Presiden Jokowi Teken Perpres Pengunaan Cukai Rokok Tutup Defisit BPJS Kesehatan

Oleh : Ridwan | Rabu, 19 September 2018 - 17:35 WIB

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penggunaan cukai rokok untuk menutup defisit dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, karena hal ini merupakan amanat Undang-Undang.

“Ya, memang sudah kita keluarkan. Yang pertama, itu adalah amanat Undang-Undang bahwa 50 persen dari cukai rokok itu digunakan untuk hal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai melantik pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2018-2023, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/9) siang.

Presiden menjelaskan, defisit BPJS harus ditutup agar pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Untuk itulah, tambah Presiden, pemerintah memutuskan menutup defisit BPJS dari hasil cukai rokok.

Mengenai pertanggungjawaban, Presiden Jokowi mengaku telah memerintahkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit defisit BPJS.

“Artinya ini prosedur, akuntabilitas, semuanya sudah dilalui,” tegas Presiden.

Presiden juga memerintahkan kepada Dirut, Direksi BPJS untuk memperbaiki sistem, baik verifikasi, baik sistem keuangan, karena ini menjangkau dari pusat sampai ke kabupaten/kota, provinsi di seluruh tanah air.

“Ini bukan sebuah hal yang mudah, bagaimana mengontrol, bagaimana memonitor, klaim dari rumah sakit. Bukan sesuatu yang gampang,” tegas Presiden seraya menambahkan, dirinya mengalami semuanya, dari lingkup di kota saja, dulu juga ada Kartu Sehat. Di lingkup provinsi, tambah Presiden, dulu di Jakarta, juga ada Kartu Jakarta Sehat.

“Itu ngontrol, verifikasi setiap rumah sakit, tidak mudah. Ini seluruh negara. Artinya, perbaikan sistem itu harus terus dilakukan,” terang Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, Undang-Undang mengamanatkan 50 persen cukai untuk pelayanan kesehatan.

“Itu yang nerima juga daerah kok, untuk pelayanan kesehatan di daerah, kan bukan untuk layanan kesehatan pusat. Itu pun sudah melalui persetujuan daerah,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

DELL inc (ist)

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:53 WIB

Dell EMC Adakan Mitra Channel dalam Konferensi Praktisi Pemasaran Pertama di Vietnam

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut dihadiri lebih dari 100 praktisi pemasaran mitra channel dari berbagai tingkatan distributor, titanium, platinum dan pengecer resmi semuanya…

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin saat Groundbreaking Proyek Palapa Ring Paket Tengah pada 2016

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:50 WIB

PT Len Industri (Persero) 53 Tahun Berkarya Dalam Senyap

PT Len Industri (Persero) berada di balik perubahan besar di Indonesia dalam 7 tahun terakhir. Len Industri dipercaya Pemerintah menggarap proyek-proyek prestisius urban transport sejak 2016.…

Jembatan Gantung

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:40 WIB

Tingkatkan Konektivitas Antardesa, Kementerian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung Tahun 2018

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas setiap desa-desa yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Ekspor kendaraan Suzuki

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:31 WIB

Lakukan Ekspor All New Ertiga dan NEX ll, Suzuki Incar Pasar Global

Acara peresmian hari ini mengawali ekspor 12.000 unit All New Ertiga ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melepas ekspor perdanaAll New Ertiga dan New Scooter Nex II di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Foto: Kemeneprin)

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Ekspor Industri Otomotif Nasional Makin Tak Terbendung

Industri otomotif di Indonesia semakin menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan mampu mengikuti selera konsumen global. Hal ini mendorong produsen di dalam negeri untuk terus melakukan…