INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi terkait dugaan upaya makar yang menyeret beberapa aktivis pada 2 Desember lalu.
Said tiba di Polda Metro Jaya dengan ditemani tim pengacaranya dan Sekjen KSPI Muhammad Rusdi. Said mengaku bingung dengan pemanggilan polisi terhadapnya itu. Bahkan, Said mengaku tidak mengerti kaitan kasus dugaan makar itu dengan pemeriksaan terhadapnya sebagai saksi.
"Pada hari ini saya dipanggil sebagai saksi tapi di situ tidak disebutkan tersangkanya siapa, tapi berkaitan dengan pasal 107, 110 jo 87 yang terkait dengan makar, tapi tersangkanya siapa tidak disebutkan dalam panggilan itu," kata Said di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/12).
Said berpendapat, siapapun yang sudah ditersangkakan sebagai tersangka makar, itu tidak benar karena dalam negara yang demokrasi pasal itu pasal zaman Hindia-Belanda.
"Bagaimana mungkin orang mau makar, enggak punya senjata, enggak punya logistik, enggak punya massa, enggak punya peralatan yang cukuplah untuk melakukan sebuah makar," kata Said.
Said berharap agar pasal tersebut tidak digunakan aparat penegak hukum untuk membungkam orang-orang yang kritis dan mencederai demokrasi.Apalagi gerakan buruh, gerakan buruh kan tuntutannya adalah kesejahteraan.
"In case ada beririsan dengan perjuangan yang terkesan politik itu adalah sebuah akibat saja," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap tidak ada siapapun yang terkait kemarin aksi 212 ditujukan terhadap pasal makar.Said mengatakan, dirinya seharusnya diperiksa Kamis 15 Desember nanti, namun ia berinisiatif untuk memajukan pemeriksaan tersebut.
"Karena Kamis depan saya akan ke Nepal untuk menghadiri oertemuan dengan ILO (International Labour Organization)," kata Said.
Sementara itu, Sekjen KSPSI, Muhammad Rusdi, mengaku bingung mengapa buruh ikut dikaitkan dalam aksi dugaan makar 212. Karena, saat beraksi, buruh berdemonstrasi dari Tugu Tani menuju Balai Kota DKI Jakarta.
"Kita juga bingung, mana yang dibilang aksi makar?" tanya dia.
Rencananya, kata Rusdi, beberapa buruh akan mendatangi Gedung Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk mendukung Said Iqbal. "Ada 100 orang buruh yang akan datang," katanya.