Investasi Sektor Industri Masih Menjanjikan dan Terus Meningkat

Oleh : Ridwan | Selasa, 31 Oktober 2017 - 14:36 WIB

Menteri Perindusterian Airlangga Hartarto
Menteri Perindusterian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Medan- Indonesia masih tetap menjadi negara yang menjanjikan untuk investasi serta pasar potensial dengan adanya investasi PT Cipta Mortar Utama di Sumatera Utara.

"Pemerintah mengapresiasi PT Cipta Mortar Utama yang kembali berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik mortar ke-3 di Kawasan Industri Medan (KIM) 3 di Sumut," ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Sumut, Selasa (31/10/2017)

Dia mengatakan itu dalam kata sambutannya yang dibacakan Staf Khusus Menteri Perindustrian, Happy Bone Zulkarnain saat meresmikan pabrik ke-3 PT Cipta Mortar Utama di KIM 3.

PT Cipta Mortar Utama pertama kali memasuki pasar Indonesia dengan mengoperasikan pabrik mortar di Cibitung tahun 1996 dan kedua di Gresik pada 2008.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada PT Cipta Mortar Utama yang terus meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia serta memiliki rencana pembangunan pabrik berikutnya di beberapa lokasi hingga tahun 2020," ujar Menperin.

Investasi dan rencana tambahan investasi menjadi salah satu indikasi bahwa Indonesia adalah negara yang menjanjikan untuk investasi, serta pasar yang sangat potensial.

Airlangga menyebutkan investasi sektor industri di Indonesia terus meningkat.

Investasi Penanaman Modal Dalam Nwgeri (PMDN) sektor industri pada 2016 misalnya sudah sebesar Rp106,78 triliun dan investasi PMA sektor industri sebesar 16,68 miliar dolar AS.

Airlangga menjelaskan, peningkatan kapasitas PT Cipta Mortar Utama diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor untuk produk yang sama sehingga dapat menghemat devisa negara.

Pemerintah, kata Menperin, semakin memberi apresiasi karena produk mortar yang menggunakan bahan baku utama yaitu semen dan pasir berasal dari sumber daya alam lokal sehingga memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

Pabrik yang telah menggunakan teknologi baru atau modern dalam proses produksinya, tentunya membawa manfaat bagi perusahaan dan lingkungan.

Alasan dia, teknologi baru akan lebih hemat energi dan lebih efisien sehingga menghemat sumber daya alam dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Teknologi baru yang digunakan Mortar itu sejalan dengan program pemerintah untuk industri hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," tutur Airlangga.

Chairman Saint Gobain Javier Gimeno menyebutkan Indonesia memang masih potensi untuk tempat investasi karena sumber daya alam dan pasarnya.

Setelah Cibitung tahun 1996 dan di Gresik pada 2008 serta di Sumut pada 2017 memang akan ada rencana investasi berikutnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Kamis, 19 Juli 2018 - 22:40 WIB

Aksi Teroris Ancaman Utama Asian Games 2018

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai terorisme menjadi ancaman paling diantisipasi oleh jajarannya dalam persiapan pengamanan Asian Games 2018 yang tinggal sebulan lagi.

Partai Golkar (Foto Ist)

Kamis, 19 Juli 2018 - 22:20 WIB

ICW Anggap Golkar Berkilah Soal Caleg Mantan Koruptor

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan menilai alasan Partai Golkar tetap mengajukan sejumlah bekas narapidana korupsi sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2019…

Partai Golkar (Foto Ist)

Kamis, 19 Juli 2018 - 22:00 WIB

Golkar Tetap Calonkan Mantan Napi Korupsi, Ini Alasannya

DPP Partai Golkar memiliki alasan mengapa tetap mencalonkan sejumlah mantan narapidana korupsi sebagai calon anggota legislatif di Pilpres 2019.

Fujitsu dukung program industry 4.0 (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 21:28 WIB

Dukung Penerapan Industry 4.0, Fujitsu Bentuk Public Service Business Development

Hal tersebut juga menjadi perhatian khusus bagi perusahaan IT asal Jepang, PT Fujitsu Indonesia dalam mendukung program pemerintah tersebut.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 21:00 WIB

Rupiah Kamis Sore Melemah ke Rp14.442

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore, ditutup melemah sebesar 28 poin menjadi Rp14.442 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.414 per dolar AS.