Menperin: Industri Baja Tulang Punggung Kegiatan Sektor Industri Lainnya

Oleh : Ridwan | Kamis, 20 Juli 2017 - 11:20 WIB

Menperin tinjau pabrik baja krakatau osaka steel (dok-kemenperin)
Menperin tinjau pabrik baja krakatau osaka steel (dok-kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Cilegon-Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap hadirnya industri baja di Indonesia dapat meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap PDB yang ditargetkan terus meningkat dari 18,2 persen tahun 2016 menjadi 30 persen tahun 2035.

Hal itu disampaikan di sela-sela acara peresmian berpoerasinya pabrik PT Krakatau Osaka Steel (KOS), Kamis (20/7/2017). Ikut hadir dalam acara tersebut selain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Mas Wigranto Roes Setyadi, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Hal ini sejalan dengan pertumbuhan industri non migas dan manufaktur yang tahun 2017 diharapkan memberikan kontribusi 5,5 dan 18,7 persen terhadap PDB, kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan Kementerian Perindustrian memiliki enam kebijakan industri nasional yang meliputi pemberdayaan SDM di sektor industri melalui pendidikan vokasi, penguatan struktur industri melalui optimalisasi rantai nilai, insentif bagi industri berbasis tenaga kerja dan berorientasi ekspor, pengembangan industri kecil menengah berbasis digital, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, serta pengembangan zona industri di luar Jawa.

Dalam sekempatan itu juga Airlangga menekankan perlunya memperkuat industri baja sebagai tulang punggung kegiatan sektor industri lainnya seperti permesinan, suku cadang, otomotif, maritim, dan elektronik. Juga untuk komponen utama sektor manufaktur seperti bangunan jalan, jembatan, telekomunikasi, dan lainnya.

Menteri juga menjelaskan anggaran pemerintah untuk infrastruktur naik di atas 80 persen untuk tahun depan mencapai Rp387,3 triliun, sehingga dapat mendorong industri baja.

Menteri juga mengungkapkan permintaan baja (crude steel) mencapai 14 juta ton, Indonesia masih mengimpor 8 juta ton karena industri baja domestik baru dapat memproduksi 6 juta ton. Diharapkan kapasitas produksi baja dapat mencapai 12,9 juta ton tahun 2020 dan menjadi 26,1 juta ton tahun 2025.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 20 November 2018 - 21:00 WIB

Pelindo 1 Terus Tingkatkan Sarana Sejumlah Pelabuhan

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana di sejumlah pelabuhan yang dikelola perusahaan tersebut dalam upaya meningkatkan layanan kepada konsumen.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar

Selasa, 20 November 2018 - 20:40 WIB

Arcandra: Investasi Satu Sumur Bisa Capai Rp1,5 Triliun

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan nilai invetasi satu sumur minyak di perairan dalam (deep water) bisa mencapai Rp1,5 triliun

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Selasa, 20 November 2018 - 20:20 WIB

Indonesia Promosikan Industri Sawit Berkelanjutan kepada Eropa

Indonesia mempromosikan industri kelapa sawit berkelanjutan lewat program Regular Oil Palm Course 2018 yang diikuti 15 peserta dari 10 negara.

Perawatan Kesehatan Rs Siloam (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 20 November 2018 - 19:30 WIB

Setiap Bulan RS Siloam Silampari Adakan Layanan Kesehatan Gratis di Sejumlah Daerah Lubuklinggau

Peningkatan mutu kesehatan, khususnya di daerah menjadi hal prioritas yang senantiasa dilakukan Siloam Hospitals Group. Karenanya melalui Rumah Sakit Siloam Silampari bersama GMSS (Gerakan Musi…

Ilustrasi Beasiswa

Selasa, 20 November 2018 - 18:16 WIB

50 Mahasiswa Raih Beasiswa Penuh dari Sea Group, Induk Garena, Shopee dan AirPay

Sebanyak 50 mahasiswa berprestasi terpilih untuk menerima beasiswa penuh dari Sea, induk perusahaan dari Garena (platform online gaming), Shopee (e-commerce) dan AirPay (layanan keuangan).