INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Industri semikonduktor di kawasan Asia Pasifik diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi berkinerja tinggi, kendaraan listrik, dan teknologi komunikasi canggih.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya mendorong produksi cip, tetapi juga meningkatkan kebutuhan terhadap rantai pasok global yang cepat, transparan, dan andal.
Hal itu terungkap dalam laporan terbaru Federal Express Corporation (FedEx) bersama Frost & Sullivan berjudul From AI to EVs: How APAC Semiconductors Drive the Global Innovation Map. Laporan tersebut menyoroti posisi strategis Asia Pasifik dalam ekosistem semikonduktor dunia sekaligus tantangan logistik yang muncul seiring pesatnya perkembangan infrastruktur digital.
Asia Pasifik saat ini menyumbang sekitar 58% dari pendapatan industri semikonduktor global. Kawasan ini menjadi pusat penting bagi produksi dan distribusi cip yang digunakan dalam teknologi AI, pusat data (data center), perangkat terhubung, hingga kendaraan generasi terbaru.
Temuan laporan tersebut juga diperkuat oleh survei FedEx yang dilakukan selama SEMICON Taiwan 2026 pada 2–4 September 2026. Hampir empat dari lima responden memperkirakan Taiwan, Asia Tenggara, Tiongkok, dan Jepang akan mengalami peningkatan permintaan semikonduktor terbesar dalam tiga tahun mendatang.
Presiden FedEx untuk Kawasan Asia Pasifik, Salil Chari, mengatakan perkembangan inovasi dalam satu dekade mendatang tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi semikonduktor, tetapi juga oleh kekuatan dan ketahanan rantai pasok yang mendukung AI serta infrastruktur digital.
Menurutnya, percepatan investasi infrastruktur AI membuat perusahaan harus mengelola rantai pasok yang semakin kompleks. Proses tersebut melibatkan berbagai komponen, mulai dari semikonduktor, server, perangkat jaringan, hingga sistem pendingin yang didistribusikan ke berbagai pasar.
“Ketahanan, visibilitas, dan fleksibilitas rantai pasok kini menjadi keunggulan strategis,” ujar Salil Chari.
Ia menambahkan, jaringan FedEx di Asia Pasifik, jangkauan global, serta layanan logistik khusus dirancang untuk membantu pelanggan menghubungkan berbagai bagian penting dalam rantai pasok, sehingga inovasi dapat bergerak lebih cepat dari lokasi produksi menuju pusat data.
Laporan FedEx mengidentifikasi AI dan komputasi berkinerja tinggi sebagai pendorong pertumbuhan permintaan semikonduktor tercepat. Dalam periode 2026–2035, lebih dari 2.000 pusat data baru diperkirakan akan dibangun di seluruh dunia.
Pembangunan pusat data tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap server berkapasitas tinggi, perangkat jaringan, sistem pendingin, serta solusi penyediaan daya. Sebelum digunakan, berbagai komponen tersebut kerap melewati sejumlah pusat manufaktur, perakitan, dan pengujian di negara berbeda.
Rantai pasok yang melibatkan banyak negara membuat koordinasi pengiriman menjadi semakin penting. Perusahaan membutuhkan mitra logistik yang mampu memastikan barang tiba tepat waktu, menyediakan informasi status pengiriman yang mudah dipantau, serta mendukung distribusi lintas negara, terutama untuk komponen bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu.
Selain AI, perkembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga meningkatkan kebutuhan semikonduktor. Kendaraan listrik umumnya membutuhkan lebih banyak cip dibandingkan kendaraan konvensional untuk mendukung berbagai sistem elektronik dan pengoperasiannya.
Permintaan juga tumbuh seiring perkembangan teknologi 5G, Internet of Things (IoT), perangkat elektronik konsumen, perangkat medis, dan otomasi industri.
Peran Asia Pasifik dalam industri semikonduktor didukung oleh pembagian spesialisasi produksi di sejumlah negara. Setiap wilayah memiliki keunggulan yang saling melengkapi, mulai dari penyediaan material hingga manufaktur dan pengujian cip.
