INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pada Konferensi Regional Conference on Industrial Development (RCID) ke-2 ini akan ada terobosan dalam komitmen percepatan implementasi industri 4.0 untuk sektor manufaktur yang inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan tema konferensi ini.
“Visi bersama, semangat kolaborasi dan langkah kebersamaan menjadi kunci utama kebangkitan sektor industri di kawasan Asia Pasifik, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Menko Airlangga pada pembukaan RCID ke-2 di Jakarta, Rabu (10/11/2021).
Lebih lanjut,pelaksanaan RCID ke-2 dengan tema “Acceleration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable Industrialization”, diharapkan pula dapat menghasilkan gagasan dan terobosan dalam mempercepat penerapan industri 4.0 di negara berkembang dan kurang berkembang, khususnya dalam aspek partisipasi UMKM pada global value chain (GVC), penguatan sumber daya manusia UMKM, implementasi sirkular ekonomi, dan optimalisasi penggunaan sumber daya alam melalui industri hijau, terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini.
Airlangga menambahkan, bagi Indonesia, RCID ke-2 merupakan momentum strategis kepresidenan G20 Indonesia mulai 1 Desember 2021 dengan tema “recover stronger, recover together”.
Tema tersebut menetapkan visi bahwa tidak ada yang tertinggal dan bahwa pemulihan dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi bukanlah sebuah kontes. Selain itu, menunjukkan harapan dan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kemitraan global, sebagai upaya mengatasi dampak pandemi.
“Pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 akan difokuskan pada empat pilar untuk mendorong produktivitas, meningkatkan stabilitas dan ketahanan ekonomi, memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberdayakan lingkungan dan kemitraan,” sebutnya.
Selanjutnya, di bawah Presidensi Indonesia di G20, untuk pertama kalinya isu industri masuk menjadi salah satu isu utama. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan sektor industri ke dalam Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20.
“TIIWG akan fokus untuk memberikan pemulihan yang kuat bagi ekonomi G20, termasuk dengan membuat kemajuan dalam diskusi G20 tentang industri 4.0, untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Airlangga.
Dalam konteks itu, RCID ke-2 ini dinilai sebagai forum pengantar untuk membahas isu-isu terkait Industri 4.0, dan mempersiapkan masukan Regional Asia Pasifik untuk dibahas dalam forum G20.