TTC Travel Mart Semi Virtual Sukses digelar di Era Pandemi

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 09 Juni 2021 - 19:15 WIB

TTC Travel Mart Semi Virtual
TTC Travel Mart Semi Virtual

INDUSTRY.co.id - Sudah satu tahun lamanya pandemi di dunia belum berakhir, jika melihat setahun terakhir seluruh perekonomian baik di dalam negeri maupun di luar negeri mengalami penurunan. Termasuk, industri pariwisata.

Covid-19 merubah seluruh lini bisnis bursa wisata di belahan dunia. Termasuk TTC Travel Mart yang digelar pada hari Senin (7/6/2021) kemarin di Redtop Hotel, Pecenongan Jakarta. Ini adalah embrio baru bagi TTC Travel Mart dalam menatap optimisme bisnisnya yang telah memasuki tahun ke 33 penyelenggaraaan.

Tedjo Iskandar, Founder TTC Network, penyelenggara TTC Travel Mart mengatakan, TTC Travel Mart Semi Virtual adalah cara dirinya dalam memberikan definisi format event yang tepat untuk mempertemukan para sellers dan buyers dimasa pandemi.

Konsep hybrid yang lazim untuk mendifiniskan event yang diselenggarakan secara luring dan daring menurutnya masih kurang tepat baginya. "TTC Travel Mart Semi Virtual cara pandang dan bahasa kami untuk memberi gambaran bagaimana sellers dan buyers dari berbagai negara dapat bertemu untuk deal business," ungkap Tedjo.

Dan TTC Travel Mart Semi Virtual lanjut Tedjo, harus terselenggara sebab ini membuktikan eksistensi TTC Travel Mart itu masih ada, masih bertahan dan mampu berinovasi dalam kubangan pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan berakhir. 

"Semenjak tahun awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, TTC Travel Mart tahun 2020 pun urung terselenggara di 2 kota besar di Indonesia. Dimasa anjuran pemerintah untuk di rumah saja, ia membuat formulasi bagaimana klien potensial mereka tetap berbisnis. Dan TTC Travel Mart Semi Virtual inilah jawabannya," urai Tedjo.

Pengetatan Protokol Kesehatan

Segala aspek dan lini adaptasi pandemi COvid-19 dipelajari secara detail oleh TTC Travel Mart. Tidak hanya pengurangan kapasitas peserta pameran (sellers) yang ikut berpartisipasi dalam bursa wisata kali ini.

Ruang antar meja sellers pun berjarak sebagaimana anjuran pemerintah dan Satgas Covid-19. Protokol kesehatan seperti 3M benar-benar diadopsi dalam ruang ballroom yang biasanya berisikan lebih dari 100 peserta.

Pemangkasan jumlah peserta mengakibatkan hanya ada 18 meja sellers untuk bertemu dengan buyers-nya. Itu sebabnya, ruang ballroom terlihat lengang tidak seperi event-event sebelum Covid-19 menjadi mimpi buruk pelaku bisnis seperti dirinya.

Sebelum masuk ke area pameran, TTC Travel Mart mengawal ketat baik sellers maupun buyers yang akan bertemu secara online dan offline dengan swab antigen tanpa terkecuali. “Kami menyiapkan persyaratan ketat setiap peserta yang akan mengikuti event kali ini jauh-jauh hari. Agar sellers maupun buyers merasa aman dan nyaman,” ungkap Tedjo.

Berkah Pandemi

Meskipun mengaku "cuan" berkurang, namun Tedjo mengaku masih mampu menarik napas lega. Sebab, ada 5 sellers baru terjaring dalam TTC Travel Mart Semi Virtual kali ini.

Ke lima sellers baru tersebut di antaranya, Mediterranean Travel Expert, Lourdes Hotels dari Perancis, Gyeongnam dari Korea Selatan, Kitaspedia, dan Baitul Agung Tour Expert dari Indonesia.

Beberapa sellers yang benar-benar melakoni niaga secara virtual di antaranya Jalan2 Paris, Lourdes Hotels dari Perancis, Magadh Travel & Tour dari India, serta Horas Tours dari Indonesia, selebihnya 14 sellers mencari peruntungan secara offline.

"Terlihat bagaimana sellers dari Perancis dan India tetap antusias berjualan di event kali ini. Padahal waktu disana masih sekitar jam 4-5 pagi. Sedangkan buyers disini menemui mereka jam 10 pagi. Ini artinya market Indonesia sangat dinanti oleh mereka," katanya.

Sementara itu Mardiana, Korea Business Center, Jakarta - Embassy of the Republic of Korea yang menjadi representative Dinas Pariwisata dari Gyeongnam menjelaskan, tujuan utama mengikuti TTC Travel Mart Semi Virtual ini karena ingin "mencuri" start untuk mempromosikan Gyeongnam.

"Kami menyadari pandemi masa yang sulit, untuk itu ini saat yang tepat bagi Provinsi Gyeongnam untuk menarik market Indonesia. Ketika pandemi usai kami yakin akan banyak wisatawan Indonesia yang akan pergi berlibur ke luar negeri dan kami optimis Gyeongnam menjadi pilihan favorit destinasi wisata dari Korea Selatan," pungkas Mardiana. 

Gyeongnam menawarkan, Inhae Cherry Blossom Festival. Banyak orang mengunjungi kesana, namun banyak pula yang tidak mengetahui bahwa event tersebut adalah festival cherry blossom terbesar di Korea. 

"Festival ini menjadi salah satu dari 2 atraksi wisata atau event terbesar di Korea yang kita jual ke para travel agent Indonesia untuk memasukan dalam paket tur wisata ketika mereka menjual Gyeongnam," pungkas Diana. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

11 Bank Dukung Pembiayaan Jalan Tol Serang Panimbang

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:17 WIB

Ekonomi Kawasan Banten Bakal Tumbuh Pesat, 11 Bank Dukung Pembiayaan Jalan Tol Serang Panimbang

Jakarta– PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) sebagai entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menandatangani perjanjian kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi…

Ilustrasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) (Ist)

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:15 WIB

Perlunya Sosilasi Tuk Cegah Meningkatnya Kasus Kekerasan Gender Berbasis Online

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 8,9 persen atau menjadi 171 juta jiwa pengguna membuat kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan cyber semakin tinggi. Diketahui selama…

Sambal tabur BonCabe Level 50 Max End yang merupakan produk teranyar PT Kobe Boga Utama. (Foto: Humas PT Kobe Boga Utama)

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:11 WIB

BonCabe level 50 Max End, Maximize to The End

Jakarta - Para penggemar mie instan dan berbagai makanan gorengan tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya sambal, apalagi sambal botol alias sambal yang dikemas dalam botol dan penggunaannya…

Candi Borobudur

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:00 WIB

Ketum IMI Pastikan The FIM MXGP World Championship 2021 Digelar di Kawasan Candi Borobudur

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan Indonesia akan dua kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional bergengsi…

Maskapai Garuda Indonesia

Jumat, 18 Juni 2021 - 17:45 WIB

Gara-gara Tunda Bayar Kupon Bond 500 Juta Dolar, BEI Setop Perdagangan Saham Garuda (GIAA)

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan penghentian sementara perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  Menurut BEI, penghentian tersebut dilakukan lantaran pemilik…