INDUSTRY.co.id - Jakarta - Boom! Pasar kendaraan listrik Indonesia lagi panas-panasnya. Penjualan mobil listrik baterai kuartal I 2026 meledak 95,9% menjadi 33.150 unit dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara motor listrik sudah tembus 236.451 unit, atau 65% dari total kendaraan listrik nasional per Februari 2026.

Advertisement

Melihat peluang segede ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) langsung tancap gas. Lewat Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka IKMA, Kemenperin membuka jalan lebar agar IKM komponen otomotif lokal masuk ke rantai pasok Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai KBLBB.

IKM Nggak Jadi Penonton Lagi

Advertisement

Strategi Kemenperin simpel tapi cukup menjanjikan. Kemenperin mempertemukan langsung IKM dengan bos-bos Agen Pemegang Merek APM kendaraan listrik.

Tanggal 7 Mei 2026 di Bekasi, 60 IKM komponen alat angkut duduk satu meja dengan PT Hartono Istana Teknologi Polytron. Hasilnya langsung. Polytron menjajaki kerja sama dengan PIELLOT Tegal, PIKKO, dan APEK Karawang untuk memasok jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen pendukung lainnya.

Advertisement

Lanjut 22 Mei 2026 di Kabupaten Bekasi, giliran 70 IKM ketemu PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas. Fokusnya kali ini komponen untuk mobil, bus, dan truk listrik.

Bahkan PT Pindad Persero sebagai pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional juga membuka diskusi lanjutan dengan IKM komponen. Pintu rantai pasok nasional resmi terbuka.

Advertisement

"Pengembangan ekosistem kendaraan listrik harus memberikan manfaat luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan APM agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang terserap," tegas Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis 11/6.

Target TKDN Naik, IKM Naik Kelas

Menperin menegaskan, pertumbuhan industri kendaraan listrik harus diimbangi penguatan rantai pasok domestik. Tujuannya untuk menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri TKDN sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

"Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti penguatan rantai pasok dalam negeri. Langkah ini bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri," ujarnya.

Dirjen IKMA Reni Yanita menambahkan, temu bisnis ini adalah jembatan konkret bagi IKM.

"Kami ingin IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik domestik maupun global," tegas Reni.

"Jalan Tol" Kemenperin

Kemenperin tidak lepas tangan. Untuk IKM yang ingin masuk, Ditjen IKMA terus meningkatkan kompetensi lewat pelatihan perbengkelan kendaraan listrik roda dua dan multiguna.

Materi pelatihannya lengkap seperti pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan kendaraan listrik, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja.

Dukungan infrastruktur juga makin kuat. Data PLN mencatat, 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum SPKLU sudah beroperasi di 3.097 titik se-Indonesia per April 2026. Populasi bus listrik juga sudah mencapai 798 unit.

Jadi buat IKM komponen otomotif, ini sinyal yang sangat jelas. Kereta KBLBB sudah melaju kencang. Pasar naik 95,9%. Rantai pasok terbuka lebar.

Sekarang tinggal bagaimana IKM lokal melihat peluang ini, siap naik kelas atau ketinggalan.