Ini Alasan Mengapa Etika Bermedia Sosial Warganet Sangat Rendah

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 07 Oktober 2021 - 19:00 WIB

Ilustrasi Menggunakan Media Sosial (Ist)
Ilustrasi Menggunakan Media Sosial (Ist)

INDUSTRY.co.id - Survei dari HootSuit dan We Are Social menyebutkan, jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai 202,6 juta orang atau 73,7 persen dari total jumlah penduduk yaitu 274,9 juta pada tahun 2021. 

Proporsi kepemilikan perangkat pengakses internet di kalangan pengguna di Indonesia tahun 2021 pada rentang usia 16-64 tahun sebesar 98,3 persen. Apabila perangkat ini digunakan dengan baik, maka segala manfaat dan kemudahan informasi bisa diperoleh. 

Namun, cukup mencengangkan bahwa survei Microsoft dalam Digital Civility Index (DCI) tahun 2020 yang dipublikasikan pada Februari 2021 lalu mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya. Karena netizen Indonesia masuk dalam urutan terbawah di tingkat Asia Pasifik. 

“Hal ini bertolak belakang dengan kesan yang selama ini dimiliki masyarakat di Indonesia dalam keramahtamahannya, serta budaya toleransi saling menghormati dan menghargai sesama,” kata Willy Bachtiar, Dosen & Humas Sekolah Vokasi IPB saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Perilaku berselancar di dunia maya dan aplikasi media sosial yang tidak sesuai etika dan menyebabkan masalah keberadaban dunia maya antara lain penyebarluasan hoax, ujaran kebencian, cyberbullying, penipuan, pornografi, dan tindakan sengaja memancing kemarahan. 

Menurut Willy, rendahnya etika bermedia sosial netizen Indonesia antara lain ditenggarai penetrasi internet yang sangat tinggi, pola komunikasi, menggunakan media sosial untuk menyampaikan sikap, kondisi sosial ekonomi, respons rasa frustasi, pola media sosial, dan tentunya karena rendahnya literasi 

“Pentingnya literasi digital untuk membangun netizen yang sopan dan beradab membuat literasi digital harus masuk dalam kurikulum pendidikan,” pungkasnya.

Selain itu mempercepat adaptasi orangtua sebagai generasi imigran native agar sejalan dengan anak sebagai generasi digital native yang telah akrab dengan teknologi sejak lahir. Literasi digital menurut dia juga membuat masyarakat berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi masalah yang sedang terjadi dan kemungkinan untuk berkolaborasi lebih besar. 

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, dan Eddy P. Purnomo, Digital Business Project Manager OCBC NISP. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Retail Banking BSI Ngatari (kiri) dan Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) saat meresmikan Program Hujan Emas BSI 2022 di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta.

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:18 WIB

Dorong Investasi Emas di Masyarakat, BSI Lakukan Program Hujan Emas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mendorong minat masyarakat dalam berinvestasi khususnya melalui instrumen logam mulia atau emas lewat Program Hujan Emas.

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:17 WIB

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Menurut laporan We Are Social, penggunaan internet di Indonesia untuk bersosial media menghabiskan 197 menit atau sekitar 3,2 jam per harinya. Seperti yang sudah kita tahu, media sosial digunakan…

Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:11 WIB

Fasilitasi Bisnis Industri Petrokimia, Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Pembiayaan yang diberikan oleh Bank OCBC NISP adalah bagian dari komitmen Bank untuk mendukung Chandra Asri agar dapat secara berkesinambungan mengembangkan bisnisnya.

Sekjen Kemenperin Dody Widodo saat penyerahan hewan kurban di lingkungan Kemenperin

Kamis, 07 Juli 2022 - 16:15 WIB

Serahkan 25 Ekor Sapi & Dua Kambing, Kemenperin Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK

Seluruh jajaran pejabat dan staf di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadikan perayaan Idul Adha 1443 Hijriah sebagai momentum untuk meneladani apa yang telah dicontohkan para nabi tentang…

Anita buchari Direktur sponsor dan marketing Gudhype dan Glenn Parengkuan Head of promotion Gudhype dalam Press Conference GUDHYPE PRESENT CHOTHAFEST 2022

Kamis, 07 Juli 2022 - 16:00 WIB

Digelar di Jakarta Pentagon hingga BTOB Siap Ramaikan Chothafest 2022, Catat Tanggalnya!

Dengan semangat baru, GudHype akan menyapa para penggemar konser di tanah air. Dengan mengusung nama dan visi baru sebelumnya, Gudlive berganti nama menjadi GudHype akan kembali menyapa penggemar…