INDUSTRY.co.id - Jakarta - Wakil Ketua DPR sekaligus Politisi Partai Gerindra Fadli Zon angkat suara terkait aksi marah-marah yang dilakukan oleh Mensos Risma kepada petugas PKH Gorontalo beberapa waktu lalu.

Advertisement

Fadli Zon menganggap, aksi Mensos Risma kali ini telah melampaui batas. 

Ia juga menilai aksi meluapkan kemarahan didepan publik tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

Advertisement

"Perilaku marah-marah di depan publik dg kekerasan verbal ini sdh melampaui batas, juga tak selesaikan masalah," sebut Fadli Zon seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun Twitter @fadlizon pada Senin (4/10/2021).

Tak hanya itu, bahkan Fadli Zon-pun menyarankan agar Mensos Risma mendapat terapi manajemen kemarahan.

Advertisement

"Sebaiknya segera ikut terapi 'anger management' (manajemen kemarahan)," tandasnya.

Untuk diketahui, aksi tersebut juga telah menuai kritik dari banyak pihak, bahkan sebelumnya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku kecewa atas sikap Mensos Risma yang memarahi pegawainya.

Advertisement

Ia menilai perilaku Risma tidak patut dilakukan oleh seseorang berpredikat menteri.

"Jadi sangat tidak patut dilakukan oleh seorang ibu yang berpredikat Menteri Sosial. Datang menunjuk-nunjuk seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pegawai rendahan yang mereka hanya mengharapkan berapa untuk tiap bulan," kata Rusli, Minggu (3/10/3021).

"Kalau memang salah, sebaiknya dibetulkan dan diarahkan, bukan berdiri langsung menunjuk suruh keluar," pungkasnya.

Adapun, kemarahan Risma awalnya terjadi lantaran permasalahan data distribusi bansos.

Risma tak terima ada perbedaan laporan mengenai data Program Keluarga Harapan (PKH) Gorontalo dengan yang disampaikan pejabat Kemensos. 

Dimana data-data PKM PKH bansos tersebut dalam kondisi sudah tercoret-coret.