INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden KSPI, Said Iqbal penuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi terkait dugaan upaya makar yang menyeret beberapa aktivis pada 2 Desember lalu. Sejumlah buruh terlihat duduk-duduk di lorong menuju ke ruangan Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk mengawal Said Iqbal.
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Mirah Sumirat mengatakan, kedatangan massa buruh adalah untuk mengawal Said yang diperiksa di Mapolda Metro Jaya.
"Hari ini kami dari KSPI mengawal, menemani Bung Said Iqbal yang dipanggil polisi sebagai saksi atas dugaan makar. Saya sendiri tidak tahu siapa yang lalukan itu," ujar Mirah di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/12).
Mirah mengaku bingung pemeriksaan ketuanya itu yang dikaitkan dengan upaya dugaan makar. Menurutnya, pemanggilan terhadap Said itu tidak tepat.
"Kami justru malah bingung, (Said) dipanggil sebagai saksi saja kami bingung, ini tidak pas dan tidak ada hubungannya serta korelasinya. Kami selama perjuangan kami selaku buruh ini murni untuk kesejahteraan buruh," kata Mirah.
Mirah menegaskan, kalaupun massa KSPI sempat melakukan aksi pada 2 Desember lalu, hal itu tidak ada hubungannya dengan upaya makar. Menurutnya, selama ini buruh turun ke jalan adalah untuk memperjuangkan hak buruh salah satunya pengupahan yang layak.
"Perjuangan buruh gak ada hubungannya dengan makar-makaran, buruh yang selama ini berjuang memang konsentrasi pada PP No 78 Tahun 2015 yang bertentangan dengan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," paparnya.
Ia juga menegaskan bahwa kaum buruh tidak punya senjata untuk melakukan upaya makar. Sehingga menurutnya, pemeriksaan terhadap Said Iqbal itu tidak tepat.
"Saya perlu tekankan di sini perjuangan kami murni untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan buruh. Kami tidak punya senjata apapun, tidak membawa ideologi komunis atau teroris, murni pancasila," katanya.
Ia juga menyatakan, selama ini Said Iqbal tidak pernah menyuarakan untuk melakukan makar kepada massa buruh.
"Saya, kalau ada skenario atau skema bung Said ditetapkan sebagai tersangka, aneh bagi kita di mana letak dia ditetapkan sebagai tersangka, dia tidak pernah menyuruh untuk mengkudeta. Yang disampikan bung Said Iqbal 'yuk sama-sama bergerak untuk kesejahteraan kita', tetapi saya tidak mau mengandai-andai (ditetapkan sebagai tersangka)," katanya.