INDUSTRY.co.id - Jakarta – Industri olahraga nasional tengah memasuki fase pertumbuhan yang menjanjikan. Melihat tingginya tren gaya hidup sehat, meningkatnya jumlah pusat kebugaran, hingga maraknya berbagai ajang olahraga dan komunitas olahraga di Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak memperkuat ekosistem industri olahraga agar mampu menjadi pemain utama di pasar domestik maupun global.

Advertisement

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri pakaian olahraga, sepatu olahraga, dan alat olahraga memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar dunia.

"Industri pakaian, sepatu, dan alat olahraga memiliki peran strategis serta peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya permintaan pasar, baik di tingkat nasional maupun global," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Advertisement

Potensi besar industri olahraga Indonesia tercermin dari kinerja ekspornya yang terus menunjukkan tren positif. Data Kemenperin mencatat, komoditas pakaian jadi berbahan tekstil membukukan nilai ekspor mencapai USD 626,32 juta pada Februari 2026.

Sementara itu, ekspor sepatu olahraga mencapai USD 340,81 juta, menjadikannya salah satu dari 20 komoditas manufaktur dengan nilai ekspor terbesar nasional.

Advertisement

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengatakan capaian tersebut membuktikan bahwa industri pendukung ekosistem olahraga memiliki peluang besar menjadi motor penguatan struktur industri manufaktur Indonesia.

"Potensi tersebut menunjukkan bahwa industri pendukung ekosistem olahraga nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam penguatan struktur industri manufaktur Indonesia," kata Reni.

Advertisement

Besarnya industri olahraga nasional juga terlihat dari jumlah pelaku usaha dan tenaga kerja yang terlibat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan industri kecil pakaian jadi mencapai sekitar 623.000 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1,2 juta orang. Sementara industri menengah pakaian jadi berjumlah sekitar 1.200 unit usaha dengan tenaga kerja mencapai 39.000 orang.

Pada sektor kulit dan alas kaki, terdapat sekitar 48.000 industri kecil serta 415 industri menengah yang menyerap lebih dari 139.000 tenaga kerja.

Dari sisi kontribusi ekonomi, pada Triwulan I 2026 industri pakaian jadi menyumbang 0,99 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sedangkan industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki berkontribusi 1,30 persen.

Tak hanya pakaian dan sepatu olahraga, industri alat olahraga nasional juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Industri ini tersebar di berbagai daerah dan didukung oleh sentra industri kecil dan menengah (IKM) yang menjadi bagian penting rantai pasok nasional.

Saat ini, sektor alat olahraga mampu menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja dan terus mencatatkan surplus neraca perdagangan dalam lima tahun terakhir.

Bahkan pada 2025, nilai ekspor alat olahraga Indonesia tumbuh 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk-produk olahraga buatan Indonesia kini telah menembus berbagai pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, hingga Inggris.

Untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini, Kemenperin menggelar kegiatan Business Matching Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) Ecosystem: B2B Market Activation di Jakarta.

Acara tersebut mempertemukan pelaku industri pakaian olahraga, sepatu olahraga, alat olahraga, pelaku ritel, organisasi olahraga, hingga calon buyer potensial dari berbagai sektor.

Sebanyak 22 IKM bidang pakaian, sepatu, dan alat olahraga dipertemukan dengan lebih dari 30 calon mitra bisnis yang terdiri dari buyer, federasi olahraga, organisasi olahraga, dan pelaku usaha ritel.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) 2026 yang akan kembali digelar pada September mendatang.

Kemenperin menilai kolaborasi antara industri, ritel, organisasi olahraga, dan buyer menjadi kunci agar produk olahraga buatan Indonesia semakin mendominasi pasar dalam negeri sekaligus memperluas ekspansi global.

Melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi promosi, inovasi produk, hingga perluasan akses pasar, pemerintah berharap industri olahraga nasional mampu naik kelas dan menjadi kekuatan baru manufaktur Indonesia.

"Kehadiran buyer nasional maupun global diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan sehingga industri pendukung ekosistem olahraga tidak hanya memperoleh transaksi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok industri dan ritel secara lebih luas dan berkesinambungan," tutur Reni.

Dengan ekspor yang terus meningkat, jutaan tenaga kerja yang terserap, dan pasar olahraga yang semakin berkembang, industri olahraga Indonesia kini berada di jalur untuk menjadi salah satu sektor manufaktur paling menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.