Lindungi Produk Dalam Negeri, Kemenperin Bakal Segera Terapkan SNI Perhiasan

Oleh : Ridwan | Jumat, 07 Mei 2021 - 20:10 WIB

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam kunjungan kerjanya ke PT. Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels)
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam kunjungan kerjanya ke PT. Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin berkontribusi terhadap perekonomian nasional, salah satu langkah strategisnya adalah penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tujuannya, selain memberikan perlindungan kepada konsumen, juga untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

"Dalam melindungi konsumen dalam negeri serta memberi acuan standar bagi produsen dan laboratorium mengenai persyaratan mutu dan metode uji, kami melakukan perumusan terhadap SNI 8880-2020 Barang-barang Emas secara sukarela," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam kunjungan kerjanya ke PT. Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels) di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (7/5).

Dirjen IKMA bersama Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi melakukan kunjungan kerja tersebut untuk mengetahui kondisi di lapangan, khususnya sektor industri perhiasan dalam penerapan SNI 8880-2020 Barang-barang Emas.

Gati menyampaikan, pada SNI 8880-2020, terdapat informasi standar kadar pada produk perhiasan. Hal ini untuk memberikan penjelasan kepada konsumen mengenai kesesuaian mutu produk perhiasan yang diperjualbelikan.

"Barang-barang emas disebutkan perlunya penandaan pada barang-barang emas yang mencantumkan kadar (persen dan/atau karat), identitas produsen dan berat emas pada produk dan/atau berat emas dapat dicantumkan pada kuitansi," paparnya.

Menurut Gati, tantangan saat ini yang dihadapi pelaku industri emas dan perhiasan adalah jumlah dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang memahami tentang emas dan perhiasan. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan SDM di bidang perhiasan tersebut.

Upaya yang dilakukan antara lain melalui fasilitasi bimbingan teknis dan perumusan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang perhiasan logam mulia, yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 Tahun 2019. SKKNI ini diperlukan sebagai salah satu upaya untuk membangun SDM industri yang kompeten.

PT. Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels) telah sukses membangun dua brand ternama, yaitu Hala Gold dan Sandra Dewi Gold. SKK Jewels memasarkan produknya dengan bermitra bersama jaringan toko emas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

SKK Jewels ini merupakan perusahaan pertama yang menerapkan SNI 8880-2020 Barang-barang Emas. Saat ini, SKK Jewels memiliki kapasitas produksi mencapai 80 kg per bulan dan teah menyerap tenaga kerja sebanyak 280 orang yang sebagian besar lulusan SMK jurusan kriya perhiasan/kriya logam/teknik fabrikasi.

Di sela kegiatan kunjungan, Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa kinerja ekspor industri perhiasan emas di tanah air pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar USD0,49 miliar (-33,29%) dibanding tahun 2019 yang mencapai USD1,47 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi global yang dialami terutama akibat pandemi covid-19.

Namun demikian, nilai ekspor emas dan granula mengalami kenaikan sebesar 56%, dari tahun 2019 yang mencapai USD3,55 miliar menjadi USD5,54 miliar pada tahun 2020. Selain itu, market share sektor industri perhiasan Indonesia pada tahun 2019 baru mencapai 1,56%.

Menurut Gati, hal ini bisa menjadi peluang bagi industri perhiasan Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang dalam rangka meningkatkan market share-nya.

"Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perbaikan iklim usaha dan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah, salah satunya yaitu dengan memperbaiki rantai pasok industri perhiasan, seperti mempermudah akses bahan baku dan memperbaiki ekosistem bisnisnya," tutur Gati.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ninja Express (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:43 WIB

Ninja Xpress Catatkan Kota Jakarta dan Sekitarnya Sumbang 26% Pengiriman Nasional Selama Ramadan 2021

Di tengah momentum Hari Ulang Tahun Jakarta ke-494, Ninja Xpress apresiasi warga Jakarta dan sekitarnya atas kontribusi nyata dalam membantu memperbaiki roda perekonomian Indonesia dengan melakukan…

Produk Daypack Leuser (Dok: Leuser Adventure Shop)

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:15 WIB

Berburu Perlengkapan Outdoor di Leuser Adventure Shop, Ada Diskon Menarik, Lho!

Pemerintah Indonesia telah memberikan pelonggaran terhadap wisatwan untuk berwisata ke berbagai daerah Indonesia sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Akan tetapi,…

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi

Jumat, 25 Juni 2021 - 09:23 WIB

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi di Sragen

Untuk pertama kalinya di Regional Jawa Bagian Tengah, Pertashop yang menyalurkan produk bahan bakar minyak (BBM) mesin diesel atau jenis gasoil, yaitu Dexlite resmi beroperasi.

Pembangunan Bendungan Ladongi

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:57 WIB

Progres Pembangunan Sudah 90,28 Persen, Bendungan Ladongi di Kolaka Timur Siap Impounding Pada Juli 2021

Bendungan Ladongi akan menahan aliran Sungai Ladongi dengan kapasitas tampung 45,95 juta m3 dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektar (ha). Nantinya air yang tertampung…

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi (kiri) bersama Direktur Information Technology Bank Syariah Indonesia, Achmad Syafii (kanan) saat menunjukkan aplikasi BSI Mobile

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:20 WIB

Buka Rekening ke Cabang Enggak Zaman, BSI Bisa Onlie!

PT Bank Syariah Indonesia (Tbk) atau BSI terus melakukan transformasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk membuka rekening secara daring…