INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Harga emas memulai perdagangan Selasa (4/8) dengan kenaikan tipis ke level US$4.052 per troy ons. Penguatan tersebut terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menantikan perkembangan terbaru perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pergerakan emas masih terbatas karena optimisme terhadap peluang penyelesaian diplomatik konflik di Timur Tengah telah menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global. Namun, sentimen pasar belum sepenuhnya pulih setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dibantah oleh pihak Teheran.

"Emas dibuka menguat tipis ke level US$4.052 per troy ons seiring pelaku pasar masih menunggu perkembangan terbaru perundingan antara Amerika Serikat dan Iran," demikian disampaikan dalam riset pasar, Selasa (4/8).

Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat turut menjadi faktor pendukung bagi logam mulia. Melemahnya mata uang Negeri Paman Sam membuat emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya sehingga membantu menopang permintaan.

Meski demikian, ruang penguatan emas dinilai masih terbatas lantaran pasar tetap mencermati prospek kebijakan moneter AS. Fokus investor kini tertuju pada serangkaian data pasar tenaga kerja, mulai dari JOLTS Job Openings, ADP Employment Change, Initial Jobless Claims, hingga data Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada akhir pekan.

"Pasar masih memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September, sehingga data tenaga kerja yang lebih kuat berpotensi memperkuat dolar AS dan membatasi kenaikan emas," tulis riset tersebut.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see. Pelemahan dolar AS dan meredanya tekanan harga energi memang menjadi penopang jangka pendek, tetapi ketidakpastian hasil perundingan AS-Iran serta arah kebijakan moneter AS masih menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan.

Secara teknikal, harga emas diperkirakan memiliki level support terdekat di kisaran US$4.022 hingga US$3.989 per troy ons, sementara level resistance berada pada area US$4.083 hingga US$4.111 per troy ons. Apabila tekanan jual meningkat, harga berpotensi menguji support yang lebih dalam di level US$3.928 per troy ons, sedangkan resistance jangka menengah berada di kisaran US$4.172 per troy ons.