INDUSTRY.co.id - Jakarta, Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya dipersiapkan sebagai perhelatan olahraga motorsport internasional. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menempatkan MotoGP Mandalika sebagai salah satu penggerak pariwisata dan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

Sejumlah kerja sama dengan mitra strategis ditandatangani untuk memperkuat kesiapan penyelenggaraan, terutama dari sisi akomodasi, transportasi, konektivitas, hingga paket perjalanan wisata.

Chairman MotoGP Indonesia sekaligus Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik dan lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Buat kami ini menjadi sangat penting, karena kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa kami mempersiapkan lebih baik. Lebih baik, lebih rapi, termasuk unsur konektivitas, unsur akomodasi, dan yang paling penting juga adalah dukungan-dukungan dari pihak-pihak lain,” ujar Troy.

Menurutnya, keterbatasan akomodasi di kawasan Mandalika menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui kolaborasi lintas sektor. Karena itu, ITDC bersama para mitra menyiapkan sejumlah paket bundling yang menggabungkan tiket MotoGP dengan kebutuhan perjalanan wisatawan.

“Betul bahwa memang ada keterbatasan akomodasi di Mandalika. Namun bagaimana caranya kita mempersiapkan dengan paket-paket bundling yang sudah dipersiapkan antara panitia dengan beberapa partner yang sudah kita ajak kerja sama,” katanya.

Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perusahaan dari sektor perjalanan, penerbangan, perbankan, perhotelan, hingga transportasi laut. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Pelita Air, dan TransNusa turut disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju Lombok.

Troy mengatakan, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, maskapai juga berpotensi menambah penerbangan atau extra flight untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penonton.

“Dengan nanti pelaksanaan MotoGP di bulan Oktober, berdasarkan pengalaman biasanya dilakukan pengadaan extra flight,” ujarnya.

Selain transportasi udara, ITDC juga menyiapkan alternatif akomodasi. Salah satunya melalui camping ground dan hotel terapung yang diharapkan dapat menambah pilihan tempat menginap bagi penonton.

“Beberapa fasilitas baru, kita menyediakan seperti camping ground, ini juga kita siapkan sebagai jawaban untuk akomodasi,” kata Troy.

Dari sisi target, penyelenggara mematok angka sekitar 145 ribu penonton untuk MotoGP Mandalika 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah penonton pada penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 140 ribu orang.

Sementara itu, dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP tahun lalu disebut mencapai Rp4,9 triliun.

Namun, ITDC belum menetapkan angka pasti target dampak ekonomi untuk tahun ini. Perhitungan akan dilakukan setelah seluruh rangkaian MotoGP selesai.

“Kalau targetnya berapa, kita akan hitung setelah GP selesai. Jadi penonton, kemudian dampak, itu semua kita hitung setelah MotoGP-nya selesai,” ujar Troy.

Ia berharap dampak ekonomi MotoGP tahun ini dapat melampaui capaian sebelumnya, mengingat dukungan pemerintah dan stakeholder dinilai semakin kuat.

“Ini menjadi bagian dari pergerakan ekonomi Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Dampak Meluas ke Senggigi, Mataram hingga Gili

Pergerakan wisatawan selama MotoGP tidak hanya diharapkan berhenti di kawasan Mandalika. Menurut Troy, tingginya permintaan akomodasi mulai memberikan efek rambatan ke sejumlah destinasi lain di Lombok.

“Dari rakor kami dengan Pak Gubernur, Mandalika sudah pasti 100 persen, sudah sampai berdampak ke Senggigi. Mataram sudah pasti berdampak,” ujarnya.

ITDC berharap wisatawan yang datang untuk menyaksikan MotoGP juga memperpanjang masa tinggal mereka dan mengunjungi destinasi lain, termasuk kawasan Gili.

Troy memperkirakan penonton mulai berdatangan sejak Kamis sore sebelum balapan utama pada akhir pekan. Mereka kemudian berpotensi memperpanjang kunjungan hingga Senin atau Selasa.

