Perundingan IUAE-CEPA Diluncurkan, Mendag Lutfi Ungkap Kemungkinan Terbukanya Sektor Industri Halal dan E-commerce

Oleh : Hariyanto | Jumat, 03 September 2021 - 10:42 WIB

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

INDUSTRY.co.id - Bogor - Dalam peluncuran Perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA), Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menjelaskan terbukanya kemungkinan untuk mendorong dua sektor penting, yaitu halal dan niaga elektronik (e-commerce).

“Terkait dengan halal, saya bercita-cita membangun industri halal kolaboratif yang kuat antara Indonesia-UEA. Tidak hanya untuk pasar kedua negara, tetapi juga untuk dunia. Kedua negara termasuk negara terkemuka dalam industri halal global, sehingga masalah halal menjadi salah satu prioritas utama dalam persetujuan ini,” jelas Mendag Lutfi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/9/2021).

Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economic 2020—2021, diperkirakan pertumbuhan pasar halal global mencapai USD 2,4 triliun pada 2024 dengan tingkat pertumbuhan tahunan kumulatif (Commulative Annual Growth Rate/CAGR) lima tahun sebesar 3,1 persen.

Menurut Mendag, saat ini niaga-el menjadi garda terdepan dalam perdagangan. Meskipun belum ada konsensus internasional mengenai pengaturan niaga-el, namun perlu didorong terciptanya lingkungan bisnis yang kondusif agar niaga-el dapat semakin maju. Niaga-el dapat mendorong perdagangan barang dan jasa yang pada akhirnya membuka peluang dan kesempatan bagi para pelaku UKM untuk memperluas pasar ke mancanegara.

“Untuk mendorong hal itu, Indonesia saat ini baru saja menyederhanakan 79 undang-undang melalui Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja. UU Cipta Kerja terdiri dari 11 klaster, salah satunya mengenai peningkatan ekosistem investasi dan aktivitas bisnis di berbagai sektor. Sehingga, CEPA ini akan menjadi landasan bagi investor untuk menjadi bagian dalam transformasi ekonomi Indonesia,” pungkas Mendag Lutfi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, implementasi CEPA dapat memberikan banyak manfaat.

“Melalui implementasi CEPA nantinya, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ekspor sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan defisit perdagangan,” kata Djatmiko.

Uni Emirat Arab sebagai anggota Gulf Cooperation Council (GCC) merupakan salah satu pasar ekspor nontradisional yang menjadi hub perdagangan internasional ke tujuan pasar Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Total perdagangan IndonesiaUAE pada periode Januari—Juni 2021 tercatat sebesar USD 1,85 miliar.

Ekspor Indonesia ke UAE pada periode Januari—Juni 2021 yang sama tercatat sebesar USD 852,26 juta. Sedangkan, impor Indonesia dari UAE pada periode yang sama tercatat sebesar USD 1 miliar.

Sementara, total perdagangan Indonesia-UAE pada 2020 tercatat sebesar USD 2,92 miliar. Ekspor Indonesia ke UEA pada 2020 tercatat sebesar USD 1,24 miliar, sedangkan impor Indonesia dari UAE sebesar USD 1,68 miliar.

Produk ekspor Indonesia ke UAE yaitu palm oil and its fractions (USD 141,4 juta), articles of jewelry and parts thereof (USD 92, juta), tubes, pipes and hollow profiles (USD 91,7 juta), motor cars and other motor vehicles for transport of persons (USD 79,7 juta); dan woven fabrics of synthetic filament yarn (USD 60,1 juta).

Sementara, impor Indonesia dari UAE yaitu semi-finished products of iron or non-alloy steel (USD 143,2 juta), acyclis hydrocarbons (USD 65,3 juta), unwrought aluminium (USD 52,4 juta), colloidal precious metals (USD 49,8 juta), polymers of propylene (USD 45,0 juta), polymer of Ethylene (USD 28,7 juta), gold (USD 22,9 juta), sulphur of all kinds (USD 15,3 juta), dates, figs (USD 11,1 juta), dan copper waste and scrap (USD 7,6 juta).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna (tengah) didampingi Direktur Eksekutif Laznas BSMU, Sukoriyanto Saputro (kanan) ketika melakukan penyerahan secara simbolis bantuan pembangunan Gedung Sekolah & Perpustakaan Yayasan Investa Cendekia Amanah Depok kepada Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Muhammad Cholil Nafis (kiri)

Senin, 25 Oktober 2021 - 11:22 WIB

BSI dan Laznas BSMU Bersinergi, Tingkatkan SDM Pesantren untuk Pacu Ekosistem Halal

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) bersinergi membangun ekosistem halal melalui pesantren sebagai salah satu pusat…

Presiden Jokowi resmikan Proyek Pabrik Biodiesel

Senin, 25 Oktober 2021 - 11:22 WIB

Proyek Pabrik Biodiesel Senilai Rp.619 Miliar di Kalimantan Selatan Diresmikan Presiden Jokowi, Mampu Produksi 60 Ton Perjam

Proyek EPCC 1500 TPD Pembangunan Pabrik Biodiesel yang dikerjakan oleh entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., yakni PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK) di Kabupaten Tanah Bumbu,…

Presiden Jokowi

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:53 WIB

Sah! Jokowi Lantik 17 Dubes Baru RI, Ada Nama Mantan Bos Kadin Hingga Jubir Presiden

Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara resmi melantik 17 duta besar baru RI untuk 34 negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Anggota DPR Fraksi Gerindra Novita

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:52 WIB

Polemik Syarat Terbang PCR dari Mendagri! Novita DPR: Aturan ini Lahir Kenapa, Landasannya Apa?

Menyikapi Instruksi Menteri Dalam Negri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 di Jawa dan Bali, Novita Wijayanti selaku Anggota Komisi V mempertanyakan landasan aturan…

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:42 WIB

Surplus Neraca Perdagangan RI Perkuat Perekonomian Indonesia dan Kepercayaan Investor Asing

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesiakembali surplus US$ 4,37 miliar pada September 2021, sehingga secara akumulatif sembilan bulan tahun ini mencapai surplus sebesar…