Industri Asuransi Jiwa Raup Pendapatan Rp56,9 Triliun Triwulan I

Oleh : Herry Barus | Kamis, 15 Juni 2017 - 06:46 WIB

Ilustrasi Asuransi (bisnisasuransiindo.com)
Ilustrasi Asuransi (bisnisasuransiindo.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri asuransi jiwa meraup pendapatan Rp56,9 triliun pada triwulan I 2017 atau tumbuh 16,4 persen dibanding periode sama pada 2016 yang sebesar Rp48,9 triliun.

Pendapatan asuransi jiwa tersebut juga ditopang melejitnya premi bisnis baru yang naik 34,9 persen menjadi Rp25,79 triliun, sedangkan premi lanjutan tumbuh 13,8 persen menjadi Rp17,38 triliun, kata Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim di Jakarta, Rabu (14/6/2017)

"Pertumbuhan ini juga didorong pulihnya ekonomi nasional dan naiknya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa," ujar dia.

Menurut data AAJI, pendapatan premi dari saluran distribusi asuransi melalui bank (bancassurance) yang meningkat 47,5 persen. Jaringan "bancassurance" menyumbang 40 persen dari total premi. Sedangkan jaringan keagenan tumbuh 11,9 persen dengan kontribusinya 39,2 persen, disusul oleh saluran distribusi alternatif yang juga meningkat 18,6 persen dan berkontribusi sebesar 20,9 persen.

Sedangkan sumber pendapatan lainnya, yakni investasi, Hendrisman melanjutkan, tumbuh 21,3 persen atau menjadi Rp420,82 triliun dari periode sama tahun lalu sebesar Rp346 triliun. Porsi investasi menjadi penyumbang utama dari kenaikan aset yang sebesar 19,8 persen, atau senilai Rp475,75 triliun dibanding periode sama 2016 yang sebesar Rp397,25 triliun.

"Ini juga tumbuh berdasarkan peningkatan literasi yang terus digalakkan terhadap masyarakat Indonesia. Kami optimistis kinerja industri asuransi jiwa akan meningkat signifikan di sepanjang tahun 2017 nantinya," katanya.

Meskipun premi tumbuh positif, klaim yang harus dibayarkan industri asuransi jiwa juga meningkat 11,6 persen menjadi Rp24,05 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp21,55 triliun.

"Klaim Nilai Tebus (Surrender), meningkat menjadi Rp13,27 triliun," ucap Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar-Lembaga AAJI Christine Setyabudhi.

Sedangkan klaim penarikan sebagian naik 16,4 persen menjadi Rp3,86 triliun, atau 16 persen dari total klaim. Adapun klaim kesehatan sebesar Rp2,19 triliun.

Sedangkan jumlah masyarakat yang menjadi tertanggung asuransi jiwa secara individu sebesar 59,2 juta orang atau naik tujuh persen. Untuk total tertanggung kumpulan naik 11,9 persen menjadi 41,6 juta orang.

"Pertumbuhan total tertanggung ini, menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi dan pemahaman tujuan berasuransi untuk jangka panjang sudah semakin naik," kata Kepala Departemen Hubungan Antar Lembaga AAJI Nelly Husnayati.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT PP

Jumat, 20 Juli 2018 - 21:04 WIB

Dewan Komisaris PTPP Kunjungi Proyek Runway 3 Bandara dan Urbantown

Jakarta PT PP Tbk tengah mengerjakan proyek pembangunan Runway 3 Section 2 Bandara Soekarno Hatta. Melihat kebutuhan Runway Eksisting yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas, maka diperlukan…

China dan Amerika

Jumat, 20 Juli 2018 - 20:04 WIB

Perang Dagang, RI berpotensi jadi Repacking produk China

Dirjen Perundingan Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengungkapkan beberapa hal yang harus diwaspadai dari perang dagang AS-China. Salah satunya adalah…

Pameran "Karya Kreatif Indonesia-Pameran Kerajinan UMKM Binaan Bank Indonesia

Jumat, 20 Juli 2018 - 19:52 WIB

BI Terapkan Tiga Hal Ini Pasarkan UMKM Go Internasional

Bank Indonesia (BI) menyatakan, pameran "Karya Kreatif Indonesia-Pameran Kerajinan UMKM Binaan Bank Indonesia tidak saja untuk mengangkat karya kreatif dan UMKM binaan BI kepada masyarakat luas,…

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 17:50 WIB

Pemerintah Harus Dorong Intensifikasi Jagung Nasional

Pemerintah harus dapat mendorong beragam upaya intensifikasi dalam rangka meningkatkan produktivitas komoditas jagung nasional sehingga ke depannya Indonesia juga bisa benar-benar berswasembada…

Telur ayam (Foto Dok Industry.c.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 17:45 WIB

Pemerintah Perlu Dalami Permasalahan Pasokan Telur Ayam

Pemerintah perlu benar-benar mendalami berbagai hal yang terkait dengan permasalahan berkurangnya pasokan telur ayam ke berbagai daerah yang juga mengakibatkan melonjaknya harga komoditas tersebut.