INDUSTRY.co.id - Singapura - Sentosa Development Corporation (SDC) memperkenalkan babak baru untuk Greater Sentosa Master Plan (GSMP), sebuah rencana transformasi jangka panjang yang akan mengintegrasikan Sentosa dengan Brani sehingga secara bertahap memperluas area pulau rekreasi dan ruang hijau di Singapura tersebut selama dua dekade mendatang.

Visi ini, bersama sejumlah konsep landmark baru, diperkenalkan untuk pertama kalinya dalam sesi pembukaan pameran "Your Island. Reimagined." di VivoCity. Melalui pameran tersebut, SDC mengajak warga Singapura melihat langsung rencana pengembangan Greater Sentosa, serta ikut memberikan masukan mengenai masa depan pulau yang telah menjadi bagian dari kenangan masyarakat Singapura selama lebih dari lima dekade.

Greater Sentosa akan mencakup Sentosa dan Brani yang memiliki luas 120 hektare. Kawasan ini diharapkan membuka ruang baru untuk pengembangan hotel, atraksi, dan berbagai pengalaman baru, tanpa menghilangkan karakter serta unsur alam yang menjadi ciri khas Sentosa. Setelah seluruh rencana terealisasi, Greater Sentosa diproyeksikan mampu menarik jumlah pengunjung dua kali lipat dibandingkan saat ini.

"Selama lebih dari lima dekade, Sentosa telah menyambut generasi demi generasi warga Singapura dan pengunjung dari seluruh dunia. Pulau ini telah menjadi tempat yang menyimpan banyak kenangan berkesan sehingga dicintai banyak orang. Dalam banyak hal, Sentosa telah menjadi salah satu ikon Singapura di mata dunia," ujar Thien Kwee Eng, Chief Executive Officer, Sentosa Development Corporation.

"GSMP merupakan transformasi terbesar dalam sejarah SDC. Kami akan tetap menjaga karakter dan identitas pulau ini, serta menghadirkan pengalaman kelas dunia untuk generasi berikutnya. Sebelum seluruh rencana ini terwujud, kami ingin membagikan visi ini secara terbuka, mengajak warga Singapura yang ingin melihat seperti apa masa depannya, dan bersama-sama ikut membentuknya."

Dengan visi membangun Sentosa sebagai "Island Playground and Sanctuary in a Global City", GSMP akan menghadirkan landmark baru, pantai dan pesisir yang ditata ulang, pengembangan yang berfokus pada alam, serta konektivitas yang lebih baik. Seluruh elemen tersebut akan menambah alasan bagi warga Singapura dan wisatawan untuk kembali menikmati Sentosa, baik untuk rekreasi maupun bersantai.

Rencana ini melanjutkan mandat SDC untuk mengembangkan, mengelola, dan mempromosikan Sentosa sebagai pulau rekreasi bagi warga Singapura dan wisatawan. Selama beberapa dekade, Sentosa berkembang menjadi destinasi yang dikenal melalui pantai, atraksi, resor, dan berbagai pengalaman gaya hidup, sekaligus tetap mempertahankan kekayaan alamnya.

Melalui GSMP, SDC ingin memperkuat daya tarik Singapura sebagai destinasi, serta mempertahankan peran Sentosa sebagai destinasi untuk menikmati alam dan beristirahat. Upaya tersebut mencakup penguatan kawasan alam, warisan budaya, pesisir, dan ruang hijau sehingga Sentosa tetap menjadi tempat bagi pengunjung untuk bermain, berkumpul, bersantai, dan menikmati waktu bersama.

Transformasi Jangka Panjang Menuju Destinasi Pulau Kelas Dunia

Transformasi Greater Sentosa akan dilakukan secara bertahap, dan sejumlah proyek dijadwalkan mulai hadir pada awal 2030-an. Lewat pendekatan ini, SDC menghadirkan pengalaman baru secara bertahap dan menyesuaikan perkembangan Sentosa dengan perubahan kebutuhan di bidang rekreasi, gaya hidup, dan pariwisata.

Salah satu proyek utama dalam rencana tersebut adalah Brani West, salah satu kawasan pengembangan atraksi terbesar dalam GSMP. SDC saat ini tengah berdiskusi dengan sejumlah calon mitra untuk mendukung rencana menghadirkan pengalaman baru dan memperbarui atraksi yang ada, serta memperkuat daya tarik Greater Sentosa bagi warga Singapura dan wisatawan mancanegara.

Landmark Baru untuk Memperkuat Daya Tarik Sentosa

Melalui GSMP, Sentosa akan menghadirkan sejumlah landmark baru yang memadukan rekreasi, alam, hiburan, dan eksplorasi. Salah satunya, Imbiah Canopy, sebuah landmark dan titik pandang di puncak Gunung Imbiah.

Kawasan ini akan dilengkapi atraksi, restoran, gerai ritel, serta ruang acara yang terlindung dari cuaca. SDC juga merencanakan tree-top skywalk yang menghubungkan berbagai pengalaman dan jalur berbasis alam, serta menyediakan jalur berjalan kaki yang nyaman menuju Pantai Siloso.

Rencana tersebut akan dilengkapi Imbiah Lookout Walk, jalur berjalan kaki berupa kanopi hutan yang ditinggikan dan terlindung dari cuaca. Jalur ini akan menghubungkan Sensoryscape dengan Imbiah Lookout sehingga memberikan akses ke berbagai jalur berjalan kaki di Sentosa. Atraksi berbasis alam juga akan mendorong pengunjung menjelajahi hutan sekunder dan bangunan bersejarah di Gunung Imbiah.

Pada tahap berikutnya, jalur alam dan objek warisan budaya akan diperluas hingga akhirnya terhubung dengan Southern Ridges di daratan utama. Sejumlah rencana ke depan juga mencakup jalur hijau di Brani, Serapong, dan Imbiah hingga menjadi sebuah jaringan area hijau, didukung konektivitas ekologi Greater Sentosa yang semakin baik agar para tamu dapat mengeksplorasi alam.

Di area pantai, Sensorium dirancang sebagai landmark baru yang menghadirkan berbagai atraksi gaya hidup dan dalam ruang, termasuk venue multifungsi untuk acara dan festival. Kawasan tersebut akan dilengkapi ruang hijau yang meningkatkan kenyamanan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung, serta mencerminkan komitmen SDC terhadap isu keberlanjutan.

Pengunjung juga dapat menantikan sejumlah pengalaman baru di Resorts World Sentosa, termasuk proyek Waterfront Lifestyle Development yang ditargetkan selesai pada 2030, serta SUPER NINTENDO WORLD™ di Universal Studios Singapore.
Pantai dan Pesisir yang Lebih Hidup

Pantai Siloso, Palawan, dan Tanjong akan direvitalisasi bersamaan dengan penerapan langkah-langkah perlindungan area pesisir. Penataan ini akan menghadirkan pengembangan gaya hidup dan ruang multifungsi yang dapat digunakan sepanjang hari hingga malam untuk rekreasi, bersantai, dan berbagai kegiatan komunitas.

SDC juga tengah mengeksplorasi berbagai pengalaman yang memanfaatkan kekayaan alam Sentosa, termasuk aktivitas pesisir, beach club, dan floating boardwalk yang menghubungkan sejumlah pulau kecil. Lewat pengalaman islet-hopping di sepanjang tiga kilometer garis pantai Sentosa, pengunjung dapat menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitar kawasan pantai sekaligus menikmati perairan dan alam Sentosa dari jarak dekat.

Sejumlah konsep yang tengah dikaji antara lain beach club dengan panorama matahari terbit dan terbenam serta treetop dining. Berbagai konsep tersebut akan menghidupkan kembali kawasan pantai Sentosa dan menjadikannya ruang yang lebih menarik dan fleksibel untuk berbagai aktivitas, baik pada siang maupun malam hari.

Memperkuat Konektivitas Menuju dan di Dalam Greater Sentosa

Akses menuju dan di dalam Greater Sentosa akan ditingkatkan melalui pengembangan konektivitas darat, udara, laut, dan kawasan tepi laut. Island Heart Transport Hub akan menjadi gerbang utama sekaligus titik kedatangan menuju Sentosa. Fasilitas ini akan menghubungkan Sentosa dengan Brani dan memudahkan warga Singapura maupun wisatawan untuk tiba, berkumpul, lalu melanjutkan perjalanan ke berbagai bagian pulau.

People Mover System yang baru juga direncanakan untuk menggantikan Sentosa Express. Sistem ini akan menyediakan koneksi yang lebih nyaman dari daratan utama menuju Island Heart dan berbagai area di pulau, dengan kapasitas angkut yang lebih besar untuk mengantisipasi penambahan jumlah pengunjung.

Bersama Singapore Cable Car, rencana layanan taksi air yang masih dalam tahap kajian, serta tambahan akses di kawasan tepi laut, perjalanan menuju dan di sekitar Greater Sentosa diharapkan menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Menyeimbangkan Pertumbuhan dengan Isu Keberlanjutan dan Alam

Seiring dengan perkembangan Greater Sentosa, GSMP kelak semakin memperkuat karakter Sentosa sebagai destinasi yang dekat dengan alam. Prinsip keberlanjutan, ketahanan terhadap perubahan iklim, kenyamanan termal, dan kelestarian ekosistem akan menjadi bagian penting dalam perencanaan jangka panjang. Pendekatan ini melanjutkan berbagai upaya seperti Cooling Sentosa.

Pengembangan mendatang akan mengintegrasikan ruang hijau, jalur pergerakan, infrastruktur hijau, dan pengalaman pengunjung untuk menciptakan lingkungan yang semakin nyaman, memperkuat konektivitas ekologis, serta memastikan pengalaman baru tetap menyatu dengan karakter alami Sentosa.

Sensoryscape, proyek pertama GSMP yang telah rampung, menjadi contoh awal dari pendekatan tersebut. Selain berfungsi sebagai koridor hijau sepanjang 350 meter yang menghubungkan Resorts World Sentosa dengan pantai-pantai di pulau itu, Sensoryscape memadukan taman imersif, desain universal, area teduh dan fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca, pengalaman digital, serta elemen pendukung ekosistem seperti tanaman asli dan koridor kupu-kupu.

Konsep tersebut membuktikan bahwa infrastruktur dapat meningkatkan kenyamanan termal, serta menciptakan pengalaman yang lebih menarik, mudah diakses, dan inklusif bagi pengunjung. Pendekatan ini juga turut memperkuat keanekaragaman hayati dan mengatur pergerakan pengunjung di kawasan tersebut.

Pendekatan terpadu ini akan menjadi acuan bagi pengembangan GSMP selanjutnya. Studi lingkungan dan konsultasi dengan kelompok pemerhati alam, baik yang telah dilakukan maupun yang direncanakan, akan membantu menentukan desain yang tangguh menghadapi perubahan iklim, memperkuat konektivitas ekologis, serta memastikan berbagai pengalaman baru tetap selaras dengan area perbukitan, ruang hijau, garis pantai, dan kawasan warisan budaya di Sentosa.

Upaya konservasi pantai juga akan meningkatkan ketahanan kawasan terhadap erosi dan kenaikan permukaan laut. Pada saat yang sama, langkah tersebut turut membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman baru di tepi perairan, termasuk jalur pesisir dan pengalaman islet-hopping.