INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kolaborasi yang baik antara Kadin Indonesia dengan pemerintah telah melahirkan berbagai kebijakan dan upaya lain untuk mendorong UMKM. Di era pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah, UMKM juga diharapkan bisa berdamai dengan keadaan dan bertransformasi menjadi digital.

Pemerintah turut menggandeng Kadin Indonesia untuk terus mengupayakan digitalisasi UMKM. Sejauh ini, pelaku UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital terus menunjukkan gelagat positif.

Berdasarkan data Indonesian E-Commerce Association (IDEA), hingga Mei 2021 sudah ada 13,5 juta UMKM yang terhubung ke ekosistem digital atau sekitar 21 persen dari total jumlah UMKM di Tanah Air.

Pada tahun 2024, pemerintah menargetkan ada sebanyak 30 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital. Tentu perubahan ini dapat memicu peningkatan ekspor sehingga berimbas pada perekonomian nasional.

Terbukti, pada kuartal kedua 2021 perekonomian Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan 7,07 persen secara year on year. Salah satu penyumbang terbesar dari kinerja ekspor yang tumbuh 31,78 persen.

Kondisi tersebut juga membuktikan bahwa daya beli masyarakat mulai bangkit. Selain itu, kepercayaan para pelaku UMKM terhadap kebijakan yang digulirkan pemerintah di masa pandemi Covid-19 juga semakin membaik.

Kebangkitan pelaku UMKM juga tidak bergerak dengan sendirinya. Berbagai program stimulus yang ditebar pemerintah untuk UMKM juga memiliki peran. Semisal restrukturisasi kredit, subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR), subsidi listrik, hingga ke fasilitas kredit modal kerja.

Demi UMKM yang semakin digital, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan membuat innovation hub.

"Dalam innovation hub, akan tersedia fasilitas mentoring dengan tujuan untuk mendorong pelaku UMKM yang belum terhubung ke lembaga pembiayaan," kata Arsjad Rasjid yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (18/8/2021).

Di sisi lain, Arsjad juga mengajak pelaku e-commerce yang ada di Indonesia turut meningkatkan literasi digital kepada pelaku UMKM. Menurutnya, dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang terhubung ke market place, maka akan semakin tinggi jumlah transkaksi di platform tersebut.

"Setiap kali ada pelaku UMKM terhubung ke e-commerce, maka valuasinya akan naik," jelas Arsjad.

Arsjad juga mengimbau para pelaku UMKM dapat mengoptimalkan digitalisasi dalam melakukan pemasaran produknya. Dengan begitu, diharapkan produk yang ditawarkan akan semakin dikenal secara nasional bahkan hingga mancanegara.

Terlebih lagi, lanjut Arsjad, Presiden Jokowi sejak Juni lalu sudah menggelar rapat terbatas mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital yang menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat upaya untuk mendorong para pelaku UMKM untuk masuk ke ekosistem digital.

Nantinya, karena ini lintas sektoral, akan dibentuk PMO, semacam manajemen profesional yang akan mengoordinasikan proses digitalisasi. Pada tahun 2024, ujar Arsjad, Kadin Indonesia bersama pemerintah menargetkan 30 juta pelaku UMKM dapat masuk ke dalam ekosistem digital.

"Semoga Hari Kemerdekaan ke-76 Indonesia bisa menjadi momentum semakin digitalnya UMKM, dan UMKM kita bisa semakin mendunia sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lebih baik lagi ke depannya," tandasnya.