INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai beragam pertanyaan dari masyarakat (warganet) usai mengunggah sebuah momen pengibaran bendera Merah Putih dari atas stadion Jakarta International Stadium (JIS).

Advertisement

Sejatinya, dalan unggahan itu, Gubernur Anies berharap Merah Putih dapat terus berkibar tinggi.

"Teruslah, terus kibartinggikan Sang Merah Putih ! Selamat pagi semua …," kata Anies seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari laman Facebook miliknya pada Rabu (18/8/2021).

Advertisement

Unggahan Anies tersebut sontak menuai beragam komentar warganet, banyak dari mereka yang mempertanyakan soal maraknya pemberitaan pelarangan pengibaran bendera Merah Putih di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta yang telah membuah heboh masyarakat.

"Pagi Pak Anis, Berita ini apakah benar...Di Pantai Indah Kapuk Jakarta, Dilarang Mengibarkan Bendera merah Putih,! ," tanya Emy Juliana.

Advertisement

"Selamat pagi bang Anies . Sehat Selalu ya & Kel ..... mungkin ana yg paling bawel ya , cuma mau tanya itu PIK , bukan wilayah antum kah ????.Udah gitu aja," ucap Tuty Sibuea.

"Apakah itu satpol PP  dari Pemprov DKI ya Pak, karena disebutkan satpol PP juga ikut mencegah dikibarkannya bendera Merah Putih di PIK, ini kan sama saja membuat stigma," sebut Miko Fernandi.

Advertisement

"Coba seh kibarkan bendera merah putih di jembatan PIK ..... Please deh..," sahut Benz Senja.

"Pak Anies ada apa dengan kawasan PIK pantai indah Kapok. Tidak boleh mengibar kn bendera merah putih. Apa kah sudah beda negara. Mohon pencerahan nya pak utk kita masyarakat awam yg redah minim dgn pengetahuan kadulatan negri ini.," tulis Mauliddia.

Namun demikian, tak sedkit pula warganet yang memuji unggahan pengibaran bendera Merah Putih di stadion JIS Jakarta.

"Mantap pak Anis, semoga pak Anis sehat2 selalu ya, serta selalu dalam lindungan Allah SWT,
Aamiin,," tukas Soleh Muhammad.

"Opera Kesuksesan...terima kasih pak Gubernur Anies Baswedan," kata Agus Sujanto.

"Liat jalanan ambasador casablanca - mall kota kasablanka ingat Ali Sadikin. Liat trans jakarta & byk mall di jakarta, ingat Sutiyoso. Liat Stadion JIS,  ingat Anies Baswedan. Pak anies, saya ada saran. gmn klo nama2 mantan Gubernur DKI diabadikan jd nama jalan, gedung/rusun, taman, dll," papar Ian PG.

Perlu diketahui, adapun sebelumnya terkait ormas LMP yang mengklaim dilarang mengibarkan bendera di jembatan PIK membuat pihak Kepolisian ikut angkat suara dan meluruskan pemberitaan tersebut.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan kepada awak media menyebut bahwa pihaknya bermaksud mencegah terjadinya kerumunan.

"Saat ini masih PPKM yang dilarang berkerumun. Sekarang terjadi penurunan jumlah positif aktif di Jakarta. Kami jaga agar tidak terjadi kenaikan kembali," kata Guruh kepada wartawan.

Tak hanya itu, Guruh-pun memastikan bahwa pihaknya tidak sama sekali melarang masyarakat untuk melakukan pengibaran bendera.

Namun, menurutnya, kegiatan yang mengundang kerumunanlah yang akan dilarang polisi saat ini.

Selain itu, Wakapolsek Penjaringan AKP Arnold Simanjuntak menyampaikan bahwa sebelumnya tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian mengenai acara pengibaran bendera tersebut.

Padahal, ada 40 orang organisasi LMP yang hendak mengikuti acara itu.

Sejatinya kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Dari pihak kepolisian tidak memberikan izin atas kegiatan tersebut dan berpotensi akan menimbulkan kerumunan, sehingga akan muncul klaster baru," tandasnya.

Tak hanya Polisi, pihak Pemprov DKI Jakarta juga turut buka suara terkait viralnya pelarangan tersebut.

Wakil Gubernur DKI Riza Patria menegaskan tidak ada pelarangan dalam pemasangan bendera merah putih di PIK.

Menurutnya, petugas kemanan tidak mengizinkan karena khawatir akan terjadi kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus corona.

"Mohon izin kami sampaikan tidak ada pelarangan pemasangan bendera merah putih. Boleh pasang bendera, yang dilarang adalah kerumunan saat memasang bendera sepanjang 21 meter tersebut," kata Riza dalam pernyataan resminya yang disiarkan di akun YouTubenya pada Rabu (18/8).