INDUSTRY.co.id - Jakarta, Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Mei 2017 terjadi inflasi sebesar 0,39 persen di 70 kota. Inflasi terjadi karena kenaikan harga di seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Advertisement

"Inflasi tertinggi terjadi di kota Tual sebesar 0,96 persen, sedangkan yang terendah terjadi di kota Sampit dan Bulukumba masing-masing sebesar 0,02 persen," ungkap Kepala BPS, Suhariyanto saat konferensi pers di kantor BPS, Jakarta (2/6/2017).

Seperti diketahui, tingkat inflasi tahun kalender Januari-Mei 2017 sebesar 1,67 persen, sedangkan tingkat inflasi dari Mei tahun 2017 terhadap mei 2016 sebesar 4,33 persen.

Advertisement

Ia menambahkan, sebagian besar kelompok pengeluaran memberikan sumbangan inflasi diantaranya, kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik,gas dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok kesehatan, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

"Kelompok bahan makanan memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di bulan Mei 2017, yaitu sebesar 0,39 persen," terangnya.

Advertisement

Sementara itu,lanjut Suhariyanto, komponen inti pada bulan Mei 2017 mengalami inflasi sebesar 0,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,62 pada bulan April 2017 menjadi 120,81 pada bulan Mei 2017. Sedangkan untuk komponen energi mengalami inflasi sebesar 1,04 persen di bulan Mei 2017.

"Komponen yang harganya diatur oleh pemerintah mengalami inflasi 0,69 persen, komponen yang harganya bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,91 persen," tutup Suhariyanto.

Advertisement