Refined Bangka Tin Targetkan Produksi Timah Hingga 12.000 Ton Tahun Ini

Oleh : Hariyanto | Rabu, 16 Agustus 2017 - 13:18 WIB

Jajaran management PT Refined Bangka Tin (RBT) bersama dengan perwakilan Kementrian LHK dan jajaran pemerintah pusat Bangka Belitung dalam peresmian Program Reklamasi Berkelanjutan Green For Good PT Refined Bangka Tin (RBT)
Jajaran management PT Refined Bangka Tin (RBT) bersama dengan perwakilan Kementrian LHK dan jajaran pemerintah pusat Bangka Belitung dalam peresmian Program Reklamasi Berkelanjutan Green For Good PT Refined Bangka Tin (RBT)

INDUSTRY co.id -Bangka Belitung - Pasca lepas dari kepemilikan Artha Graha Network pada tahun 2016, PT. Refined Bangka Tin (RBT) yang memiliki wilayah operasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini kembali beroperasi dengan menargetkan memproduksi timah batangan hingga 10.000 ton-12.000 ton per tahun pada tahun ini.

Target produksi ini sama dengan yang disematkan dengan tahun sebelumnya. Pada saat ditutup akibat konservasi lahan pada tahun 2016 lalu, RBT hanya mampu merealisasikan produksi sebanyak 4.000 ton.

Hingga semester I-2017 ini produksi timah batangan Refined Bangka Tin sudah mencapai separuh dari target yakni 5.000 ton. Dengan pencapaian tersebut, RBT optimistis bisa meraih target sepanjang tahun 2017. 

"Kami optimistis, dibandingkan tahun lalu hanya mencapai 4.000 ton. Tahun lalu sempat ditutup enam bulan," ujar Direktur Refined Bangka Tin Reza Andriansyah, Selasa (15/8/2016) .

Membaiknya produksi timah ini, diharapkan juga diiringi oleh kenaikan harga komoditas ini di pasaran. Reza berharap, harga timah terus membaik sehingga kegiatan produksi bisa terpenuhi target. 

"Rata-rata harga tahun ini antara US$ 19.000 per ton antara US$ 21.000 per ton. Kami berharap seperti komoditas lain yang harganya terus meningkat," ujar Reza. Tujuan kegiatan ekspor perusahaan ini adalah Amerika, Belanda, Jepang, Korea, China dan Hong Kong.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.