INDUSTRY.co.id - Jakarta - Langkah PT Yili Indonesia Dairy menggelontorkan investasi sebesar Rp1,9 triliun dari rencana total sebesar Rp2,5 triliun mendapat apresiasi dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Hal ini menjadi bukti bahwa para pelaku industri makanan dan minuman makin percaya diri dan optimis terhadap iklim usaha yang makin kondusif di tanah air meskipun berada ditengah dampak dari pandemi Covid-19.
“Industri makanan dan minuman juga sebagai motor utama kepada pertumbuhan industri pengolahan nonmigas karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang terus meningkat,” kata Menperin Agus pada Peresmian Pabrik Es Krim PT Yili Indonesia Dairy di Bekasi, Jumat (10/12/2021).
Walaupun terkena dampak pandemi Covid-19, PDB industri mamin masih mampu tumbuh sebesar 3,49% pada triwulan III Tahun 2021, sejalan dengan pertumbuhan PDB nasional sebesar 3,51%.
“Pada periode yang sama, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 38,91% terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya subsektor dengan kontribusi PDB terbesar,” sebut Menperin Agus.
Pada periode Januari-Oktober 2021, ekspor dari industri mamin mencapai USD36,9 miliar, naik 52% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar USD24,2 miliar.
Bahkan, industri mamin mampu menarik investasi sebesar Rp48,5 triliun sampai dengan triwulan III tahun 2021, dan secara keseluruhan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang.