INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur Jenderal UNIDO, Li Yong menerangkan transformasi digital merupakan kunci untuk mendorong produktivitas dan memperkuat pemulihan global. 

Upaya ini sebagai aspek terpenting dalam pencapaian agenda Sustainable Development tahun 2030, khususnya dengan dampak pandemi yang masih berjalan saat ini, dan di saat komunitas international mulai membangun kembali perekonomiannya.

“Konvergensi teknologi dan perkembangan teknologi yang eksponensial memberikan banyak peluang untuk merealisasikan keuntungan-keutungan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Transformasi digital di sektor industri juga mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan kaum muda di industri di masa mendatang,” paparnya di pembukaan RCID ke-2 di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Namun, untuk menjaring sebesar-besarnya potensi dari industri di masa depan, sangat penting bagi pemerintah untuk menyiapkan negaranya dengan baik melalui upaya terpadu dan kerja sama dengan multistakeholder di level nasional, regional, dan internasional.

Untuk itu, UNIDO sedang membangun framework strategis yang akan mengutamakan pendekatan industri 4.0 di seluruh fungsi organisasi. 

“Kami terbuka bagi konsultasi untuk memastikan semua negara dapat memperoleh keuntungan dari revolusi industri 4.0 ini. UNIDO juga akan menggunakan keahliannya dan kemampuannya untuk mengumpulkan para ahli terbaik untuk mendukung transformasi digital,” tuturnya.

Li Yong berharap, kontribusi konferensi RCID ke-2 ini untuk memperkuat kerja sama regional untuk akselerasi adopsi teknologi industry 4.0 dengan dikungan ISID dan agenda Sustainable Development pada 2030. 

“Saya yakin platform ini akan mengidentifikasi area-area prioritas yang dapat membantu kawasan ini untuk memaksimalkan peluang industri 4.0, juga untuk memberikan input bagi Asia Pasifik dalam diskusi G20 pada 2022,” tandasnya.