Pameran Warisan Ajang Perkenalkan Kerajinan Batik, Tenun dan Mutiara Nusantara

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 28 November 2017 - 17:30 WIB

Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (WARISAN) di Jakarta Convention Center (JCC) (Foto:https://twitter.com/pameranwarisan)
Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (WARISAN) di Jakarta Convention Center (JCC) (Foto:https://twitter.com/pameranwarisan)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Wasiat Agung Negeri Nusantara (WARISAN) adalah suatu kegiatan pameran eksklusif yang akan dilaksanakan untuk kedua kalinya. Pada tahun ke dua penyelenggaraannya kali ini mengangkat tema “Citra Bahtera Nusantara”. Menampilkan tiga wasiat Indonesia, yaitu Batik, Tenun dan Mutiara. Secara khusus Pameran WARISAN bertujuan untuk menjaga seni dan budaya bangsa juga sebagai apresiasi kepada Pembatik, Penenun, Pemerhati, Pengrajin dan Pengusaha Batik, Tenun dan Mutiara.

Pameran WARISAN akan diselenggarakan selama empat hari, 23 – 26 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Setiap hari pameran akan dibuka pada pukul 10 pagi hingga 9 malam, resmi dibuka oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla pada hari Kamis, 23 November 2017, dengan menampilkan 126 stand dengan produk Batik, Tenun dan Mutiara yang berkelas dan bergaransi serta dijamin keasliannya. Batik yang akan ditampilkan hanyalah batik dari hasil penggunaan malam panas 100% dengan aplikasi Batik Tulis, Batik Cap atau Batik Kombinasi tulis dan cap.

Menghadirkan pula hasil karya Tenun NTT yang terkenal serta Tenun songket yang mewah dari Palembang. Tidak lupa juga hanya Mutiara Air Laut Indonesia yang akan dihadirkan pada pameran ini yang asli dan tersertifikasi, sebab produk yang akan dipamerkan di Pameran WARISAN telah melalui proses kurasi yang dilakukan oleh tim kurator.

Penyelenggaraan Pameran WARISAN tahun ini akan diramaikan dengan adanya beberapa Talkshow yang akan mengulas produk Batik, Tenun dan Mutiara, pertunjukan musik tradisional, games tebak BAHTERA (Batik, Tenun & Mutiara) untuk memenangkan tiket pesawat perjalanan domestik bersama BATIK AIR, serta penghargaan Warisan Award.

Pada hari Minggu, 26 November 2017, dilaksanakan acara penutupan Pameran WARISAN yang dipimpin langsung oleh project officer Pameran WARISAN, Bapak Hadi Sunarno. Sekaligus untuk pengumuman pemenang Warisan Award serta pengundian pemenang games tebak BAHTERA.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gerai Mitra 10. (Foto: Panoramio)

Senin, 16 Juli 2018 - 21:08 WIB

Jadi Pemegang Saham Strategis di CSAP, SCG Percepat Pertumbuhan Mitra 10

Siam Cement Group (SCG), salah satu pemimpin konglomerat bisnis di ASEAN, hari ini, Senin (16/7/2018) mengumumkan penandatanganan perjanjian kerja sama denganPT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (Kode…

Tim Wushu Indonesia yang berlagapada ajangKejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasilia, Brasilberfoto bersama denganDuta BesarIndonesiauntuk Brasil, TotoRiyanto (Foto: Dok. Kemenperin)

Senin, 16 Juli 2018 - 20:33 WIB

Harumkan Nama Bangsa di Kejuaraan Dunia, Tim Wushu RI Juga Bawa Misi Ekonomi Berkelanjutan

Tim Wushu Indonesia mampu harumkan nama bangsa di ajang Kejuaran Dunia Wushu Junior ke-7 (7th World Junior Wushu Championships) di Brasilia, Brasil yang berlangsung pada tanggal 9-15 Juli 2018.…

PLN Ilustrasi

Senin, 16 Juli 2018 - 20:00 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat PLN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap…

Dirut PLN Sofyan Basir beserta manajamen menggelar konferensi pers perihal kasus PLTU Riau 1, Senin (16/7/2018) (Dok: INDUSTRY.co.id)

Senin, 16 Juli 2018 - 19:42 WIB

Tersandung Hukum, PLN Hentikan Proyek PLTU Riau 1

Manajemen PLN akhirnya memutuskan proyek pembangunan PLTU Riau 1 hingga proses hukum selesai. Dimana PLTU Riau 1 merupakan proyek konsorsium anak usaha PLN yaitu PT Pembangkit Jawa Bali (PJB)…

Sofyan Basir (Foto/Rziki Meirino)

Senin, 16 Juli 2018 - 19:30 WIB

Dirut PLN: Status Saya Adalah Saksi

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir mengatakan status hukumnya usai rumahnya didatangi KPK adalah masih sebagai saksi.