INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Bali mulai menghadapi perubahan pola permintaan hunian seiring meningkatnya mobilitas penduduk yang datang bukan sekadar untuk berwisata, melainkan untuk bekerja. Tren tersebut membuka peluang baru bagi bisnis hunian sewa fleksibel, khususnya untuk masa tinggal bulanan.

Perubahan pola tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Bali yang tetap kuat di tengah sejumlah tantangan sektor pariwisata pada awal 2026. Ekonomi Bali tumbuh 5,78% secara tahunan pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%.

Di sisi lain, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali mencatat sebanyak 300.258 penduduk datang ke Bali sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong migrasi masyarakat ke Pulau Dewata.

Kondisi ini turut mengubah karakter kebutuhan akomodasi. Penduduk yang datang untuk bekerja membutuhkan tempat tinggal dengan masa sewa lebih panjang dan fleksibel, berbeda dengan wisatawan yang umumnya menggunakan hotel atau akomodasi harian.

Peluang tersebut mulai ditangkap Cove, penyedia hunian co-living modern, yang memperluas portofolio bisnisnya di Bali ke segmen sewa fleksibel bulanan. Sejak awal 2026, jumlah kamar Cove yang disewakan secara bulanan di Bali tercatat meningkat 100%.

“Cove melihat bahwa pergerakan Gen Z dan Milenial ke Bali kini tidak lagi hanya untuk wisata, namun juga bekerja,” ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing, Cove.

Menurut Dian, mayoritas penghuni bulanan Cove di Bali memilih tinggal selama satu hingga dua bulan. Pola tersebut menunjukkan adanya kebutuhan hunian yang berkaitan dengan pekerjaan jangka pendek, seperti relokasi sementara, proyek maupun pekerjaan freelance.

“Kebutuhan ini sulit untuk dipenuhi oleh hotel harian atau hunian sewa lain yang umumnya membutuhkan kontrak tahunan, dan karenanya kami memutuskan untuk memperluas akses ke co-living bulanan Cove guna mendukung ketersediaan hunian berkualitas di Bali,” katanya.

Menariknya, pasar hunian bulanan di Bali justru lebih banyak diisi oleh penduduk domestik. Cove mencatat 76% penghuni kamar bulanan di Bali merupakan warga Indonesia, sedangkan sisanya berasal dari penghuni asing.

Dari sisi usia, kelompok penghuni terbesar berada pada rentang 25-29 tahun dengan porsi 29%. Sementara berdasarkan pekerjaan, 46,6% merupakan pekerja profesional dan 22,7% adalah pekerja lepas atau freelancer.

Data tersebut memperlihatkan bahwa mobilitas tenaga kerja muda mulai menjadi salah satu sumber permintaan baru terhadap hunian di Bali. Bali tidak hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan, tetapi juga semakin menarik bagi pekerja yang membutuhkan tempat tinggal untuk periode tertentu.

Dari sisi harga, permintaan kamar bulanan Cove di Bali paling banyak terkonsentrasi pada properti dengan tarif sewa di bawah Rp5 juta. Menariknya, faktor harga menjadi pertimbangan yang lebih dominan dibandingkan lokasi.

Pola ini berbeda dengan pasar hunian di kawasan metropolitan seperti Jabodetabek, di mana lokasi dan akses transportasi cenderung menjadi faktor penting dalam menentukan permintaan.

Sementara itu, Denpasar menjadi kantong utama permintaan hunian bulanan Cove di Bali. Okupansi kamar bulanan di wilayah tersebut tercatat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan area operasional lainnya. Sebanyak 79% penghuni kamar bulanan Cove di Bali memilih tinggal di Denpasar.

Tingginya permintaan di Denpasar sejalan dengan posisinya sebagai ibu kota Provinsi Bali sekaligus pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi. Kehadiran proyek berskala besar, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sebagai KEK kesehatan pertama di Indonesia, turut menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Perubahan pusat aktivitas ekonomi Bali ini berpotensi menggeser peta kebutuhan properti. Permintaan hunian tidak lagi hanya terkonsentrasi di kawasan wisata, tetapi mulai mengikuti lokasi pekerjaan, pusat ekonomi, serta proyek-proyek baru.

“Dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di luar kawasan wisata utama Bali, Cove melihat kebutuhan akan hunian sewa yang lebih beragam akan turut tumbuh,” ujar Dian.

Ia menambahkan, Cove akan terus memperluas portofolio hunian sewa fleksibel di Bali untuk mengikuti arah pertumbuhan kebutuhan tersebut.