INDUSTRY.co.id, Palembang - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Provinsi Sumatera Selatan merupakan cikal bakal lahirnya konsep wisata olahraga di Tanah Air karena daerah ini berhasil menaikkan pertumbuhan sektor pariwisata melalui peran sebagai tuan rumah ajang olahraga skala internasional.

Provinsi Sumatera Selatan, memilik potensi untuk menjadi wisata olaharaga di Indonesia, ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Karena, daerah ini berhasil menaikkan pertumbuhan dalam sektor pariwisatanya sebagai tuan rumah ajang olahraga skala internasional.

"Sebelumnya, di Sumatera Selatan sudah ada wisata MICE (Meetings, Inventions, Conferences, dan Exhibitions). Namun, muncul sport tourism, yang bisa dikatakan daerah ini merupakan cikal bakalnya karena hingga kini belum ada daerah yang bisa," kata Arief, melansir dari antara, Jakarta (31/5/2017)

Arief ke Palembang dalam rangka peletakan batu pertama, didua gedung baru Politeknik Pariwisata Palembang di Kompleks Olahraga Jakabaring.

Menurut Arief, antara wisata MICE dan wisata olahraga terbilang setara.Terkait dengan kontribusinya terhadap kunjungan wisatawan mancanegara, oleh karena itu, dia sangat mengharapkan Poltekpar Palembang nantinya menambah program studi sport tourism dari empat program studi yang sudah ada.
 
Terkait dengan MICE, tambah dia, sudah ada prodi pengelolaan event. Namun, untuk sport tourism belum ada.

"Saya berharap nanti dibuka. Ini suatu peluang emas karena sejatinya Sumsel sudah memilikinya, bukan hanya potensinya, melainkan juga fasilitasnya. Saat ini kawasan Jakabaring Sport City meliputi lahan seluas 335 hektare," kata Arief.

Ketika Palembang menjadi tuan rumah ajang skala internasional, sejatinya promosi yang dilakukan setara dengan biaya pelaksanaan kegiatan tersebut, dan Sumsel tidak kesulitan untuk mempromosikan daerahnya.

"Ketika Palembang dipercaya sebagai penyelenggara MotoGP, sama halnya melakukan promosi dengan biaya Rp1 triliun. Palembang akan dikenal secara luas," katanya.

Namun, lanjut dia, manfaat itu tidak diperoleh secara langsung saat MotoGP itu dilaksanakan. Manfaat baru diperoleh setelah event itu karena diperkirakan hampir 60 persen dari tamu negara akan kembali lagi ke Palembang sebagai wisatawan dengan membawa para kerabatnya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi harusnya memanfaatkan momen MotoGP itu untuk mempromosikan hal lain, seperti wisata sejarah, fesyen, kuliner, dan alam, sambung Menpar.

"Saya rasa destinasi wisata andalan Kota Palembang, ya, tetap Sungai Musi, bukankah ada 33 titik destinasi baru di dekat sungai," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Irene Camalyn berharap Sumsel sangat berperan dalam peningkatan jumlah wisatawan asing pada tahun 2018, yakni saat menjadi tuan rumah Asian Games dan MotoGP.

"Sumsel diharapkan memberikan andil 200.000 wisatawan mancanegara dan 15 juta wisatawan nusantara. Untuk itu, pemprov telah menggarap dua kota, yakni Palembang dan Pagaralam," pungkas Irene.