nathan M Siahaan mengatakan saat ini pihaknya masih dalam posisi mendengarkan berbagai produk yang ditawarkan oleh Pihak Pemerintah Ceko. "Kami nanti akan lihat apa yang kira-kira mereka bisa terlibat dalam proyek kereta tersebut," kata dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…

PT Sri Rejeki Isman Tbk

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:48 WIB

Depresiasi Rupiah Kerek Penjualan Ekspor Sri Rejeki Isman

Kondisi tersebut membuat manajemen SRIL berkeinginan untuk meningkatkan porsi ekspor berkisar 56% hingga 58% sampai akhir tahun 2018.

Produk Minuman PT Delta Djakarta (ist)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:12 WIB

Dampak Depresiasi Rupiah, Delta Djakarta Berupaya Kendalikan Biaya Produksi

Produsen minuman beralkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) berupaya untuk menjaga biaya produksi. Pasalnya, bahan baku pembuatan minuman ini masih mengandalkan impor, seperti malt. Sementara,…

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Mentan Amran Kerja Sama Pengembangan Rain Water Harvesting System

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjalin kerja sama dengan pemerintahan Taiwan untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia.

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Tingkatkan Branding, GMF AeroAsia Jalin Kemitraan Strategis Dengan Perusahaan MRO Asal Eropa

Kolaborasi ini dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem kualitas serta kapabilitas GMF serta untuk memperkuat posisi AFI KLM E & M di Asia.