Tingkatkan Daya Saing, Kedepan Kawasan Industri Mengarah Pada Pengembangan Kota Baru Yang Terintegrasi

Oleh : Ridwan | Senin, 18 September 2017 - 18:09 WIB

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat m,eresmikan Politeknik Industri Logam Morowali
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat m,eresmikan Politeknik Industri Logam Morowali

INDUSTRY.co.id - Palu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pembangunan kawasan industri dapat membawa efek yang luas bagi pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional. Misalnya, Kawasan Industri Morowali telah mampu meningkatkan Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Morowali rata-rata mencapai 29 persen selama tahun 2010-2016.

"Langkah ini sesuai dengan Nawacita Pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik," kata Airlangga saat peresmian Politeknik Industri Logam Morowali di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (18/9/2017).

Menurutnya, pembangunan Kawasan Industri Morowali ini menjadi salah satu upaya percepatan beberapa pengembangan proyek industri logam di Tanah Air, seperti industri berbasis nikel dan baja tahan karat (stainless steel). "Dari kawasan ini diharapkan bisa menghasilkan empat juta ton baja stainless steel dan pabrik baja karbon berkapasitas 3,5 juta ton per tahun," terangnya.

Selama ini, Kemenperin memfasilitasi pembangunan kawasan industri yang dekat dengan sumber bahan baku sebagai program hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Hal ini berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang menargetkan pembangunan 14 kawasan industri di luar pulau Jawa, salah satunya adalah Kawasan Industri Morowali karena memiliki potensi sumber daya alam nikel yang besar.

Lebih lanjut, Menperin menjelaskan, untuk meningkatkan daya saing, kawasan industri ke depan juga akan dibangun menjadi
kawasan modern yang mengarah pada pengembangan kota baru yang terintegrasi, dengan seluruh dukungan sarana prasarana termasuk di dalamnya pendirian pusat pendidikan serta pusat research and development (R&D).

Selain di Morowali, Kemenperin juga tengah membangun beberapa Politeknik atau Akademi Komunitas di kawasan industri atau wilayah pusat pertumbuhan industri. Tujuannya untuk mendukung penyediaan tenaga kerja kompeten di sektor industri.

"Saat ini, Kemenperin mendapatkan mandat atau penugasan dari Kemenristekdikti untuk membangun delapan Politeknik atau Akademi Komunitas Industri, antara lain di Kendal, Banten, Dumai, Sei Mangke, Bantaeng, Batu Licin, Gresik dan Teluk Bintuni, yang akan dilaksanakan secara bertahap sampai dengan tahun 2019," papar Airlangga.

Dalam rangka pendirian Politeknik dan Akademi Komunitas tersebut, Kemenperin sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah Swiss dalam pengembangan pendidikan dual system. Pada tahap awal, implementasinya telah disepakati di empat Politeknik dan Akademi Komunitas, yaitu Politeknik Industri Logam di Morowali, Akademi Komunitas Industri Manufaktur di Bantaeng, Politeknik Industri Baja di Batu Licin, dan Politeknik Industri Furniture di Kendal.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala BPS Suhariyanto (Foto Ridwan)

Jumat, 15 Desember 2017 - 21:27 WIB

BPS Siap Rekam Data Pelaku E-Commerce

Badan Pusat Statistik (BPS) siap untuk melakukan perekaman data para pelaku perdagangan secara elektronik (e-commerce) agar dapat menjadi acuan pemerintah dalam mengambil keputusan terkait pengembangan…

Dubes Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi bersama Delegasi PWI (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:34 WIB

Di Seoul Korsel, Dubes Umar Hadi Apresiasi Diplomasi Kopi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Diplomasi kopi yang sedang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disambut baik Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi

Letjen Purn. Kiky Syanahkri bersama Putut Prabantoro di kantor PPAD (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:12 WIB

Perkuat NKRI, Pemerintah Diminta Segera Laksanakan Ekonomi Terintegrasi

Pemerintah diminta segera integrasikan pembangunan ekonomi nasional dalam konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) untuk memperkuat ikatan NKRI dan ketahanan nasional.

Presiden Jokowi dan Menhub Budi Karya Sumadi (Foto Setkab)

Jumat, 15 Desember 2017 - 19:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2017)

Sambut Hari Ibu, Kecap ABC Beri Apresiasi Lewat 36 Ribu Hidangan Masakan (Foto Dije/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 18:52 WIB

2018 Industri Mamin Semakin Kompetitif

Memasuki tahun 2018, pelaku industri termasuk industri makanan dan minuman di Indonesia semakin kompetitif dan semakin challenging (menantang). Hal ini diungkapkan oleh Dhiren Amin, selaku Marekting…