Porang, Dulu Tak Dilirik Sekarang Banyak Dicari Orang

Oleh : Wiyanto | Jumat, 18 Juni 2021 - 06:53 WIB

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy
Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

INDUSTRY.co.id-Madiun-Porang menjadi salah satu komoditas super prioritas Kementerian Pertanian untuk meningkatkan nilai ekspor. Dalam skala luas, komoditas ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan mulai dari hulu hingga hilir dengan dukungan kelembagaan petani yang kuat dalam bentuk korporasi.

Madiun merupakan salah satu dari 263 Kabupaten yang akan difokuskan sebagai pengembangan Porang walaupun sejak tahun 1980-an, petani Madiun khususnya di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, sudah akrab dengan Porang.

"Waktu saya KKN, zaman kuliah dulu. Saya mendampingi petani di sini untuk membuat chip. Tapi tentu dengan cara yang tidak seperti sekarang ini. Masih tradisional," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat melakukan Gerakan Panen Porang bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (17/06).

Parmo (47 tahun), salah satu petani di Desa Klangon mengatakan bahwa Porang awalnya tidak dilirik orang karena dianggap sebagai tanaman liar. Baru memasuki awal tahun 2000-an saat harganya mulai merangkak naik, orang beramai-ramai tanam Porang.

"Sebetulnya, tahun 60-an sudah ada Porang. Tapi memang mulai dibudidayakan tahun 1985. Waktu itu dibentuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang mewadahi petani porang. Sekarang ada sekitar 350 petani yang menggarap 240 hektar," ungkap Parmo.

Selain di Kecamatan Saradan, Porang di Madiun juga bisa ditemui di Kare, Dolopo, Dagangan, Mejayan, Gemarang, Wungu, Wonoasri, Pilangkenceng dan Madiun.

Produksi umbi basah Porang di Madiun dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2018, produksi umbi basah mencapai 8,8 ton, tahun 2019 melonjak menjadib 20,79 ton dan di tahun 2020 naik dua kali lipat, 50,1 ton.

Sama halnya dengan umbi basah, setiap tahun produksi chip juga mengalami peningkatan. Tahun 2018, produksi umbi basah mencapai 1,5 ton, tahun 2019 melonjak 3 kali lipat menjadi 5,1 ton dan di tahun 2020 naik lagi, 12,5 ton.

Menanggapi hal itu, Mentan SYL mengapresiasi dan mendukung kerja keras Bupati Madiun, Ahmad Dawani dalam mengembangkan Porang.

"Saya sudah dengar laporannya. Luar biasa Bapak Bupati kita. Teruskan dan jalankan dik. Tentu bersama Ibu Gubernur," kata Mentan.

Sekarang inI, menurutnya banyak orang yang mencari bibit Porang. Ia berpesan, Porang ini jangan langsung dibawa keluar.

"Saya dukung Perda Bu Gub tentang larangan menjual katak, yang boleh keluar hanya chip dan tepung," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:30 WIB

Menperin Agus Bakal Percepat Industri Nasional Bertransformasi Terapkan Teknologi Industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu implementasi industri 4.0 di berbagai sektor industri nasional melalui berbagai upaya. Satu di antaranya pelaksanaan program Indonesia Industry…

 Manajemen SIG dan TCC meresmikan kerja sama kedua perusahaan dengan membunyikan alat musik angklung asal Indonesia dan wadaiko asal Jepang.

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:28 WIB

Jalin Kemitraan dengan TCC, Posisi SIG Sebagai Penyedia Kebutuhan Bahan Bangunan Terbesar di Level Regional Kian Kokoh

Jakarta-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC), Jepang, yang telah masuk dalam jajaran pemegang saham PT Solusi…

Menperin Agus Gumiwang

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:05 WIB

Menperin Agus Rangkul FKPPI Kuatkan IKM di Daerah

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berharap Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) turut ambil bagian dalam penguatan industri kecil di daerah.

Pada penutupan perdagangan Senin (8/6) saham BBTN melonjak 11,37% ke level Rp1.175.

Rabu, 04 Agustus 2021 - 20:56 WIB

Didorong Kinerja Apik, Analis Rekomendasikan Beli Saham BBTN dengan Target Price Rp2.600

Jakarta-Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada semester I/2021 dinilai sejumlah analis cukup baik. Kinerja yang apik ini membuat sejumlah analis merekomendasikan beli untuk…

Muhammadiyah

Rabu, 04 Agustus 2021 - 19:23 WIB

1 Triliun dari Muhammadiyah, Nggak Pake Pasir!

Di tengah simpang siur soal sumbangan Rp2 triliun dari keluarga pengusaha Sumsel untuk penanganan Covid19, kabar bahwa Muhammadiyah telah menyalurkan lebih dari Rp1 triliun mengemuka.  Publik…