INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ekonomi nasional mulai bangkit dan terkonfirmasi pulih secara merata diseluruh Indonesia.

Advertisement

Hal ini sebutnya lantaran kontribusi nyata dari aksi belanja negara.

"Kerja Keras APBN semakin nyata, pemulihan ekonomi nasional semakin merata!," ujar Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangan persnya dalam APBN KiTa, pada Rabu (27/10/2021).

Advertisement

"Kinerja APBN terus membaik untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional," sambungnya.

Mantan direktur Bank Dunia tersebut menjelaskan bahwa hingga saat ini, pendapatan negara tercatat sudah mencapai Rp1.354,8 triliun atau tumbuh 16,8%. 

Advertisement

Pertumbuhan tersebut bersumber dari meningkatnya penerimaan pajak, dimana sampai dengan September lalu sudah mencapai 13,2%.

"capaian ini semakin mendekati target APBN 2021 yaitu 14,7%," ungkapnya.

Advertisement

Tak hanya itu, Sri Mulyani juga menyebut bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai juga tumbuh 29%, sehingga realisasi PNBP yang hingga September 2021 sudah mencapai 107,6% dari target APBN 2021. 

Kemudian belanja negara sampai September 2021 juga terus bertumbuh yakni telah mencapai Rp1.806,8 triliun atau tumbuh minus 1,9%.

"Hal ini dikarenakan akselerasi kebutuhan belanja di periode sebelumnya," ujarnya.

Selain itu, pembiayaan anggaran juga mengalami penurunan yaitu hanya mencapai Rp621,9 T atau turun 20,7% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp784,6 T pada periode yang sama. 

"Ini menggambarkan kelanjutan konsolidasi fiskal sudah mulai berjalan sesuai yang kita harapkan," ujarnya.

Menurut Menkeu, setelah mengalami lonjakan kembali kasus covid-19 pada Juni-Agustus, kinerja ekonomi semakin membaik.  

Hal ini menurutnya tercermin dari peningkatan PMI Manufaktur Indonesia yang berhasil kembali ke jalur ekspansi. Bahkan di antara ASEAN-5 Indonesia mampu mencapai PMI Manufaktur tertinggi yaitu 52,2.

Untuk itu, dirinya mengaku optimistis, pertumbuhan ekonomi di Q3-2021 diperkirakan akan berada pada kisaran 4,5 persen.

Pertumbuhan ini sendiri, jelas Sri Mulyani ditopang oleh beberapa faktor seperti menguatnya konsumsi masyarakat, aktivitas investasi yang meningkat dan naiknya kinerja ekspor yang didorong berlanjutnya tren harga komoditas serta pemulihan ekonomi yang merata di berbagai wilayah.

"Walaupun ekonomi global dan domestik terus menunjukkan perbaikan, tapi kita masih terus perlu waspada dan akselerasi vaksinasi harus terus dilakukan di berbagai daerah," tandas Sri Mulyani.