INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Regional Conference on Industrial Development (RCID) ke-2 merupakan forum bagi negara-negara di Kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pandangan, kebijakan, pengetahuan, dan gagasan dalam pembangunan industri.
“Dalam konteks kekinian, forum ini berfokus pada bagaimana menjawab tantangan-tantangan terkait pemulihan kesehatan global, transformasi industri 4.0, dan transisi energi menuju green industry untuk menjamin pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan,” terang Menteri Agus di pembukaan RCID ke-2 di Jakarta, Rabu (10/11/2021).
Menperin menjelaskan, konferensi RCID ke-2 merupakan tindak lanjut dari suksesnya penyelenggaraan RCID pertama yang dilaksanakan pada 8-9 November 2018 di Bali yang menghasilkan Bali Industry 4.0 Agenda.
RCID ke-2 ini juga akan menjadi tonggak penting menuju persiapan pertemuan TIIWG G-20 yang akan berlangsung pada tahun 2022.
“Indonesia menyatakan siap menyuarakan aspirasi-aspirasi dari negara-negara, khususnya negara-negara berkembang non G-20 dalam forum-forum G20,” tutur Menperin
Menurut Menperin, selama dua tahun ini, dunia bergulat dengan pandemi Covid-19. Di setiap negara, ada banyak rupa kisah tentang kesedihan, penderitaan, dan keharuan.
“Bagaimana tidak, pandemi telah menciptakan efek domino yang menyebabkan krisis multidimensi, tidak hanya di bidang kesehatan tetapi juga ekonomi, dan sosial,” ujarnya.
Di masa awal pandemi, hampir seluruh masyarakat gagap menghadapi situasi yang sedemikian cepat berubah.
Tetapi perlahan namun pasti, resiliensi yang terbangun akibat hantaman pandemi membuat semua masyarakat mulai mampu beradaptasi dengan segala perubahan dan disrupsi yang terjadi.
“Sungguh, pandemi adalah obat pahit yang harus kita telan untuk pulih, bangkit, dan tumbuh lebih kuat. Lebih lanjut, pandemi ini memaksa seluruh negara melakukan reset terhadap ekonomi, meninjau seluruh kebijakan ekonomi, segala perencanaan yang telah disusun harus dirubah dan dievaluasi kembali, karena dunia sudah berubah dan tidak akan kembali seperti dulu kala,” paparnya.
Kesempatan perubahan tersebut harus dijadikan momentum bagi setiap negara untuk melihat dan mempelajari lagi kekuatan-kekuatan yang dimiliki, serta memposisikan diri dalam persiapan menghadapi pandemi yang akan muncul kembali di masa mendatang.
“Ke depan, ada tiga kata kunci yang akan menjadi arah dalam melewati pandemi, memperkuat sektor kesehatan, melakukan transformasi digital dan transisi energi menuju green industry,” imbuhnya.
Menperin berharap, konferensi ini berlangsung produktif dan menghasilkan rekomendasi bagi upaya kawasan untuk mempercepat adopsi industri 4.0 untuk Inclusive Sustainable Industrial Development (ISID), meningkatkan kesiapan pelaku IKM di kawasan untuk penyerapan industri 4.0 di masa Covid-19, serta menyusun kerangka ekosistem Industri 4.0 sebagai acuan global untuk mempercepat industri 4.0 bagi ISID.