S&P Masih Tetapkan Outlook RI Negatif! Begini Kata BI...

Oleh : Candra Mata | Kamis, 29 April 2021 - 18:43 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo
Gubernur BI Perry Warjiyo

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Bank Indonesia (BI) merilis laporan Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB/outlook negatif pada 22 April 2021 lalu.

S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB karena prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat dan rekam jejak kebijakan yang berhati-hati yang tetap ditempuh otoritas. Di sisi lain, Indonesia perlu memperhatikan risiko fiskal dan risiko eksternal terkait pandemi Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa afirmasi rating Indonesia tersebut menunjukkan di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia.

“Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah,” ungkapnya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Kamis (29/4/2021).

Pada tahun 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi 2,1%, relatif terbatas dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Respons kebijakan fiskal pemerintah serta pembatasan mobilitas yang terukur saat pandemi dapat meredam dampak negatif pada ekonomi.

S&P sendiri memperkirakan perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terakselerasi pada 2022 seiring percepatan program vaksinasi dan normalisasi aktivitas ekonomi secara bertahap. Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh Pemerintah pada November 2020 juga akan menciptakan lapangan kerja dan menarik penanaman modal asing (PMA) sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Di sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia terus meningkat dan mencatat rekor tertinggi pada Februari 2021 sebagai dampak dari penurunan impor dan kebijakan nilai tukar yang fleksibel. S&P memandang kemampuan Indonesia untuk memenuhi kewajiban utang luar negeri tetap terjaga didukung kebijakan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko utang luar negeri korporasi.

Lebih lanjut, dalam satu tahun terakhir, rasio utang dalam valuta asing juga menurun hingga di bawah 40% dari total hutang. Rasio kepemilikan asing dalam obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah juga menurun tajam pada tahun 2020.

Sementara itu, 

Di sisi fiskal, dalam jangka pendek, S&P memperkirakan Pemerintah akan mempertahankan kebijakan fiskal yang ekspansif untuk mendorong pemulihan ekonomi, sehingga defisit fiskal akan lebih tinggi dibandingkan rata-rata historisnya. S&P memandang dukungan fiskal masih dibutuhkan  untuk mitigasi dampak pandemi dan mendukung pemulihan ekonomi. Selanjutnya, S&P memperkirakan bahwa Pemerintah akan secara bertahap mengembalikan kebijakan fiskal ke arah yang lebih prudent.

" S&P mencatat peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meredakan guncangan ekonomi dan keuangan. Langkah Bank Indonesia untuk membeli surat berharga Pemerintah di pasar primer sebagai last resort, dapat membantu Pemerintah mengelola kebutuhan pendanaan dan menurunkann beban bunga ketika pasar keuangan sedang mengalami tekanan. S&P memandang langkah ini tidak terindikasi memberikan dampak signifikan terhadap inflasi dan imbal hasil obligasi," tutup Perry Warjiyo.

Adapun S&P sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dan merevisi outlook dari Stabil menjadi negatif pada 17 April 2020.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bina lebih dari 8700 UMK Sektor Industri, Pertamina Tanamkan Semangat jadi Industri Menengah dan Besar

Selasa, 22 Juni 2021 - 12:39 WIB

Dahsyat, Banyak UMKM-nya Sukses, Akhirnya Pertamina Bongkar Rahasia bagaimana Cara Membina 8700 UMK Sektor Industri dan Jadi Industri Menengah Besar

Jakarta– Hampir seluruh sektor usaha mikro dan kecil (UMK) terkena imbas pandemi Covid-19, tak terkecuali sektor industri.

kelapa sawit

Selasa, 22 Juni 2021 - 12:13 WIB

Naik Turun Harga Sawit, Apakah Pengaruhi Momentum Calon Emiten?

Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) global dalam beberapa waktu terakhir yang mengalami fluktuasi, dinilai tidak mengurangi momentum bagi calon emiten sawit yang ingin…

Menteri BUMN, Erick Thohir

Selasa, 22 Juni 2021 - 12:05 WIB

Alhamdulillah Erick Thohir Bawa Kabar Baik! Ivermectin 12 Mg, Obat Antivirus untuk Terapi Covid-19 Resmi Kantongi Izin Edar BPOM

Ivermectin 12 mg dari PT Indofarma Tbk sebagai obat antivirus untuk terapi Covid-19 dinyatakan telah mendapatkan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Hal itu diakui Menteri BUMN…

Atta Halilintar

Selasa, 22 Juni 2021 - 12:00 WIB

Ketum KODRAT Apresiasi Atta Halilintar Tekuni Tarung Drajat

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyaksikan latihan perdana Atta Halilintar menekuni seni bela diri asli…

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Antara/ CNN Indonesia)

Selasa, 22 Juni 2021 - 11:55 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Tegaskan, PPKM Mikro Diperketat, Mobilitas Masyarakat Daerah Zona Merah Dibatasi Hingga 100%

Jakarta-Menyusul lonjakan kasus COVID-19 yang tinggi di sejumlah daerah di Indonesia pasca libur lebaran 2021, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar dilakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan…