INDUSTRY.co.id - Pandeglang – Aktivitas wisata di kawasan Tanjung Lesung, Banten, masih berlangsung normal di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berada pada status Level III atau Siaga.

Sejumlah fasilitas wisata, mulai dari akomodasi, pantai, hingga berbagai aktivitas rekreasi, tetap beroperasi seperti biasa. Wisatawan juga masih terlihat menikmati liburan di kawasan wisata pantai tersebut, terutama pada akhir pekan.
 
Manajemen Tanjung Lesung menyatakan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan kondusif bagi wisatawan.
 
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, pada 11 September 2026 periode pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).
 
PVMBG mencatat kondisi cuaca di sekitar gunung api cerah hingga berawan, dengan angin lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 26,5-29,5 derajat Celsius dengan kelembapan 67-83 persen.
 
Gunung api juga teramati dalam kondisi kabut 0-III. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 10-50 meter dari puncak.
 
Dalam rekomendasinya, PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
 
Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi dan rekomendasi resmi PVMBG serta BPBD setempat.
 
Penyelidik Bumi Madya Badan Geologi, Kementerian ESDM, Mochamad Nugraha Kartadinata menjelaskan bahwa posisi Tanjung Lesung berada sekitar 50 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
 
Dengan jarak tersebut, Tanjung Lesung berada jauh di luar radius 3 kilometer yang direkomendasikan sebagai zona yang tidak boleh dimasuki untuk melakukan aktivitas.
 
“Krakatau bukan hanya memiliki sejarah geologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten,” kata Nugraha saat berada di Tanjung Lesung Beach & Resort, KEK Tanjung Lesung.
 
 
Menurut dia, wisatawan tetap dapat beraktivitas di Tanjung Lesung dengan mengikuti ketentuan serta memantau informasi resmi pemerintah.
 
“Karena radius yang tidak boleh dimasuki untuk beraktivitas hanya 3 kilometer dari pusat erupsi. Jadi, kalau mau datang untuk berwisata, saya kira tidak masalah,” ujarnya.
 
Kondisi tersebut membuat sebagian wisatawan tetap melanjutkan agenda liburan yang telah direncanakan sebelumnya.
 
Salah satunya Yanuar (39), wisatawan asal Jakarta yang datang bersama keluarga. Ia mengaku sempat mencari informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum berangkat.
 
Setelah mengetahui jarak Tanjung Lesung dengan Gunung Anak Krakatau sekitar 50-60 kilometer, ia memutuskan tetap berlibur bersama keluarganya.
 
“Awalnya kami sempat mencari informasi dulu terkait erupsi ini. Setelah mengetahui lokasinya cukup jauh dari Tanjung Lesung, kami tetap melanjutkan rencana liburan. Sampai sekarang suasananya normal dan anak-anak juga menikmati liburannya,” kata Yanuar.
 
Ia bersama keluarganya menginap di Villa Bora, Tanjung Lesung Beach & Hotel.
 
Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, PVMBG, dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.
 
Menurut dia, hingga saat ini operasional kawasan Tanjung Lesung masih berjalan normal.
 
“Aktivitas Gunung Anak Krakatau dipantau secara ketat oleh PVMBG dan BMKG. Hingga saat ini operasional kawasan tetap berlangsung normal karena berada di luar zona dampak langsung,” ujar Ivonne.
 
Ia mengatakan manajemen terus memantau kondisi secara real time dan menyiapkan langkah sesuai prosedur apabila terjadi perubahan situasi.
 
Sebagai langkah antisipasi, manajemen Tanjung Lesung juga untuk sementara menutup paket wisata yang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, salah satunya Krakatau Trip.
 
“Keselamatan tetap menjadi prioritas kami,” kata Ivonne.
 
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah destinasi wisata di kawasan Tanjung Lesung tetap menjadi pilihan wisatawan.
 
Ada empat pantai utama yang menjadi daya tarik kawasan tersebut, yakni Pantai Lalassa, Pantai Ladda, Pantai Bodur, dan Pantai Tanjung Lesung.
 
Pantai Lalassa menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga air. Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas rekreasi seperti jetski, banana boat, hingga kayak.
 
Sementara itu, wisatawan juga dapat berenang, bermain di tepi pantai, atau sekadar menikmati panorama laut di Pantai Ladda dan Pantai Bodur.
 
 
Adapun Pantai Tanjung Lesung dapat dinikmati secara eksklusif oleh tamu Tanjung Lesung Beach & Hotel.
 
Menurut Ivonne, kunjungan wisatawan bahkan mengalami peningkatan selama periode libur sekolah pada 22 Juni-11 Juli 2026.
 
Kunjungan juga masih terlihat ramai, khususnya pada akhir pekan.
 
Banten Punya Banyak Destinasi selain Krakatau
 
Bagi wisatawan yang belum dapat mengunjungi Gunung Anak Krakatau, Banten sebenarnya memiliki banyak pilihan destinasi lain.
 
Banten menawarkan perpaduan wisata sejarah, budaya, alam, hingga wisata bahari. Wisatawan dapat menjelajahi peninggalan Kesultanan Banten di Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama.
 
Ada pula kawasan masyarakat Baduy yang menawarkan pengalaman budaya berbeda, serta Taman Nasional Ujung Kulon yang dikenal sebagai habitat badak jawa.
 
Wisatawan juga dapat menikmati aktivitas snorkeling, trekking, dan susur sungai di sejumlah kawasan wisata alam.
 
Berbagai destinasi tersebut dapat menjadi alternatif perjalanan wisata dari Tanjung Lesung dengan waktu tempuh kurang dari dua jam, tergantung tujuan dan kondisi perjalanan.
 
Dengan demikian, wisatawan yang berlibur ke Tanjung Lesung tidak hanya memiliki pilihan untuk menikmati pantai, tetapi juga dapat menjelajahi kekayaan alam, budaya, dan sejarah Banten.
 
“Kami ingin wisatawan tetap dapat menikmati Tanjung Lesung dengan nyaman. Karena itu, keselamatan tetap menjadi prioritas kami, dan kami akan terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG, PVMBG serta pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas wisata berjalan dengan baik,” tutur Ivonne.