Antam Jalin Kerjasama Dengan Bank BJB Syariah Perluas Penjualan Emas Logam Mulia

Oleh : Hariyanto | Selasa, 18 September 2018 - 11:06 WIB

Ilustrasi Emas (Dok-Antam)
Ilustrasi Emas (Dok-Antam)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) menjalin kerja sama dengan PT Bank Jabar Banten Syariah untuk memperluas penjualan emas logam mulia.

“Kerja sama ini merupakan hal strategis dan diharapkan mampu mendukung dan memperluas distribusi penjualan emas Antam LM melalui jaringan Bank BJB Syariah terutama di wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta,” kata Direktur Pemasaran Antam Tatang Hendra, melalui pernyataan resmi pada Senin (17/9/2018).

Tatang menambahkan, Bank BJB Syariah memiliki pasar yang kuat di wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI. Al hasil, perseroan optimistis penetrasi pasar produk emas Antam LM di wilayah tersebut akan semakin kuat dan mendukung butik-butik penjualan yang dimiliki oleh perseroan.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Bank BJB Syariah dan berharap dapat tercipta kerjasama yang saling menguntungkan,” tambahnya. 

Sementara, Direktur Utama Bank BJB Syariah, Indra Falatehan mengatakan, terjalinnya kerja sama kedua perusahaan merupakan salah satu strategi untuk tetap fokus bergerak di segmen konsumer sebagai “captive market” Bank BJB Syariah pada 2018. 

“Kerjasama ini senantiasa dapat mendorong peningkatan pemasaran produk unggulan Bank BJB Syariah, Pembiayaan Kepemilikan Emas (PKE) iB Maslahah,” tutur Indra. 

Bank BJB Syariah melalui produk Pembiayaan Kepemilikan Emas iB Maslahah, akan memberikan fasilitas pembiayaan kepada para nasabah untuk pembelian emas Antam LM desain terbaru. 

Antam dan Bank BJB Syariah berupaya memfasilitasi kepemilikan emas untuk konsumen, baik pembelian secara langsung melalui jaringan Butik Emas Antam-Logam Mulia maupun pembelian melalui sistem angsuran Pembiayaan Kepemilikan Emas iB Maslahah. 

Dengan kerjasama ini, target pembiayaan emas Antam LM melalui Pembiayaan Kepemilikan Emas iB Maslahah dapat diharapkan mencapai 320 kg emas ANTAM LM per tahun. Antam dan Bank BJB Syariah optimistis dapat mencapai target yang ditetapkan melalui joint marketing dalam mewujudkan masyarakat yang melek emas.

Pembiayaan Kepemilikan Emas iB Maslahah Bank BJB Syariah mempunyai proses yang mudah, cepat dan terjangkau serta dengan jangka waktu hingga 5 tahun sedangkan emas Antam LM dengan kemasan terbaru berteknologi CertiCard️ memberikan fitur keamanan berlapis untuk meningkatkan rasa aman karena nasabah mendapatkan kepastian mengenai keaslian dan pasokan emas Antam LM.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Eka Tjipta Foundation Galang Restorasi Bagi Korban Bencana Alam

Di usianya yang menginjak tahun ke-80, Sinar Mas berupaya untuk tak hanya tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan bersama masyarakat, tapi juga peduli serta berbagi dengan sekitar.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…

PT Sri Rejeki Isman Tbk

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:48 WIB

Depresiasi Rupiah Kerek Penjualan Ekspor Sri Rejeki Isman

Kondisi tersebut membuat manajemen SRIL berkeinginan untuk meningkatkan porsi ekspor berkisar 56% hingga 58% sampai akhir tahun 2018.

Produk Minuman PT Delta Djakarta (ist)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:12 WIB

Dampak Depresiasi Rupiah, Delta Djakarta Berupaya Kendalikan Biaya Produksi

Produsen minuman beralkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) berupaya untuk menjaga biaya produksi. Pasalnya, bahan baku pembuatan minuman ini masih mengandalkan impor, seperti malt. Sementara,…