INDUSTRY.co.id, Jakarta- Kondisi pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir memang membuat sejumlah usaha mengalami penurunan baik dalam produksi dan omset. Demikian juga dialami sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), gerakan kewirausahaan Komunitas UMKM Alumni yang digagas para alumni dari Universitas Padjajaran (Unpad).

Advertisement

Ketua Umum PBA, Ary Zulfikar mengakui, sejak pandemi Covid-19 atau diawal Maret 2020 ditambah adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membatasi aktivitas dan pergerakan orang memang sedikit banyak awalnya menghambat gerakan kegiatan PBA. Namun, disadari pandemi Covid-19 justru harus disikapi dengan kreatifitas dalam menciptakan pasar.

"Basis pergerakan kami adalah komunitas, oleh karenanya kami membentuk Komunitas UMKM Alumni Unpad dalam platform digital dengan membentuk cluster-cluster sesuai dengan produk dan/atau jasa dari pelaku UMKM yang tergabung dalam PBA," ujar Ary Zulfikar, Sabtu (7/8/2021).

Advertisement

Ary menegaskan, inisiasi gerakan UMKM Alumni yang tergabung dalam PBA adalah untuk melakukan pengembangan dan pemberdayaan alumni UNPAD yang melakukan kegiatan wirausaha berskala mikro, kecil dan menengah. Gerakan ini dimulai sejak awal Februari, dengan banyak gagasan antara lain menciptakan platform online (digital) dan offline untuk menciptakan pasar dan distribusi produk UMKM dengan basis komunitas.

Azoo, panggilan Ary Zulfikar mengungkapkan, ada 3 strategi atau terobosan yang dilakukan PBA dalam mencari inovasi agar UMKM bisa tumbuh dan berkembang. Pertama,gerakan berbasis “komunitas”, sehingga pelaku UMKM yang tergabung dalam PBA, dapat juga menjadi produsen dan konsumen sekaligus. Kedua, menciptakan pasar bersama yang saling melengkapi, oleh karena itu pihaknya mendorong untuk bergabung dalam merek kolektif, sehingga produk sejenis dikembangkan dalam merek bersama;

Advertisement

"Ketiga, menciptakan jaring distribusi secara kolektif dengan basis komunitas, seperti komunitas hobby, profesi, alumni, dan komunitas lainnya," paparnya.

"Gagasan Basis Komunitas kita sudah ada dengan pendekatan Cluster Approach. Dimana Komunitas menjadi HUB untuk transaksi dan aktivitas lainnya," tambahnya.

Advertisement

Azoo  menegaskan, hingga kini anggota komunitas yang tergabung di PBA terus berkembang melalui pengelolaan media social. Saat ini pihaknya sedang merampungkan e-commerce yang akan menjadi pasar bersama bagi anggota Komunitas UMKM Alumni. Dalam pengembangan pelaku UMKM, pihaknya juga membentuk Koperasi UMKM Alumni Indonesia atau KUALI untuk membantu pelaku UMKM Alumni dalam produksi.

"Dengan keanggotaan PBA yang beragam dari pengusaha, profesi, akademisi, dan pejabat, maka di antara anggota kita akan salaing mendorong dan pelengkap dalam penguatan dan pemberdayaan pelaku UMKM yang tergabung dalam PBA," jelasnya.

Para anggota PBA, sambung Azoo bisa berperan sebagai, agen perubahan, penggerak/initiative, motivator, “hub” atau “penghubung” sektor pemerintah dan swasta, penguatan jejaring domestik atau internasional; dan juga agen kolaborasi sektor usaha, pendidikan, pelatihan dan penelitian. Apalagi saat ini basis keanggotaan PBA tersebar di 16 Provinsi.

"Tidak menutup kemungkinan kita menjadi organisasi yang terbuka bagi semua anggota. Karena kekayaan dan aset adalah ”people”. Orang-orang yang ada dalamnya," tandasnya.

Azoo mengungkapkan, komunitas yang tergabung dalam PBA memanfaatkan jaringan sosmed, yaitu, IG @umkmAlumni, 1.056 Posts Produk UMKM, 3.332 Followers dan 1.318 last 7 days viewer. Selain itu anggota PBA juga memanfaatkan Facebook UMKM Bumi Alumni Unpad: 1.400 members, WhatsApp Group (WAG) UMKM Alumni Unpad (1, 2 & 3): 622 members dan WAG Bumi Alumni (non UMKM): 224 members.

"Saat ini Perkumpulan Bumi Alumni juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa kementerian," paparnya.

Kerjasama itu, lanjut Azoo, event-event yang eksklusif, atau kegiatan lainnya dalam memperkenalkan produknya ke luar negeri.