Kementerian ESDM Kirim 23 Peserta Untuk IkutiGeothermal Project Management di Selandia Baru

Oleh : Hariyanto | Selasa, 13 Maret 2018 - 09:44 WIB

Kementrian ESDM (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Kementrian ESDM (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengirimkan 23 peserta untuk mengikuti Geothermal Project Management yang dilaksanakan 12 Maret sampai dengan 11 April 2018 di Auckland, Selandia Baru.

Program ini merupakan kerja sama Kementerian ESDM melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dengan MFAT (Ministry of Foreign Affairs and Trade) Selandia Baru.

"Memasuki tahun hubungan diplomatik yang ke-60, Pemerintah Selandia Baru memandang Indonesia sebagai partner yang sejajar dengan negara lainnya seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Indonesia", kata Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson saat memberikan sambutan Pre Departure Briefing bagi peserta program di Jakarta (5/3/2018).

Matheson menyampaikan, renewable energy dalam bauran energi di Selandia Baru saat ini sudah mencapai 80%, dan ditargetkan pada tahun 2025 akan menjadi 100%. Oleh karena itu, Ia berharap program ini dapat dijadikan ajang berbagi pengalaman dengan bangsa Indonesia.

Program ini merupakan pelaksanaan tahun kedua dimana sebelumnya 24 peserta dari Indonesia mengikuti kegiatan Geothermal Project Management pada tahun 2017, dengan biaya full short term training scholarships dari Pemerintah Selandia Baru.

Tahun ini, terpilih 23 orang peserta untuk mengikuti program pelatihan tersebut, dengan rincian 3 orang dari Kementerian ESDM, 1 orang dari Bappenas, 2 orang dari Universitas dan 18 orang dari Badan Usaha sub sektor panas bumi: PT. Geodipa, PT. Pertamina Geothermal Energi, Star Energy, dan Supreme Energy.

Sejarah perkembangan energi panas bumi di Indonesia memang tidak bisa terlepas dari perkembangan panas bumi di Selandia Baru. Berawal pada tahun 1972 dimana Geothermal Energy ltd (GENZL) bekerja sama dengan Pertamina mengembangkan lapangan panas bumi di Kamojang.

Sekitar 42 tahun kemudian, pada 2018 ini Indonesia akan menjadi Negara kedua terbesar setelah Amerika Serikat sebagai penghasil energi listrik panas bumi dengan total kapasitas mencapai sekitar 2.023,5 MW setelah beroperasinya PLTP Sibuai-buai (sarula Unit 3, 110 MW), PLTP Lumut Balai (55 MW), PLTP Sorik Marapi Modular (20 MW), Sokoria Unit 1 (5 MW) dan Lahendong Binary (5 MW).

Untuk terus mengembangkan industri panas bumi di Indonesia, selain dibutuhkan iklim investasi dan penguasaan teknologi, yang tidak kalah pentingnya yaitu kesiapan sumber daya manusia. Melalui program pelatihan ini, diharapkan peserta dapat memahami bagaimana memanage proyek panas bumi, baik dari aspek geoscience hingga keuangan proyek.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pelabuhan (Ist)

Selasa, 19 Juni 2018 - 20:15 WIB

PORT Bidik Rights Issue Senilai Rp1,1 Triliun

INDUSTRY.co.id - PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) siap melakukan rights issue 1,5 miliar lembar saham.

Ilustrasi Ekspor (ist)

Selasa, 19 Juni 2018 - 20:00 WIB

Komoditi Indonesia Tertekan Perang Dagang AS-China

INDUSTRY.co.id - Perang dagang AS dan China diperkirakan akan berdampak ke ekonomi Indonesia. AS menerapkan tarif hingga 25 persen dari barang impor China, tak mau kalah China akan membalas…

Pariwisata Kalimantan (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Juni 2018 - 19:00 WIB

Pariwisata Kalteng Miliki Potensi Luar Biasa Tapi Kurang Promosi

Ketua Komisi C DPRD Kalimantan Tengah, Syamsul Hadi, menilai objek wisata di provinsi ini memiliki potensi yang luar biasa, namun promosinya sangat minim sehingga kurang optimal dalam menarik…

OPEC (Foto Ist)

Selasa, 19 Juni 2018 - 18:54 WIB

AS-China Turunkan Harga Minyak, OPEC Akan Tentukan Produksi Minyak

INDUSTRY.co.id - Saudi Arabia Pemimpin Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan Rusia mengusulkan pengurangan produksi namun ditentang sebagian anggota OPEC lainnya. Hal…

Megawati Sukarno Putri. (Foto: IST)

Selasa, 19 Juni 2018 - 18:00 WIB

Ketum PDI-P Dijadwalkan Hadiri Haul Bung Karno di Blitar

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menghadiri acara haul ayahnya, Soekarno (Bung Karno), yang masih dalam satu rangkaian peringatan bulan Bung Karno di kawasan makam, Kelurahan…