Potensi Energi Baru Terbarukan Cukup Melimpah di Sumbar

Oleh : Hariyanto | Kamis, 02 November 2017 - 11:53 WIB

Energi Panas Bumi (Foto Eksplorasi.Id)
Energi Panas Bumi (Foto Eksplorasi.Id)

INDUSTRY.co.id - Padang- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menekankan masyarakat harus memahami bahwa energi terbarukan adalah masa depan ketahanan energi Indonesia, menggantikan energi fosil yang mulai merosot.

"Energi ini juga lebih ramah lingkungan dari pada energi yang berasal dari fosil seperti minyak dan batu bara. Patut untuk menjadi fokus untuk dikembangkan," kata dia di Padang, Kamis (2/11/20170 

Ia mengatakan itu dalam Seminar Dukungan Sektor Kehutanan dalam rangka Pengembangan Energi Terbarukan di Sumbar.

Menurut dia potensi energi terbarukan di daerah itu cukup banyak diantaranya air, biomassa, matahari, panas bumi, angin, gelombang laut, dan biogas.

Khusus untuk panas bumi berdasarkan penelitian terdapat 16 titik panas bumi pada tujuh kabupaten dan kota yang ada di daerah ini dengan total potensi energi listrik yang dapat dihasilkan mencapai 1.656 megawatt.

Sementara energi air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH), Sumbar memiliki aliran sungai yang cukup banyak. Dukungan luas hutan untuk menjamin ketersediaan sumber air juga mencukupi.

Menurut data Dinas Kehutanan Sumbar, luas wilayah itu  4.228.730 hektar dan seluas   2.600.286 hektar diantaranya atau sekitar 61,48 % adalah kawasan hutan.

Namun sebagian besar potensi itu menurut dia, belum maksimal untuk dikembangkan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Butuh dukungan investor agar bisa memberikan manfaat pada daerah dan masyarakat.

"Kini tinggal memberikan pemahaman pada masyarakat, bahwa Pemprov Sumbar serius mengembangkan potensi yang ada dan mengharapkan masyarakat ikut mendukung program tersebut," kata dia.

Salah satu bentuk keseriusan itu menurut dia adalah kesepahaman dengan Polda Sumbar untuk menjaga agar jangan ada pihak tidak bertanggung jawab mengganggu pengembangan energi terbarukan di provinsi itu.

Terkait seminar yang dilaksanakan, ia memberikan apresiasi, terutama untuk mensosialisasikan pentingnya energi terbarukan.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Hendri Oktavia mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk mengantisipasi makin merosotnya ketahanan energi Indonesia yang selama ini ditopang energi fosil.

Ia mengatakan perlu perhatian khusus pada energi terbarukan terutama yang berbasis hutan untuk membantu kelangsungan energi itu. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:42 WIB

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun

Medan Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus menyuarakan dukungan terhadap proyek energi bersih terbarukan itu. Mereka menuding, penolakan…

Pejualan Indihome di masyarakat.

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:33 WIB

Telkom Umumkan Pemenang Grand Prize IndiHome Family Vaganza

Jakarta Bertempat di Trans TV Jakarta, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melaksanakan pengundian Grand Prize Program IndiHome, dalam sebuah acara bertajuk Grand Prize - IndiHome Family…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:00 WIB

Dukungan Pemda Penting Bagi Industri Sawit

Keberadaan perkebunan dan industri sawit sebagai investasi padat karya telah menjadi solusi Pemerintah untuk mendorong peningkatan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja daerah.

KAI bekerjasama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan Jelajah Kebangsaan dengan rute dari Merak ke Banyuwangi, 18-22 Februari 2019.

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:51 WIB

KAI Jadi Tuan Rumah Kegiatan Jelajah Kebangsaan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat memajukan dan mencerdaskan bangsa.

Foto Ilustrasi Kawasan Kumuh

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:33 WIB

Tahun Ini, Pemerintah Bakal Tata Kawasan Kumuh Capai 24 Ribu Hektar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan melakukan melaksanakan penataan terhadap 888 hektare (ha) kawasan kumuh pada 2019.