Pesatnya Digitalisasi, Masyarakat Modern Harus Memiliki Bingkai Budaya

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 22 Juni 2021 - 09:45 WIB

Ilustrasi Berinternet (Ist)
Ilustrasi Berinternet (Ist)

INDUSTRY.co.id - Masyarakat di era digital dimanjakan dengan akses informasi yang terbuka luas untuk memudahkan segala macam sendi kehidupannya. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi masyarakat dengan kemudahan itu yakni bingkai budaya untuk memfilter segala dampak negatif dari akselerasi teknologi dan internet.

“Budaya digital hadir untuk memperkuat karakter budaya bangsa dan menguatkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dalam penggunaan media digital, bukan untuk memecah belah kesatuan warna di dunia maya,” ujar Tiffany Eugene, Senior Human Capital Character Management at Power Character saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Selasa (15/6/2021).

Menurut Tiffany perubahan yang paling terasa saat pandemi dengan adanya percepatan digitalisasi adalah kemudahan di sisi penggunaan waktu dan jarak yang dulunya terbatas.

Sebelumnya bila sebuah rapat hanya bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam sehari, maka dengan adanya rapat online tanpa jeda pekerjaan menjadi lebih efisien dan bisa dilakukan tanpa harus hadir, maupun terkena dampak kemacetan.

“Namun itu juga akan ada kaitannya dengan mental health, ini membantu sekaligus mengkhawatirkan. Online terus, dua pekerjaan yang sama, meeting bisa 5 hingga 6 zoom meeting jika tidak diimbangi budaya, bisa makin stress,” kata Tiffany.

Di sisi budaya dari gaya parenting sendiri, orangtua dulu biasa bertanya ke orang terdekat. Dengan adanya dunia digital sekarang para orangtua muda lebih banyak membuka google saat tidak tahu sesuatu, sehingga digitalisasi memang mempengaruhi segala aspek.

Lalu dengam perubahan ini apa yang harus dilakukan? Tiffany menyebut harus beradaptasi dari sisi budaya. Idealnya saat budaya baru harus berbentuk, jadilah warga digital yang sesuai dengan nilai-nilai, kalau di Indonesia dari Pancasila netizen yang punya nilai-nilai kebangsaan.

Budaya diketahui merupakan pola atau cara hidup yang terus berkembang oleh sekelompok orang dan diturunkan pada generasi berikutnya.

Tiffany mengajak orang Indonesia untuk berkaca dengan negara Korea Selatan yang bisa memviralkan budayanya di dunia digital. Hingga hampir seluruh dunia tahu apa makanan terkenalnya serta segala hal berbau budaya yang dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Masyarakatnya supportif dengan budaya di negara mereka sendiri. Korsel juga bisa pulih ekonominya drastis di awal tahun 2000-an karena drama dan k-pop,” sebut Tiffany.

Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Pada webinar hadir pula narasumber lainnya seperti Aktivis Equality Gender Kalis Mardiasih, Psikolog dan Senior Trainer SEJIWA Hellen Citra Dewi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Bank DKI

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:42 WIB

Anies Apresiasi Kontribusi Bank DKI Terkait Kolaborasi Penanganan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi kontribusi Bank DKI terkait kolaborasi penanganan covid-19, termasuk salah satunya pada program Mobil Vaksin Keliling yang diinisiasi…

Inilah profil Carina Citra Dewi Joe, peneliti asal Indonesia yang menjadi salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:24 WIB

Bikin Bangga Jutaan Masyarakat Indonesia, Wanita Keturunan Indonesia Ini, Ternyata Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin Astrazeneca

Jakarta-Selain Indra Rudiansyah, ternyata ada peneliti Indonesia yang ikut mengembangkan vaksin Covid-19 Astrazeneca di Oxford Univeristy, Inggris. Dia adalah wanita muda bernama Dr Carina Citra…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…

Ilustrasi Paspor Vaksin (Ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Jepang Mulai Memberlakukan Paspor Vaksinasi Covid-19

Jepang mulai menerima paspor vaksin bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi Covid-19 sebagai syarat bahwa warganya dapat melakukan perjalanan internasional.