Enam Sosok Pemimpin Perempuan Berpengaruh yang Mengubah Pusaran Sejarah

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 09 Oktober 2021 - 14:30 WIB

Margaret Thatcher (Foto Ist)
Margaret Thatcher (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sosok perempuan berikut ini masuk dalam tokoh yang mengubah pusaran sejarah. Mereka bekerja keras, membuktikan diri di panggung politik dan memenangkan kepercayaan rakyat.

Para pemimpin perempuan ini mengubah wajah bangsa dan meningkatkan pengakuan terhadap kepemimpinan kaum perempuan. Demikian informasi yang berhasil dihimpun sekertariat PIS. Mereka juga menjadi pelopor yang membuktikan bahwa perempuan mampu menjalankan peran penting dalam membentuk sejarah suatu bangsa. Berikut di antaranya:

  1. Margaret Thatcher

Perdana Menteri perempuan pertama Inggris ini terkenal dengan sebutan “The Iron Lady”. Julukan ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang jurnalis asal Soviet (Sekarang Rusia),  karena gaya kepemimpinannya dan kehidupan politiknya yang tak kenal kompromi.

Panggilan tersebut bahkan menjadi judul film Hollywood yang menceritakan perjalanan Thatcher menuju puncak kepemimpinan Inggris hingga akhirnya mundur pada 1990.

Perempuan bernama lengkap Margaret Hilda Thatcher ini menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris terlama, yakni sejak tahun 1979 hingga 1990 dan merupakan Pemimpin Partai Konservatif.

Sebagai Perdana Menteri, Margaret juga menerapkan kebijakan yang dikenal sebagai Thatcherism. Sepanjang kepemimpinannya, Thatcher kerap menimbulkan pro dan kontra.

  1. Vigdis Finnbogadottir

Tahun 1980 merupakan tahun bersejarah bagi dunia ketika seorang perempuan terpilih menjadi presiden melalui pemilihan umum nasional. Adalah Vigdis Finnbogadottir, perempuan asal Islandia yang terpilih sebagai presiden pada 1 Agustus 1980.

Vigdis, sebutannya oleh warga Islandia, menjabat menjadi presiden Islandia hingga tahun 1996. Dia terpilih sebagai presiden wanita Islandia pada 1980 dengan 33,6% suara nasional, melebihi tiga lawan laki-lakinya.

Selama 16 tahun berturut-turut, mantan guru dan sutradara teater itu menjabat sebagai presiden Islandia, melalui 3 pemilihan ulang, yaitu pada 1984, 1988, dan 1992, sebelum pensiun pada 1996

Meskipun kepresidenan Islandia sebagian besar merupakan posisi seremonial, dia mengambil peran aktif dalam mempromosikan negara sebagai duta budaya. Prinsipnya yang terkenal sampai saat ini adalah “Jika ada yang bisa menyelamatkan dunia, perempuan bisa”.

  1. Benazir Bhutto

Benazir Bhutto merupakan perdana menteri perempuan pertama yang memimpin sebuah negara Muslim di dunia. Dia membantu membawa keluar Pakistan dari kediktatoran menuju negara demokrasi. Dia pun terpilih menjadi Perdana Menteri pada tahun 1988.

Dia berusaha untuk melaksanakan reformasi sosial, dalam membantu perempuan khususnya serta memerangi kemiskinan. Sayangnya, dia akhirnya meninggal pada 2007 karena dibunuh.

  1. Indira Gandhi

Indira Gandhi pernah menjabat sebagai Perdana Menteri India. Sosok Indira Gandhi sangat populer kala itu. Namun sayangnya, dia dibunuh oleh dua pengawalnya sendiri masing-masing bernama Satwant Singh dan Beant Singh pada 31 Oktober 1984 di New Delhi, India. Keduanya membunuh Indira Gandhi sebagai bentuk balas dendam terhadap serangan militer di Harmandir Sahib selama Operasi Blue Star.

  1. Jacinda Ardern

Jacinda Ardern kini menjabat sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Perempuan yang baru berusia 37 tahun ini pun tak pelak menjadi perhatian dunia. Dia bahkan masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versi Time

Jacinda Ardern dipuji secara internasional atas penanganan terhadap aksi teroris di Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret 2019. Ardern dinilai sebagai figur pemimpin dengan rasa empati tinggi.

Dia sempat menyatakan sebuah kalimat yang membela umat muslim di negaranya. Bahkan dikutip oleh banyak warganet termasuk Hillary Clinton, mantan kandidat Presiden AS.

Arder merupakan perdana menteri termuda dalam lebih dari satu abad. Ia pun menduduki posisi kepala pemerintahan mulai 26 Oktober 2017.

Dia juga dikenal sosok yang tidak pernah takut untuk berbicara tentang diskriminasi perempuan. Arden menentang perlakuan tidak adil yang dihadapi oleh sejumlah koleganya, sesama politikus perempuan.

  1. Samia Suluhu Hassan

Tahun 2021 ini, akhirnya Tanzania memiliki presiden perempuan pertama. Samia Suluhu Hassan resmi menggantikan posisi posisi Presiden Tanzania, John Magufuli pada Jumat, 19 Maret 2021.

Perempuan yang sebelumnya menduduki posisi sebagai Wakil Presiden ini menggantikan kedudukan John Magufuli yang meninggal dunia karena penyakit jantung.

Berbeda dengan Magufuli, perempuan kelahiran tanggal 27 Januari 1960 ini memiliki gaya kepemimpinan yang lebih humanis. Sebelumnya, Tanzania sangat tidak mempercayai Covid-19.

Presiden sebelumnya, John Magufuli menganggap bahwa vaksin adalah konspirasi Barat, sehingga banyak orang Tanzania yang ikut tidak percaya adanya Covid-19. Hal ini membuat rakyatnya tak mendapat vaksinasi.

Setelah kekuasaan dipegang oleh Samia, dia justru mendorong vaksinasi Covid-19. Pada tanggal 28 Juli 2021, Presiden Samia mendapatkan vaksin pertamanya. Dia pun mendesak semua warga Tanzania untuk divaksinasi dan mengatakan negara itu akan mendapatkan lebih banyak dosis.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.