Bapak Ibu, Catat Ya! Sri Mulyani Bocorkan Ancaman Baru yang Tak Kalah Dahsyat dari Covid-19....

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 12 Juni 2021 - 16:23 WIB

Sri Mulyani Menteri keuangan (ist)
Sri Mulyani Menteri keuangan (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam keynote speechnya pada Webinar dengan tema “Climate Change Challenge: Preparing for Indonesia’s Green and Sustainable Future”yang diselenggarakan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa selain pandemi covid-19, saat ini dunia dihadapkan pada ancaman yang tak kalah dahsyatnya, katastropik dampaknya yakni perubahan iklim. 

"Berbagai studi menunjukkan bahwa dampak dari perubahan iklim akan sangat dahsyat sama seperti covid," ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam keterangannya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangannya vipada Sabtu (12/6/2021).

Dikatakannya, setiap negara harus menyiapkan dan berkontribusi karena isu perubahan iklim adalah persoalan global, yanh dimana tidak ada batasan wilayah dampak dari perubahan iklim.

“Salah satu studi yang sering dijadikan referensi saat ini bagi pertemuan-pertemuan climate change di dunia baik itu di tingkat kepala negara, di tingkat menteri, di tingkat policy maker lainnya, regulator bahkan private sector, university, akademisi, NGO semuanya saat ini merefer kepada laporan United Nations Environment Programme (UNEP) mengenai kesenjangan emisi,” jelas Menkeu.

Asal tau saja, di dalam laporan UNEP disampaikan bahwa dunia saat ini suhunya 1,1 derajat celcius lebih hangat di bandingkan kondisi pra industrialisasi, yaitu pada saat dunia belum mengalami industrialisasi yang begitu mengubah global ekonomi saat ini. 

Saat ini karena adanya kenaikan mobilitas dan industrialisasi, temperatur dunia menjadi lebih hangat 1,1 derajat celcius. 

Artinya, konsekuensi yang sudah sangat luar biasa adalah di berbagai belahan dunia bisa terjadi fenomena yang cukup katastropik.

“Indonesia sebagai negara kepulauan itu juga memberikan konsekuensi yang sangat luar biasa karena kenaikan suhu atau temperatur bumi identik dengan kenaikan permukaan laut karena es yang ada di kutub utara dan kutub selatan akan mencair, dan itu cukup untuk meningkatkan permukaan laut seluruh dunia. Artinya untuk Indonesia sebagai negara kepulauan dampaknya akan sangat konsekuensial,” ungkap Menkeu.

Meskipun dalam Paris Agreement, negara-negara berkomitmen dengan National Determine Contribution (NDC), namun tetap tidak akan bisa menghindarkan dari kenaikan suhu, tambah Menkeu. 

Adapun Indonesia sendiri untuk NDC yang telah diumumkan di Paris Agreement, berkomitmen untuk menurunkan karbon CO2 emissionnya 29% jika menggunakan upaya dan resources sendiri, atau penurunannya bisa lebih ambisius ke 41% apabila mendapatkan dukungan dari internasional.

“Indonesia sekarang dipandang sebagai suatu negara yang memiliki size sangat besar sehingga kita selalu diminta untuk berperan aktif di dunia internasional. Dalam diplomasi dan politik luar negeri, kita  diharapkan bisa meminta komitmen negara-negara terutama negara maju di dalam memenuhi konsekuensi sumber daya yang dibutuhkan untuk transformasi ekonomi dari high carbon menjadi low carbon atau bahkan zero carbon emission,” pungkas Sri Mulyani. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi kredit perbankan

Sabtu, 31 Juli 2021 - 20:56 WIB

Peningkatan Kredit Penopang Raihan Laba Bank DKI

Bank DKI mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 40,8% (year-on-year) dari Rp279 miliar per Juni 2020 menjadi Rp394 miliar per Juni 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Sabtu, 31 Juli 2021 - 19:37 WIB

Alhamdulillah! Gubernur Anies Sampaikan 4 Berita Baik Buat Seluruh Warga Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui jejaring sosial medianya membagikan empat buah berita baik terkait perkembangan pandemi Covid-19 di wilayah Ibu Kota, Jakarta. "Pertama, berita baik.…

Ilustrasi Era Digitalisasi

Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:15 WIB

Ibarat Kerumunan, Media Digital Bisa Menggerakkan Massa untuk Kegiatan Positif

Di masa pandemi ini penting sekali memiliki digital skills karena sebagian besar kegiatan dilakukan secara online. Arief Yudi Rahman, Maestro Seni Media Baru Kemendikbud 2018, mengibaratkan…

Artis Niki Zefanya

Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:00 WIB

Zilenial Indonesia yang Berprestasi dan Menginspirasi

Generasi Zilenial, Generasi Z atau Gen Z? Mendengar kata-kata itu mungkin tidak asing lagi. Gen Zilenial atau yang lebih dikenal Generasi Z ialah generasi mengacu pada generasi yang lahir pada…

Ilustrasi Perfilman (Ist)

Sabtu, 31 Juli 2021 - 17:15 WIB

Film Jadi Medium Komunikasi Budaya yang Efektif

Banyak sekali budaya yang berubah atau tiba-tiba muncul, termasuk cara baru untuk berinteraksi yang salah satunya dilakukan lewat film. Di satu sisi juga, banyak karya broadcast yang mengubah…