INDUSTRY.co.id - Jakarta - Konektivitas serta dukungan kelancaran logistik dalam menunjang aktivitas ekspor impor, menjadi fokus utama Kementerian Perhubungan di tengah melonjaknya ocean freight atau tarif angkut kapal kontainer rute ekspor impor (internasional).
Untuk itu, Mententeri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengadakan Rapat Terbatas membahas Peningkatan Ekspor Nasional yang dilaksanakan pada Selasa (31/8/2021) sore.
"Kemarin, saya bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menghadiri Rapat Terbatas Peningkatan Ekspor Nasional melalui pembentukan Indonesia SEA (Shipping Enterprise Alliance) di Menara Kadin, Jakarta," kata Menhub Budi dalam unggahanya di Instagram yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (2/9/2021).
Saat ini, pemerintah mengharapkan pelaku usaha dapat mengurangi ketergantungan terhadap operator internasional (Main Line Operator/MLO) dengan dorongan pendirian Indonesia Shipping Enterprise Alliance (Indonesia SEA).
Kemenhub berpendapat Indonesia harus mampu mewujudkan pendirian Indonesia Shipping Enterprise Alliance (Indonesia SEA) yang mampu berekspansi ke luar negeri.
Tujuan utamanya adalah melakukan ekspor ke Eropa dan Amerika. Dengan demikian, perusahaan pelayaran nasional juga didorong untuk mau berekspansi ke luar negeri, bukan hanya sukses di dalam negeri saja.
"Dengan adanya Indonesia SEA ini, diharapakan para pelaku usaha dapat mengurangi ketergantungan terhadap operator internasional (Main Line Operator/MLO)," kata Menhub Budi.
"Selain itu, saya juga berharap Indonesia SEA ini dapat meningkakan ketersediaan ruang muat kapal yang digunakan untuk mengangkut barang produksi Indonesia ke luar negeri. Sehingga, meningkatkan devisa negara dari sisi ekspor," imbuh Menhub.