Tiongkok berperan sebagai pemasok utama material, pasar konsumen berskala besar, serta pusat manufaktur semikonduktor yang terus berkembang. Taiwan menjadi salah satu pemain utama dalam manufaktur semikonduktor canggih dan menyumbang sekitar 60% dari total produksi foundry global.
Sementara itu, Korea Selatan memiliki posisi penting dalam produksi cip memori dan teknologi manufaktur semikonduktor canggih. Jepang berperan dalam penyediaan peralatan, material, dan komponen khusus yang diperlukan untuk proses produksi.
Asia Tenggara juga semakin berkembang sebagai pusat perakitan, pengemasan atau packaging, serta pengujian semikonduktor.
Pembagian peran tersebut membuat rantai pasok semikonduktor sangat bergantung pada konektivitas antarnegara. Proses perancangan, fabrikasi, pengemasan, pengujian, hingga distribusi produk dapat berlangsung di beberapa lokasi sebelum cip digunakan oleh konsumen atau industri.
Selain perusahaan teknologi berskala besar yang mengoperasikan infrastruktur komputasi, usaha kecil dan menengah (UKM) turut memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam ekosistem tersebut, khususnya pada segmen industri bernilai tinggi.
Di tengah meningkatnya permintaan semikonduktor, perusahaan juga mulai mempertimbangkan perluasan lokasi produksi dan diversifikasi sumber pengadaan untuk menjaga kelangsungan bisnis.
Survei FedEx selama SEMICON Taiwan 2026 menunjukkan bahwa 35% responden menyatakan perusahaan mereka berencana memperluas kegiatan manufaktur ke pasar lain di Asia Pasifik dalam tiga tahun mendatang.
Selain itu, sebanyak 25% responden menyebut perusahaan mereka berencana menambah atau mendiversifikasi sumber pengadaan, baik di kawasan Asia Pasifik maupun pasar global.
Langkah tersebut mencerminkan upaya perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu sekaligus memperluas pilihan lokasi produksi dan sumber pasokan.
Strategi diversifikasi menjadi semakin relevan karena industri semikonduktor menghadapi berbagai risiko, termasuk ketidakpastian geopolitik, perubahan regulasi, serta potensi gangguan perdagangan lintas negara.
Survei FedEx menunjukkan bahwa 44% responden menilai pengiriman internasional yang lebih cepat sebagai faktor terpenting dalam memilih mitra logistik dan rantai pasok untuk tiga tahun ke depan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, FedEx menghadirkan penerbangan langsung setiap hari antara Taiwan dan Korea Selatan. Layanan ini memperpanjang batas waktu penyerahan kiriman lebih dari tiga jam, sehingga memberikan fleksibilitas tambahan bagi pelanggan di sektor teknologi tinggi.
FedEx juga memperluas fasilitas Taoyuan Transshipment Center di Taiwan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pemrosesan kiriman. Pengembangan tersebut ditujukan untuk mengakomodasi pertumbuhan volume pengiriman semikonduktor dan produk teknologi canggih di kawasan Asia Pasifik.
Laporan From AI to EVs: How APAC Semiconductors Drive the Global Innovation Map memberikan gambaran mengenai perkembangan industri semikonduktor, peluang pertumbuhan, strategi diversifikasi rantai pasok, serta kebutuhan logistik yang perlu diantisipasi pelaku usaha di tengah ekspansi infrastruktur AI.
Survei yang menjadi bagian dari laporan tersebut melibatkan 478 peserta dari industri semikonduktor, termasuk perwakilan perusahaan, asosiasi industri, dan lembaga penelitian dari Asia Pasifik, Eropa, serta Amerika Utara.
Survei dilaksanakan secara langsung selama SEMICON Taiwan di Taipei pada 2–4 September 2026, dengan pembahasan mencakup proyeksi pertumbuhan industri, strategi rantai pasok, tantangan ekspansi, dan kebutuhan layanan logistik pada masa mendatang.