RI Terus Dorong Ekspor Kopi ke Arab Saudi

Oleh : Ridwan | Senin, 19 Juni 2017 - 14:36 WIB

Kopi Ilustrasi
Kopi Ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia terus genjot ekspor kopi ke Arab Saudi. Pasalnya, nilai transaksi ekspor kopi Indonesia ke Arab Saudi masih sangat kecil, sehingga masih berpotensi untuk ditingkatkan.

Sekedar Informasi, pada 2016, Indonesia mengekspor kopi ke Arab Saudi senilai USD 102.000 atau setara dengan 0,629 persen suplai kopi dunia yang mencapai USD 161,93 juta. Nilai tersebut jauh berada di bawah RRT sebesar USD 3,15 juta, Vietnam USD 507.000, Korea Selatan USD 138.000, dan Thailand USD 106.000.

Indonesia juga merupakan negara penghasil kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia dengan total produksi 739.000 ton atau 8,9 persen total produksi dunia.

Dalam hal ini, konsulat Jenderal RI Jeddah sangat serius mendorong langkah-langkah Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah dalam mempromosikan kopi asli Indonesia. “KJRI Jeddah juga selalu aktif memfasilitasi pengusaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk kopi ke Arab Saudi,” ujar Konjen Jeddah M Hery Saripudin melalui keterangan tertulisnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurutnya, saat ini kopi jenis arabica maupun kopi robusta dari Sumatra telah masuk ke pasar Arab Saudi melalui perusahaan multinasional Starbucks. Dengan kata lain, masyarakat Arab Saudi sudah mulai mengenal rasa kopi Indonesia. Sebelumnya, masyarakat Arab Saudi terbiasa dengan rasa kopi Harari dari Ethiopia.

Berdasarkan data ITC, Arab Saudi mengimpor kopi dari seluruh dunia sejak 2013 sebanyak 47.640 ton. Selanjutnya, sebesar 44.660 ton pada 2014, sebanyak 49.430 ton pada 2015, sebanyak 56.860 ton pada 2015, dan sebanyak 47.720 ton pada akhir 2016.

"Salah satu produk kopi Indonesia yang menembus pasar Arab Saudi adalah merek Selera Kita yang diproduksi oleh Sinar Prima Food. Setelah dinyatakan lulus hasil uji Saudi Food and Drug Authority (SFDA), pada minggu pertama Juni ini, Sinar Prima Food melakukan ekspor perdana satu kontainer dengan berat kotor 4,79 ton kopi ke Arab Saudi," terangnya.

Produknya meliputi kopi gula sachet, kopi cappucino sachet, kopi bubuk 100 gram gusset, kopi bubuk 165 gram gusset, kopi cappucino paper cup, kopi susu telor madu jahe (STMJ) sachet.

"Sejak Februari 2017, Sinar Prima Food telah berkomunikasi intensif dengan Al-Ghammah Est yang merupakan perusahaan importir Arab Saudi yang rutin mendatangkan produk Indonesia ke Arab Saudi," pungkasnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dalam sambutannya saat Rembuk Nasional 2017 (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:51 WIB

Kebanyakan Regulai Menumpuk Hambat Kecepatan Pembangunan

Presiden Joko Widodo menjelaskan kebanyakan regulasi yang bertumpuk memiliki potensi tumpang tindih sehingga rentan menghambat kecepatan pembangunan Indonesia.

Ilustrasi Anggota Polri/ Brimob (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:41 WIB

Upaya Pemberantasan Korupsi Bisa Dimulai dari Internal Polri Secara Menyeluruh

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas meragukan kesiapan Polri terkait dengan rencana membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi.

Miryam S. Haryani. (Foto: IST)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:34 WIB

Anggota DPR Miryam S Haryani Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:28 WIB

Kapolri Tito Klarifikasi Pemberitaan Soal Korban Pemerkosaan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan 18 organisasi aktivis pemerhati perempuan, didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes Polri untuk melakukan klarifikasi atas sebuah…

Workshop Pengendalian dan Pengawasan Koperasi Bagi Aparatur Kabupaten/Kota di Jawa Timur, di Kota Batu, Malang, Senin (23/10).

Senin, 23 Oktober 2017 - 22:24 WIB

Pemerintah Awasi 12 Koperasi Bermasalah Ini

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengawasi dan mewaspadai keberadaan 12 koperasi bermasalah dan melakukan praktik menyimpang.