Harga TGRA Dibuka Naik 30% pada Perdagangan Perdana di BEI

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 16 Mei 2017 - 11:39 WIB

Terregra Tbk
Terregra Tbk

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) langsung naik 30% pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini menjadi Rp260 per unit dibandingkan dengan harga pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebesar Rp200 per unit.

Harga tertinggi saham perusahaan yang berfokus pada jasa teknis dan pemasok suku cadang pembangkit listrik untuk PLN tersebut langsung mencapai Rp340 per unit di sesi pembukaan perdagangan BEI.

Lasman Citra, Direktur Terregra Asia Energy, mengemukakan, perseroan pada PUPS yang diselenggarakan beberapa waktu lalu menawarkan 550 juta unit saham kepada publik dengan harga penawaran Rp200 per unit.

“Dengan demikian, kami pada PUPS ini memperoleh tambahan modal sekitar Rp110 miliar,” ujar Lasman kepada wartawan dalam konferensi pers usai acara peresmian perdagangan perdana saham TGRA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/05/2017).

Lasman menuturkan, sekitar 44% dari hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal di anak usaha dan sisanya 56% untuk pengembangan proyek-proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Lasman menjelaskan, perseroan hingga kini masih fokus dengan pengembangan berbagai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (Hydroelectric Power) di Sumatera dan Indonesia Timur. “Itu karena Sumatera dan kawasan Indonesia Timur memiliki pulau-pulau yang memiliki potensi hydro-nya cukup besar,” tukas Lasman dalam konferensi pers tersebut.

Lasman mengemukakan, perseroan saat ini masih melakukan survei untuk mengembangkan berbagai proyek PLTA di Kalimantan, terutama Kalimantan Utara (Kaltara). Pasaln ya, jaringan transmisi PLN di Kaltara masih sangat terbatas.

“Kalau di Jawa, proyek-proyek PLTA semacam itu sulit kami kembangkan karena biaya untuk membangun sebuah PLTA di luar Jawa saja sudah mencapai US$2,5 juta per megawatt (MW). Sekarang bayangkan, berapa besar biaya untuk membangun PLTA di Jawa?” ungkapnya.

Lasman menuturkan, jika PUPS ini dapat berjalan lancar, maka manajemen perseroan akan memulai pembangunan empat proyek PLTA dengan total kapasitas 36 MW pada tahun ini juga. Keempat proyek tersebut adalah bagian dari pembangunan PLTA perseroan berkapasitas total 450 MW. “Keempat proyek yang mulai dikerjakan tahun ini diharapkan selesai pada 2019 mendatang,” imbuhnya. (Abraham Sihombing)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Luhut Binsar Pandjaitan (ist)

Sabtu, 19 September 2020 - 10:20 WIB

Masyarakat Diminta Siap-siap! Menko Luhut Sebut Tiga Bulan Kedepan Indonesia Alami Masa Krisis

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, tiga bulan ke depan merupakan masa kritis.

Acara Focus Group Discussion

Sabtu, 19 September 2020 - 10:15 WIB

DD Jabar Usung Gagasan Pemberdayaan Perempuan Di Desa Ekowisata Halal Kabupaten Bandung

Andriansyah menyampaikan gagasan dan peran Dompet Dhuafa Jabar dalam Pemberdayaan Wirausaha Perempuan di Desa Indragiri Kabupaten Bandung, program Desa Ekowisata Halal Kabupaten Bandung.

Ilustri Industri Farmasi

Sabtu, 19 September 2020 - 10:10 WIB

Kemenperin Genjot Kinerja Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil di Tengah Pandemi

Kementerian Perindustrian terus memacu kinerja industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) agar mampu memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Untuk itu, diperlukan koordinasi…

Makassar New Port

Sabtu, 19 September 2020 - 09:58 WIB

Sesuai AMDAL, Pelindo IV Tegaskan Pembangunan MNP Fokus Mitigasi Lingkungan

Mitigasi terhadap lingkungan sekitar MNP yang dibuat oleh perseroan yaitu dengan memasang silt curtain untuk meminimalkan pencemaran dan mencegah kekeruhan air laut saat konstruksi berlangsung.…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (dok INDUSTRY.CO.ID)

Sabtu, 19 September 2020 - 09:47 WIB

Menperin Agus: Industri Otomotif Bakal Melesat di Semester II

Menteri Perindusterian Agus Gumiwangterus memacu kinerja industri otomotif di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Hal ini agar sektor strategis tersebut dapat kembali tumbuh memberikan kontribusi…