INDUSTRY.co.id - Bekasi - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menjaga produktivitas industri makanan dan minuman (mamin) beserta turunannya selama masa pandemi Covid-19.

Advertisement

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memantau langsung penerapan protokol kesehatan (prokes) serta pelaksanaan program vaksinasi di setiap perusahaan di sektor mamin dan turunannya.

"Sebagai sektor yang masuk kategori kritikal, industri mamin merupakan sektor yang hingga saat ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika di Bekasi, Jumat (6/8/2021).

Advertisement

Guna memantau implementasi protokol kesehatan dan program vaksinasi di industri mamin, Putu meninjau PT Fajar Surya Wisesa, PT Nippon Indosari Corprindo (pabrik Sari Roti) di Cikarang dan PT Prakarsa Alam Segar (pabrik Mie Sedap) di Bekasi, Jawa Barat (6/8).

Putu melihat penerapan protokol kesehatan di industri mamin beserta turunannya sudah berjalan sangat baik sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 tentang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Advertisement

SE tersebut mengatur penerapan protokol kesehatan di area pabrik atau perusahaan, yang mencakup 6M, yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan disinfektan, menjaga jarak, menjauhi dan mencegah terjadinya kerumunan, menghindari makan bersama, serta mengurangi pergerakan yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas pekerjaan.

"Kami melihat penerapan protokol kesehatan di industri mamin sudah sangat berjalan baik, karena mereka sebagai sektor best practice dalam membuat produk yang harus memenuhi standar tinggi untuk food safety," imbuhnya.

Advertisement

Selain itu, terang Putu, pihaknya juga terus mendorong percepatan program vaksinasi bagi pekerja di sektor industri. Dalam hal ini, Putu mengapresiasi PT Fajar Surya Wisesa Plant Cikarang yang kembali menggelar program vaksinasi bagi pekerjanya.

"Hari ini total ada 1.244 orang pekerja yang akan di vaksin. Selain itu, perusahaan juga mengajak pegawai outsourcing dan kontraktor yang bertugas keseharian di PT Fajar Surya Wises untuk ikut melakukan vaksinasi," ungkapnya.

Direktur Operasional PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk Yustinus Y Kusumah mengatakan, minat para pekerja untuk ikut program vaksinasi sangat besar. "Antusias para pekerja untuk mengikuti program vaksinasi ini sangat luar biasa besar," kata Yustinus.

Dijelaskan Yustinus, dengan selesainya program vaksinasi pada hari ini, Jumat (6/8), maka total seluruh pekerja di PT Fajar Surya Wisesa sudah tervaksinasi.

"Ya, bilamana hari ini selesai, berarti semua pekerja di perusahaan kami sudah tervaksinasi, kecuali yang tidak bisa di vaksin karena faktor kesehatan," tuturnya.

Sementara itu, Usman selaku Ketua Serikat Pekerja PT Fajar Surya Wisesa berharap dengan tervaksinasinya seluruh karyawan akan membuat kondisi di perusahaan jauh lebih baik.

"Kami bersama perusahaan dari awal sudah mencoba yang terbaik. Kami juga berharap program vaksinasi ini terus berkelanjutan, dan pihaknya siap mendorong percepatan program vaksinasi ini," kata Usman.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama PT. Prakarsa Alam Segar, Lembono Tjondro. Menurutnya, hingga saat ini perusahaan telah melakukan vaksinasi tahap I kepada 3.800 karyawan atau 78% dari totalnya sekitar 5.550 orang.

"Karyawan kami yang belum ikut vaksin tersebut karena ada beberapa hal, seperti sedang hamil atau memiliki penyakit tertentu," jelasnya.

Lebih lanjut, Putu mengatakan, berdasarkan data IOMKI, ada sekitar 143 perusahaan dengan jumlah karyawan mencapai 57.848 orang yang masuk dalam sektor industri agro di Kota dan Kabupaten Bekasi.

"Dari jumlah karyawan tersebut, hingga hari ini ada sebanyak 33.657 orang atau sekitar 58,18 persen sudah tervaksinasi, dan yang sudah terdaftar sebanyak 21.700 orang," papar Putu.

"Artinya, apabila karyawan yang sudah terdaftar vaksinasi maupun sudah di vaksin tahap I dapat dipercepat hingga akhir Agustus atau awal September 2021, maka karyawan industri agro di Kota dan Kabupaten Bekasi yang sudah divaksinasi akan mencapai 55.357 orang atau 95,69% dari total 57.848 orang," tutup Putu.