“Ini bukan hanya nonton GP, tapi juga mereka untuk berlibur,” katanya.

Troy menuturkan, Mandalika kini tidak lagi hanya menawarkan sirkuit. Berbagai fasilitas olahraga, kuliner, dan rekreasi semakin melengkapi kawasan tersebut.

“Sekarang bukan hanya sirkuit. Kita punya tempat padel, kita punya tempat bola basket, kulinernya juga semakin banyak, akomodasinya juga semakin beragam,” ujar Troy.

Dua Pembalap Indonesia Jadi Magnet

Kehadiran dua pembalap Indonesia di MotoGP Mandalika 2026 juga dinilai menjadi daya tarik tambahan. Roy mengatakan antusiasme tersebut tercermin dari penjualan tiket.

Troy mengungkapkan, tiket kategori early bird bahkan habis dalam waktu sekitar satu pekan setelah diluncurkan dan kini penjualan telah memasuki tahap pre-sale berikutnya.

“Penyediaan tiket early bird itu habis dalam waktu satu minggu setelah diluncurkan. Artinya mereka punya semangat untuk nonton,” katanya.

Troy menyebut keberadaan pembalap Indonesia menjadi salah satu faktor yang mendorong minat penonton. Selain itu, kehadiran nama-nama besar seperti Marc Marquez juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar MotoGP.

Ia berharap kedua pembalap Indonesia tersebut mampu bersaing hingga podium.

“Kita berharap yang Indonesia, yang dua orang ini, paling tidak harus masuk di podium. Ada tiga podium, insyaallah kita bisa masuk,” ujarnya.

Menurut Troy, antusiasme terhadap pembalap lokal juga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang yang menyatukan masyarakat.

“Ini juga yang saya bisa sampaikan bahwa kecintaan masyarakat dan semangat kebangsaannya teruji di sini. Kan olahraga bisa membawa semuanya,” katanya.

Bundling Tiket hingga Cargo Handling

Penguatan ekosistem perjalanan menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama penyelenggaraan MotoGP 2026. ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengembangkan program bundling yang mengintegrasikan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia dengan akomodasi, transportasi udara dan laut, serta layanan airport hospitality.

Troy menyebut skema tersebut diharapkan menjawab persoalan yang selama ini kerap muncul terkait akses menuju Mandalika.

“Kalau pertanyaan kita kesulitan akomodasi, kesulitan transportasi, rasanya akan terjawab dengan apa yang kita tanda tangani pada sore hari ini,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut juga mencakup travel package hingga cargo handling. Menurut Roy, cargo handling merupakan salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan MotoGP karena pergerakan logistik balapan sudah dimulai sekitar dua pekan sebelum event berlangsung.

ITDC dan MGPA juga menekankan bahwa kerja sama dengan BUMN maupun sektor swasta bukan sekadar untuk kepentingan penyelenggaraan satu event.

“Kerja bersama ini adalah untuk membawa nama Indonesia ke dunia, membawa Mandalika ke dunia,” kata Troy.

Ia berharap MotoGP terus digelar di Indonesia dan memberikan dampak ekonomi serta promosi destinasi yang semakin luas.

“Harapan kami dengan kita berkolaborasi sore hari ini, bukan hanya perjalanan untuk hari ini dan besok, tapi juga untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain dampak ekonomi, MotoGP Mandalika juga dinilai memberikan keuntungan dari sisi reputasi, branding, dan pemberitaan internasional. Roy mengapresiasi media yang selama ini ikut mengangkat narasi positif mengenai penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Dengan persiapan konektivitas, akomodasi, fasilitas hiburan, serta dukungan berbagai mitra tersebut, penyelenggara berharap MotoGP Mandalika 2026 tidak berhenti sebagai agenda balap selama satu akhir pekan, melainkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal Lombok dan destinasi lain di Nusa Tenggara Barat.