Menperin: Peralihan SMK Tingkatkan Kualitas Lulusan Siap Kerja

Oleh : Ridwan | Sabtu, 26 Agustus 2017 - 14:23 WIB

Menperin Airlangga Hartarto mengalungkan medali kepada wisudawan SMK Padang (Foto Humas)
Menperin Airlangga Hartarto mengalungkan medali kepada wisudawan SMK Padang (Foto Humas)

INDUSTRY.co.id - Padang- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan peralihan kewenangan SMK sederajat dari kabupaten dan kota ke tingkat provinsi bertujuan meningkatkan kualitas lulusan agar terampil dan siap kerja.

"Kementerian Perindustrian diarahkan oleh Presiden Joko Widodo agar dapat menjadi penggerak untuk pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi," katanya ketika melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sumbar, Sabtu (26/8/2017)

Pada 2018, jelasnya pemerintah pusat akan membantu peralatan dan bahan di laboratorium praktik di SMK dengan anggaran minimal sebesar Rp500 juta per sekolah untuk menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas.

Hal ini penting, sebab bila minimnya peralatan dan berkualitas rendah akan mengganggu kualitas lulusan.

"Oleh sebab itu untuk mengatasi kendala tersebut, langkah yang diambil pemerintah yakni dengan dipindahkannya kewenangan SMK ke provinsi," kata dia.

Ia mengemukakan pertumbuhan industri ditentukan oleh tiga faktor, yakni investasi, teknologi dan sumber daya manusia yang dihasilkan dari dunia pendidikkan.

Dunia industri, lanjutnya membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri lebih berdaya saing.

"SMK diyakini mampu menghasilkan lulusan berkompeten tersebut," ucapnya.

Upaya lain dalam peningkatan kualitas SMK, kata Airlangga dengan meluncurkan program vokasi industri untuk membangun penyesuaian antara industri dan SMK, dengan target hingga 2019 sebanyak 355 perusahaan industri yang akan membina 1.775 SMK.

"Melalui program ini setiap perusahaan industri diminta membina setidaknya lima SMK," tuturnya.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menjelaskan kendala yang dihadapi oleh provinsi setempat yakni rendahnya serapan tenaga kerja lulusan SMK.

"Setelah beralihnya kewenangan SMK dari kabupaten dan kota, pemerintah provinsi masih mencari formula yang tepat untuk menghasilkan lulusan yang serapan kerjanya tinggi," imbuhnya.

Kemudian upaya lain yang dilakukan pemerintah provinsi untuk peningkatan serapan lulusan kerja tersebut, yakni mendukung penuh pelibatan dunia usaha dalam menentukan mata pelajaran bidang keahlian di SMK sehingga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Ini inovasi yang sangat bagus karena persentase tamatan SMK yang langsung diserap dunia kerja, tentu makin meningkat," katanya.

Ia menambahkan itu terkait upaya pemerintah menurunkan angka pengangguran terbuka di Sumbar yang mencapai 5,8 persen pada 2017.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 16:55 WIB

Pelindo 1 Butuh Rp4 Triliun Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung

PT Pelindo 1 membutuhkan Rp4 triliun untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Triwulan II 2019.

Indosat Ooredoo (Foto : dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 16:48 WIB

Kembangkan 4G di Indonesia Timur, Inddosat Andalkan Palapa Ring

Operator seluler Indosat akan mengandalkan proyek Palapa Ring yang dibangun pemerintah untuk pengembangan jaringan 4G operator tersebut di wilayah Papua dan Indonesia timur.

Kimia Farma Peduli, Mengalirkan Air Bersih untuk Kesehatan Masyarakat

Senin, 19 November 2018 - 16:43 WIB

Kimia Farma Peduli, Mengalirkan Air Bersih untuk Kesehatan Masyarakat

Beberapa wilayah Gunungkidul termasuk dalam daerah rawan kesulitan pemenuhan kebutuhan air bersih. Penyebab utama adalah faktor musim yang mengakibatkan kekeringan cukup parah. Hal ini juga…

Direktur PT Jababeka, Tbk Sutedja Sidarta Darmono

Senin, 19 November 2018 - 14:45 WIB

Sutedja Sidarta Darmono Jadi Motor Transformasi Jababeka Ciptakan Kota Mandiri Berbasis Industri 4.0

Sutedja Sidarta Darmono, Direktur Jababeka Tbk yang merupakan sang anak pendiri Kawasan Industri seluas lebih dari 5.000 hektare (Ha) ini yang menjadi motor transformasi Jababeka dari pengembang…

Banun Harpini Kepala Balai Karantina Kementan

Senin, 19 November 2018 - 13:26 WIB

Masuki Era Industri 4.0, Kementan Kembangkan Layanan Digital Karantina

INDUSTRY.co.id -

Bogor Seiring peningkatan arus lalu lintas produk pertanian, karantina sebagai otoritas yang menjamin kelestarian dan kesehatan sumber daya hayati,…